Nov 11, 2020 12:44 Asia/Jakarta
  • tentara Kamboja
    tentara Kamboja

Merespon kekhawatiran Amerika Serikat atas penghancuran pangkalan militernya di Kamboja, Menteri Pertahanan Kamboja mengatakan, kami tidak punya tanggung jawab untuk menginformasikan hal ini kepada Amerika.

Fars News (10/11/2020) melaporkan, mereaksi penghancuran pangkalan lautnya yang kedua di Kamboja oleh pemerintah negara itu, Kedutaan Besar Amerika mengaku menyesalkan hal tersebut.
 
Seperti ditulis kantor berita Prancis, Juru bicara Kedubes Amerika di Kamboja, Selasa (10/11) mengatakan, langkah pasukan Kamboja menghancurkan fasilitas maritim Amerika di negara itu yang dilakukan tanpa penjelasan atau peringatan apapun sebelumnya, sungguh membuat kami putus asa.
 
Pemerintah Kamboja menghancurkan pangkalan laut Ream yang dibangun pada tahun 2017 dengan biaya dari Amerika sendiri. Pangkalan laut strategis ini terletak di Teluk Thailand, dan membuka akses pasukan Amerika ke Laut Cina Selatan yang merupakan perlintasan penting kapal-kapal dunia.
 
Menhan Kamboja saat menjawab statemen Jubir Kedubes Amerika menuturkan, Kamboja bertindak sesuai kepentingannya, dan tidak punya tanggung jawab untuk menginformasikan program-programnya kepada Amerika.
 
Ia menegaskan, kami melakukan hal ini sepenuhnya untuk Kamboja, bukan untuk melayani pihak lain. Kamboja berhak meminta bantuan siapapun untuk pembangunan.
 
Media-media Amerika sebelumnya mengabarkan perubahan sikap Kamboja yang berbalik mendukung Cina, dan beberapa rumor muncul terkait kehadiran militer Cina di kawasan yang terdapat fasilitas laut Amerika di sana. (HS)

Tags