Nov 21, 2020 15:29 Asia/Jakarta
  • Elliot Abrams
    Elliot Abrams

Wakil khusus AS untuk urusan Iran, Elliott Abrams kembali menekankan, Washington akan melanjutkan kebijakan tekanan maksimum terhadap Republik Islam Iran.

"Kampanye represi maksimum pemerintah Donald Trump terhadap Iran akan terus dilanjutkan selama ia berkuasa di Gedung Putih," papar Abrams saat diwawancarai televisi Alarabiya Jumat (20/11/2020) seperti dilaporkan FNA.

Abrams menekankan tujuan utama Washington menerapkan represi terhadap Iran adalah memaksa Tehran kembali ke meja perundingan.

Baru-baru ini, Abrams mengatakan Washington akan menjatuhkan sanksi baru kepada Iran dan menyatakan kampanye represi maksimum terhadap Iran akan tetap berlanjut hingga Iran berminat untuk berunding.

Amerika setelah keluar secara ilegal dari JCPOA pada 8 Mei 2018 meluncurkan kampanye besar-besaran represi maksimum terhadap Iran.

Washington menyatakan tujuan dari kampanye represi maksimum terhadap Iran adalah mencapai kesepakatan baru dengan Tehran yang mengadopsi seluruh pandangan dan syarat Washington.

Petinggi Amerika ketika terus berbicara mengenai kesepakatan baru dnegan Iran, Washington tahun 2018 secara sepihak dan ilegal keluar dari JCPOA dan kembali menjatuhkan sanksi nuklir ilegal terhadap Tehran.

Langkah pemerintah Trump ini menuai kecaman luas baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional.

Sementara itu, Republik Islam Iran sebagai salah satu anggota front muqwama, memainkan peran penting dalam melawan konspirasi dan langkah-langkah poros AS-Zionis di kawasan. (MF)

 

Tags