Nov 22, 2020 14:29 Asia/Jakarta
  • Mohammed bin Salman dan Jamal Khashoggi
    Mohammed bin Salman dan Jamal Khashoggi

Seorang anggota Kongres Amerika Serikat mengkonfirmasikan upaya Arab Saudi untuk meraih senjata nuklir.

"Arab Saudi menjadi tuan rumah KTT G20, dan perhatikan bahwa negara yang membunuh jurnalis Saudi yang kritis, Jamal Khashoggi ingin memperoleh senjata nuklir," tulis Senator Massachusetts Edd Marky di Twitter. Demikian dilaporkan YJC, Sabtu (21/11/2020).

Senjata nuklir

Senator Massachusetts ini mengutip laporan Riyadh untuk meraih senjata nuklir, seraya menambahkan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan rencana untuk menghentikan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dan program nuklir ilegal Arab Saudi.

Jamal Khashoggi, jurnalis Saudi yang kritis, dibunuh secara brutal pada 2 Oktober 2018 di konsulat Saudi di Istanbul oleh agen yang dikirim dari Riyadh.

Berbagai media baru-baru ini mengungkapkan bahwa Arab Saudi, dengan bantuan beberapa negara, mencoba memperkaya uranium dengan tujuan memperoleh senjata nuklir.

Perwakilan Tetap Iran untuk Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang berbasis di Wina telah meminta IAEA dan Dewan Gubernur untuk memastikan bahwa Arab Saudi mematuhi kewajibannya berdasarkan Perjanjian Perlindungan Komprehensif.

"Sejarah berulang, dan Arab Saudi mengikuti jalan yang sama dengan rezim Zionis Israel, berpura-pura tidak memiliki kewajiban, karena ia bukan anggota Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT)," ungkap Kazem Gharibabadi dalam pertemuan IAEA.

Tags