Nov 23, 2020 20:48 Asia/Jakarta
  • JCPOA
    JCPOA

Juru bicara Departemen Luar Negeri Jerman seraya mengklaim pelanggaran Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) Oleh Iran, meminta Tehran kembali ke komitmennya di kesepakatan nuklir.

Menurut laporan Reuters, jubir Kemenlu Jerman juga menuntut apa yang ia klaim sebagai pelanggaran JCPOA oleh Iran.

Jubir Kemenlu Jerman lebih lanjut menambahkan, Menlu Heiko Maas Senin (23/11/2020) bertemu dengan sejawatnya dari Prancis dan Inggris, Jean-Yves Le Drian-Dominic Raab di Berlin membahas JCPOA.

Klaim dan statemen ini dirilis di saat Iran saat merespon tidak komitmennya pihak Barat terhadap janji mereka di JCPOA setelah keluarnya AS secara ilegal dari kesepakatan ini, mulai menurunkan sejumlah komitmennya di kesepakatan nuklir.

Presiden AS Donald Trump Selasa 8 Mei 2018 secara sepihak dan melanggar komitmen Washington di JCPOA mengumumkan negaranya keluar dari kesepakatan internasional ini dan memulihkan kembali sanksi nuklir terhadap Tehran.

Langkah Donald Trump tersebut menuai kecaman baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional.

Troika Eropa yakni Jerman, Inggris dan Prancis setelah keluarnya AS dari JCPOA berjanji selain menjamin kepentingan ekonomi Iran juga siap mempertahankan JCPOA.

Negara Eropa ini meski secara verbal dan politik melawan langkah Amerika, namun sampai saat ini dalam prakteknya belum berhasil menunaikan janjinya untuk mempertahankan kesepakatan internasional ini.

Republik Islam Iran saat merespon tindakan negara-negara Eropa, melalui lima langkah dan berdasarkan JCPOA, mulai menurunkan komitmennya di kesepakatan nuklir ini. (MF)

 

Tags