Nov 24, 2020 20:25 Asia/Jakarta
  • Foto Osman Askin Bak, Sekjen NATO Jens Stoltenberg, dan Jurgen Trittin.
    Foto Osman Askin Bak, Sekjen NATO Jens Stoltenberg, dan Jurgen Trittin.

Perwakilan Turki dan Jerman terlibat adu mulut dalam pertemuan Majelis Parlemen Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

Seperti dilansir kantor berita Anadolu, Selasa (24/11/2020), legislator Jerman dan anggota Majelis Parlemen NATO, Jurgen Trittin dalam pertemuan di Brussels, mengatakan Turki tidak berbagi nilai-nilai NATO dan tidak ada aturan hukum di negara itu.

Trittin juga menuding Turki telah melanggar embargo senjata PBB di Libya dan mengancam kapal Jerman di Laut Mediterania Timur.

Ketua delegasi Turki di Majelis Parlemen NATO, Osman Askin Bak, pun menanggapi pernyataan Trittin.

"Turki adalah negara demokratis, sebuah sekutu yang berharga, dan Turki telah mengambil bagian dalam semua misi NATO," tegas Askin Bak.

Sementara itu, Sekjen NATO Jens Stoltenberg dalam pertemuan tersebut mengatakan Turki adalah sekutu yang berharga dan sekutu penting NATO.

Namun, Stoltenberg dalam kunjungannya ke Ankara baru-baru ini menyatakan keprihatinan atas keputusan Turki membeli sistem pertahanan udara S-400 Rusia, dan keterlibatannya di Libya dan Mediterania Timur.

Ketegangan antara Berlin dan Ankara meningkat pada Senin lalu setelah kapal perang Jerman dan kapal dagang Turki terlibat bentrokan di Mediterania Timur. Beberapa jam setelah insiden itu, Kementerian Luar Negeri Turki memanggil duta besar Jerman dan Italia. (RM)

Tags