Nov 27, 2020 18:45 Asia/Jakarta
  • Sanksi AS terhadap Iran
    Sanksi AS terhadap Iran

Media AS Foreign Policy menyatakan Republik Islam Iran lebih kuat dan solid terhadap kebijakan represi maksimum pemerintah Amerika dari prediksi Gedung Putih dan Tel Aviv.

Di analisanya, Foreign Policy menulis, kampanye represi maksimum pemerintah Donald Trump terhadap Iran tidak akan memaksa Tehran bersedia menggelar perundingan baru terkait kesepakatan nuklir dengan Trump.

Image Caption

Pemerintah Amerika setelah keluar secara ilegal dari JCPOA pada 8 Mei 2018, melancarkan kampanye total untuk menerapkan tekanan maksimum terhadap Iran dan melanjutkan pendekatan provokatifnya terhadap Tehran.

Presiden AS Donald Trump berjanji dengan keluar dari JCPOA dan melanjutkan kebijakan represi maksimum, akan berhasil menyeret Iran ke meja perundingan untuk mencapai apa yang ia klaim sebagai kesepakatan lebih baik.

Sementara lebih dari dua tahun dari janji ini berlalu, pemerintah Amerika Serikat masih gagal merealisasikan tujuan ini.

Resistensi maksimum Iran terhadap pendekatan tekanan maksimum Amerika menunjukkan bahwa Republik Islam tidak akan bersedia berunding di bawah ancaman dan pelanggaran janji Amerika. (MF)

 

Tags