Nov 30, 2020 19:47 Asia/Jakarta
  • dinas intelijen Israel, Mossad
    dinas intelijen Israel, Mossad

Surat kabar elektronik Rai Al Youm menulis, pembalasan teror ilmuwan nuklir Iran, Dr. Mohsen Fakhrizadeh pasti terjadi, tapi para pemimpin Iran, tidak masuk jebakan Amerika Serikat, dan rezim Zionis Israel.

Fars News (30/11/2020) melaporkan, Rai Al Youm mengabarkan, halaman depan media Eropa, dan Israel dipenuhi laporan berisi teror ilmuwan nuklir Iran oleh dinas intelijen Israel, Mossad, atas tekanan Presiden Amerika Donald Trump, dengan tujuan untuk merusak perimbangan kekuatan, dan menciptakan ketegangan di Asia Barat.
 
Menurut Rai Al Youm, Mossad sebelumnya telah melakukan aksi-aksi teror serupa, ia terlibat dalam teror 4 ilmuwan Iran lain, dan mungkin saja di sisa-sisa masa pemerintahan Trump, ia akan melakukan aksi teror lain.
 
"Iran bisa saja melancarkan pembalasan segera, banyak target di Israel yang bisa dijangkau, dan kedutaan-kedutaan besar rezim ini bisa dijadikan target, ini akan menjadi pendahuluan pembalasan yang lebih besar, sebagaimana pasca teror Jenderal Qassem Soleimani di Irak, pangkalan militer Amerika jadi sasaran rudal Iran, yang memaksa Washington mengurangi jumlah pangkalannya dari 13 menjadi tiga saja, dan menarik 500 tentaranya dari Irak," papar Rai Al Youm.
 
Koran berbahasa Arab yang berbasis di Inggris itu menegaskan, para pemimpin Iran tidak akan pernah masuk jebakan Amerika. Mereka tidak segera membalas karena dua alasan utama, pertama, pembalasan semacam ini butuh waktu, dan pelaku yang tepat untuk menjamin kesuksesan, kedua, Iran siap menahan amarahnya, dan menunda pembalasan, karena kelak ia akan mendapatkan sejumlah capaian yang lebih berharga.
 
Akan tetapi, imbuhnya, minggu-minggu ke depan, kawasan akan dipenuhi berbagai peristiwa mengejutkan, dan pembalasan besar pasti dilakukan Iran, namun setiap langkah pasti punya pengecualian tersendiri. (HS)

Tags