Des 04, 2020 01:24 Asia/Jakarta
  • Penyerahan sistem pertahanan rudal S-400 oleh Rusia ke Turki. (dok)
    Penyerahan sistem pertahanan rudal S-400 oleh Rusia ke Turki. (dok)

Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu menyatakan bahwa kepemilikan Ankara atas sistem pertahanan rudal S-400 Rusia, tidak menimbulkan ancaman apapun bagi NATO.

Hal itu disampaikan menlu Turki dalam pertemuan virtual Mediterranean Dialogue (MED) yang diselenggarakan oleh Italia pada hari Kamis (3/12/2020), seperti dilansir Sputniknews.

“Amerika Serikat mengklaim bahwa kepemilikan sistem pertahanan rudal S-400 oleh Turki sebagai lubang bagi sistem NATO. Tapi kami yakin tidak demikian karena sistem ini dikendalikan oleh Turki,” kata Cavusoglu.

Keputusan Turki membeli sistem rudal S-400 buatan Rusia memicu reaksi negatif dari AS dan NATO. Washington masih berusaha untuk mendorong Ankara agar menghentikan penerimaan sistem rudal ini dari Moskow.

Washington juga mencoret Ankara dari program pengembangan pesawat tempur generasi kelima F-35 dan mengancam sanksi sepihak atas pembelian sistem pertahanan udara S-400.

Cavusoglu meminta AS untuk meninggalkan bahasa ancaman dan menyatakan harapan bahwa Ankara dapat melakukan dialog yang konstruktif di bawah kepemimpinan Presiden terpilih AS Joe Biden. (RM)

Tags