Des 24, 2020 18:23 Asia/Jakarta
  • Donald Trump, Presiden AS
    Donald Trump, Presiden AS

Donald Trump memveto RUU anggaran militer $ 740 miliar negara ini. RUU itu disetujui oleh anggota Kongres dan mendapat dukungan dari kedua partai besar AS. Dengan demikian, Trump menunjukkan bahwa bahkan di akhir masa jabatannya, dia tidak bersedia untuk berubah atau mundur dari sikap sebelumnya.

Senat menyetujui RUU anggaran militer 2021 dengan 84 suara mendukung dan hanya 13 yang menentang. Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat AS mengesahkan RUU dengan 355 suara mendukung dan 78 menentang.

Donald Trump, Presiden AS

Trump tidak senang dengan RUU anggaran yang disahkan di Kongres AS karena berbagai alasan. Salah satu alasan veto Trump adalah bahwa RUU itu menyerukan perubahan nama pangkalan yang dinamai para jenderal di era perbudakan Amerika. Sementara Trump menegaskan nama-nama jenderal Konfederasi dalam Perang Saudara AS tetap berada di beberapa pangkalan militer. Faktanya, salah satu alasan pemecatan Menteri Pertahanan Mark Esper saat itu adalah penekanannya pada kebutuhan untuk mengganti nama berbagai pangkalan ini, yang membuat marah Trump.

Tetapi alasan utama Trump bersikeras menentang RUU anggaran $ 740 miliar adalah karena dia mengklaim itu untuk kepentingan Cina.

"RUU ini bertentangan dengan upaya pemerintah saya untuk memprioritaskan keamanan nasional dan langkah-langkah kebijakan luar negeri kami," tulisnya dalam sebuah surat kepada Kongres setelah RUU itu dikembalikan.

Sebelum RUU anggaran militer 2021 disahkan, Trump mengancam akan memveto karena dia menentang bagian-bagian dari RUU tersebut - termasuk yang terkait dengan Cina dan Afghanistan. "Cina adalah pemenang terbesar dari RUU anggaran pertahanan kami. Saya akan memveto itu!" cuitnya setelah RUU itu disahkan di Kongres.

Terkait Cina, Trump meyakini bahwa RUU anggaran militer 2021 tidak memberikan langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah ekspansionisme Cina di Asia Timur, terutama di Laut China Selatan. Tentu saja, klaim Trump sejalan dengan pendekatan anti-Cina dan meningkatkan konfrontasi dengan Beijing.

Alasan penting lainnya untuk veto Trump atas RUU tersebut adalah karena hal itu mencegah pengurangan pasukan AS di Afghanistan, masalah yang diminati Trump. Faktanya, Trump berusaha meminimalkan kehadiran mereka di Afghanistan untuk memenuhi slogannya mengembalikan pasukan AS yang ditempatkan di Afghanistan. Sementara konsensus dua partai di Amerika Serikat adalah tentang perlunya pasukan ini tetap berada di Afghanistan.

RUU pertahanan 2021 menetapkan bahwa pengurangan lebih lanjut pasukan di Afghanistan dari level 4.500 saat ini akan bergantung pada Pentagon dan lembaga lain yang melapor ke Kongres dan pembahasan situasi di Afghanistan. RUU itu akan memungkinkan Kongres untuk menangguhkan anggaran jika lebih banyak pasukan yang dikurangi, yang dapat menyebabkan penutupan pemerintahan Trump.

Langkah Trump disambut dengan reaksi yang sama dari Partai Republik dan Demokrat. "Saya menantikan upaya Presiden yang sia-sia dan konyol untuk merusak keamanan nasional kita," kata Senator Demokrat Mark Warner dalam sebuah pernyataan.

Senator Demokrat Mark Warner

"RUU tersebut telah menjadi undang-undang secara langsung dalam 59 tahun terakhir karena ini merupakan masalah vital bagi keamanan nasional dan pasukan kami. Kali ini seharusnya tidak menjadi pengecualian," kata Jim Inhofe, Ketua Komite Angkatan Bersenjata Senat Republik.

Kongres AS sekarang memiliki waktu hingga 3 Januari untuk menggagalkan veto Trump. Mengingat dukungan kuat (lebih dari 80 persen) dari anggota Kongres untuk RUU tersebut, veto Presiden AS diharapkan akan dibatalkan.

Tags