Jan 22, 2021 16:00 Asia/Jakarta
  • Ilustrasi pesawat milik maskapai Maroko.
    Ilustrasi pesawat milik maskapai Maroko.

Rezim Zionis Israel dilaporkan telah menandatangani sebuah perjanjian dengan pemerintah Maroko untuk membuka penerbangan langsung.

Seperti dilansir surat kabar Yedioth Ahronoth, perjanjian itu dicapai pada hari Kamis (21/1/2021), tetapi tidak diumumkan detail kesepakatan dan pemerintah Rabat juga belum berkomentar tentang hal ini.

Ini adalah kesepakatan penerbangan ketiga yang ditandatangani baru-baru ini antara rezim Zionis dan negara-negara Arab, setelah kesepakatan serupa dicapai dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain.

Penerbangan langsung pertama dari Tel Aviv ke Rabat pernah dilakukan pada Desember 2020 untuk membawa delegasi Amerika dan rezim Zionis ke Maroko.

Pemerintah Maroko menutup kantor komunikasinya di Tel Aviv pada tahun 2000, bersamaan dengan pecahnya intifada kedua Palestina. Namun setelah mendapat tekanan dan bantuan dana dari pemerintahan Donald Trump, Rabat setuju untuk menjalin hubungan diplomatik dengan Tel Aviv.

Maroko menjadi negara Arab keempat yang menyetujui normalisasi hubungan dengan Israel pada 2020, setelah UEA, Bahrain, dan Sudan. (RM)

Tags