Feb 13, 2021 13:52 Asia/Jakarta
  • Jen Psaki
    Jen Psaki

Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki pada Jumat (12/2/2021) malam meminta Republik Islam Iran untuk kembali ke komitmen penuh dalam kesepakatan nuklir, JCPOA. Permintaan tersebut dilontarkan Psaki tanpa menyinggung keluarnya Amerika Serikat dari JCPOA yang dilakukan secara ilegal.

Seperti dilaporkan FNA, Jen Psaki mengklaim bahwa jika Iran kembali ke komitmennya dalam JCPOA, maka AS juga akan melakukan hal serupa.

Klaim jubir Gedung Putih tersebut sama halnya dengan mengulang ketamakan Washington terkait JCPOA

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada hari Jumat menyatakan bahwa kembalinya Washington ke JCPOA bergantung pada implementasi penuh komitmen Iran.

JCPOA

Rahbar atau Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei dalam pidatonya pada Ahad lalu menyinggung stemen para pejabat Eropa dan Amerika terkait JCPOA dan juga sanksi AS terhadap Iran.

"Republik Islam Iran akan kembali pada komitmennya dalam perjanjian nuklir JCPOA ketika Amerika Serikat mencabut semua sanksi dalam praktik, dan bukan hanya lisan atau tulisan saja, serta pencabutan sanksi tersebut diverifikasi oleh Iran,' kata Ayatullah Khamenei.

Rahbar menegaskan, inilah kebijakan Republik Islam Iran yang definitif dan tidak dapat diubah, dan semua pihak dari berbagai tingkatan jabatan negara [di Iran], tidak ada yang akan menyimpang darinya.

AS memutuskan secara sepihak untuk keluar dari perjanjian nuklir JCPOA dan memulihkan sanksi nuklir terhadap Iran pada hari Selasa, 8 Mei 2018. Keputusan yang melanggar komitmen Washington dalam JCPOA ini diumumkan oleh mantan Presiden AS Donald Trump. 

Menyusul keluarnya AS secara sepihak dari JCPOA, Iran berusaha mempertahankan kesepakatan ini dengan syarat pihak seberang menjalankan komitmennya, namun Eropa tidak menunjukkan prestasi apapun dalam langkah praktis yang dijanjikannya untuk mempertahankan kesepakatan internasional ini.

Dalam kondisi seperti ini, Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran pada 8 Mei 2019, setahun setelah keluarnya AS dari JCPOA, menyatakan, Iran berdasarkan pasal 26 dan 36 JCPOA akan menurunkan secara bertahap komitmennya dalam kesepakatan nuklir ini sehingga tercapai keseimbangan antara hak dan kewajiban.

Pemerintah Iran Ahad 5 Januari 2020 dalam statemennya juga mengumumkan langkah kelima dan terakhir penurunan komitmennya dalam JCPOA.

Berdasarkan pasal 26 dan 36 JCPOA, jika pihak seberang tidak patuh terhadap komitmennya, Iran berhak menghentikan secara penuh atau sebagian komitmennya. (MF)

 

Tags