Feb 17, 2021 15:04 Asia/Jakarta
  • Antony Blinken
    Antony Blinken

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Selasa (16/2/2021) malam seraya mengulang sikap Washington sebelumnya terkait pentingnya Iran kembali ke komitmen penuhnya di JCPOA menyatakan, sekedar dimulainya JCPOA masih belum cukup.

Menurut laporan FNA, Antony Blinken saat diwawancarai National Public Radio tanpa mengisyaratkan keluarnya AS secara ilegal dari JCPOA mengklaim, "Jika Iran kembali ke JCPOA, Washington juga akan melakukan hal serupa di mana hal ini membutuhkan sebuah kesepakatan lebih panjang dan lebih sulit."

Menlu AS menilai kembali ke JCPOA sebagai sebuah langkah awal yang penting, namun masih belum cukup dan ia menuntut tercapainya sebuah kesepakatan baru dengan Iran.

AS keluar dari JCPOA

Seraya mengulang tudingan tak berdasar petinggi Washington terhadap program nuklir damai Iran, Blinken mengklaim, saat ini jalur diplomasi terbuka, namun Iran menjauh dari komitmen di kesepakatan nuklir.

Pemerintah Joe Biden yang sebelumnya berjanji kembali ke JCPOA dan mencabut sanksi ilegal terhadap Iran, setelah berkuasa di Gedung Putih memberi syarat janjinya tersebut dengan pelaksanaan penuh komitmen Iran.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ahad pekan lalu saat menyinggung statemen petinggi Eropa dan Amerika terkait JCPOA dan sanksi Washington mengatakan, Iran akan kembali ke komitmennya ketika Amerika mencabut seluruh sanksi secara praktis bukan sekedar ucapan dan di atas kertas, pencabutan sanksi ini juga harus diverifikasi Iran. Ini kebijakan pasti Iran dan tidak dapat diubah serta disetujui seluruh pejabat dan tidak ada yang dapat mundur dari sikap ini.

Mantan Presiden AS Donald Trump Selasa 8 Mei 2018 secara sepihak dan melanggar komitmen Washington di JCPOA mengumumkan negaranya keluar dari kesepakatan internasional ini serta memulihkan sanksi nuklir terhadap Tehran.

Menyusul keluarnya AS secara sepihak dan ilegal dari JCPOA pada 8 Mei 2018, Iran berusaha mempertahankan kesepakatan ini dengan syarat pihak seberang menjalankan komitmennya, namun Eropa tidak menunjukkan keberhasilan secara praktis di janjinya untuk mempertahankan JCPOA.

Di kondisi seperti ini, Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran pada 8 Mei 2019 di peringatan setahun keluarnya AS dari JCPOA menyatakan, Iran berdasarkan Pasal 26 dan 36 JCPOA menurunkan komitmennya di kesepakatan ini secara bertahap sehingga tercapai keseimbangan antara kewajiban dan hak.

Pemerintah Iran Ahad 5 Januari 2021 di statemennya mengumumkan penurunan final komitmen di JCPOA.

Berdasarkan Pasal 26 dan 36 JCPOA, jika pihak seberang tidak mematuhi komitmennya maka Iran berhak menghentikan komitmennya secara penuh atau sebagian. (MF)

Tags