Feb 25, 2021 17:01 Asia/Jakarta

Menteri Luar Negeri Afghanistan melakukan kunjungan ke Moskow, ibukota Rusia, untuk membahas proses perdamaian negara ini dan masalah regional.

Dalam kunjungannya ke Rusia, Menteri Luar Negeri Afghanistan Mohammad Hanif Atmar melakukan pertemuan dengan beberapa pejabat Moskow, termasuk Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov.

Menteri Luar Negeri Afghanistan berada di Rusia untuk membicarakan masalah perdamaian di negaranya, sementara Zamir Kabulov, Utusan khusus Moskow untuk Afghanistan pekan lalu mendukung pembentukan pemerintahan sementara, dan mendapat tanggapan tajam dari para pejabat Kabul.

Zamir Kabulov, Utusan khusus Rusia untuk Afghanistan

Dari sudut pandang rakyat dan pemerintah Afghanistan, segala rencana yang membahayakan posisi pemerintahan berkuasa yang dipilih melalui pemilu dan proses demokrasi, bertentangan dengan UUD dan hak-hak rakyat negara ini.

Rencana pembentukan pemerintahan sementara di Afghanistan merupakan salah satu usulan yang diajukan oleh Amerika Serikat dan beberapa negara. Tujuannya untuk membujuk Taliban agar mengakhiri perang dan menyetujui gencatan senjata permanen di Afghanistan. Rencana ini juga didukung oleh beberapa kelompok politik oposisi Presiden Afghanistan Mohammad Ashraf Ghani.

Pernyataan terbaru Kabulov, Utusan khusus Rusia untuk Afghanistan, dalam mendukung pembentukan pemerintahan sementara di Afghanistan, bertentangan dengan harapan para pejabat Kabul bahwa proses perdamaian Afghanistan akan efektif.

Pemerintah Afghanistan mengharapkan negara-negara di kawasan untuk mendukung sikap prinsip Kabul karena pembicaraan damai dengan Taliban di Qatar menemui jalan buntu.

Pemerintah Afghanistan meminta masyarakat internasional, khususnya negara-negara kawasan untuk menekan Taliban agar mematuhi gencatan senjata sementara untuk membangun kepercayaan dalam pembicaraan antar-Afghanistan. Taliban juga diharapkan untuk tidak mensyaratkan kemajuan dalam proses usaha dan penjajakan untuk menciptakan perdamaian di Afghanistan dengan implementasi berbagai komitmen Amerika Serikat dalam nota kesepakatan damai.

Pemerintah Afghanistan sebenarnya mengharapkan berbagai negara memainkan peran yang efektif dalam proses perdamaian berdasarkan garis besar Kabul terkait mekanisme komunitas internasional menyikapi Taliban dalam perundingan damai. Namun dukungan dari beberapa aktor, termasuk Rusia, untuk pembentukan pemerintahan sementara di Afghanistan, tidak dapat berada di jalur yang diharapkan negara ini.

Dalam keadaan seperti itu, lawatan Menteri Luar Negeri Afghanistan ke Rusia dilakukan untuk menemui beberapa pejabat negara ini guna menjelaskan bagaimana aktor regional dan trans-regional berperan dalam proses perdamaian Afghanistan yang sejalan dengan kepentingan dan keamanan nasional negara ini. Selain itu, kunjungan ini sekaligus menyatakan alasan penolakan Kabul terhadap rencana untuk membentuk pemerintahan sementara.

Para pejabat pemerintah Afghanistan mengharapkan keterlibatan berbagai negara di dalam proses perdamaian di negara itu yang didasarkan pada dukungan terhadap pemerintah Afghanistan saat ini, melindungi UUD dan prinsip vital republik di negara tersebut. Pada saat yang sama, mereka harus menahan diri dari mengangkat masalah apa pun yang memperkuat tuntutan irasional Taliban atas prinsip demokrasi.

Pertemuan Ashraf Ghani, Presiden Afghanistan dengan tim perunding Taliban

Pernyataan terbaru Komandan Angkatan Darat Pakistan tentang penentangan negaranya terhadap dominasi Taliban di Afghanistan adalah contoh harapan Kabul tentang bagaimana aktor regional dan trans-regional berpartisipasi dalam proses perdamaian di negara itu.

Dengan demikian, segala bentuk dukungan dengan cara memberi kompensasi kepada kelompok ini harus dihindari. Selain itu, keinginan Taliban masuk ke struktur kekuasaan politik hanya dapat dilakukan dengan merujuk pada suara rakyat dan lewat pemilu. (SL)

Tags