Feb 27, 2021 21:38 Asia/Jakarta
  • Mohammed bin Salman
    Mohammed bin Salman

Seorang peneliti Timur Tengah di Amerika Serikat dalam artikelnya yang dimuat Politico, memperingatkan kemungkinan terulangnya Revolusi Islam Iran di Arab Saudi.

Annelle Sheline, peneliti Timur Tengah di Quincy Institute for Responsible Statecraft dalam artikelnya di Politico, Jumat (26/2/2021) menulis, rilis laporan pembunuhan Jamal Khashoggi di Istanbul yang melibatkan Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman, ada kaitannya dengan upaya Presiden Amerika Joe Biden untuk mengatur ulang hubungan dengan Riyadh.
 
Ia menambahkan, status quo di Saudi tidak akan berlanjut, maka dari itu harus diambil kebijakan mendasar. Bergerak ke arah normalitas di Saudi berarti pecahnya sebuah revolusi lain di negara ini atau melemahnya pemerintahan otoriter.
 
"Biden harus mendukung Saudi dalam transisi ini. Namun untuk mencegah terulangnya revolusi seperti di Iran yang menyebabkan Tehran memusuhi Amerika selama 40 tahun, ia harus mendukung normalisasi di Saudi, terlepas dari keterlibatan Bin Salman dalam pembunuhan Khashoggi," paparnya. (HS)

Tags