Mar 02, 2021 11:04 Asia/Jakarta
  • Senjata nuklir AS
    Senjata nuklir AS

Presiden Filipina tidak memberikan izin bagi penempatan senjata nuklir Amerika Serikat di negaranya, dan akan membatalkan perjanjian militer antara Washington dan Manila, jika Gedung Putih bersikeras untuk mewujudkan ambisinya di Filipina.

Sputnik hari Senin (1/3/2021) melaporkan, Presiden Filipina Rodrigo Duterte dalam konferensi pers di Pangkalan Udara Pasay menegaskan Filipina memiliki kebijakan luar negeri yang independen dan tidak akan mengizinkan senjata nuklir AS disimpan di negara Asia Tenggara ini.

Konferensi pers tersebut digelar setelah Duterte menghadiri upacara penyambutan kedatangan vaksin Covid-19 dari Cina.

Ditanya tentang stok senjata nuklir AS di negaranya, Duterte mengungkapkan bahwa konstitusi Filipina melarang penyebaran senjata nuklir di wilayahnya. Duterte juga menyampaikan keprihatinan mengenai langkah Amerika Serikat membawa masuk senjata nuklir ke Filipina tanpa sepengetahuannya.

"Jika hal ini dilakukan, maka Manila akan segera membatalkan perjanjian militer dengan Washington," ujar Duterte kemarin.

Presiden Filipina baru-baru ini menetapkan syarat keberlanjutan pasukan AS di Manila dengan kompensasi pembayarannya.

Tahun lalu, Duterte secara sepihak membatalkan perjanjian militer penting dengan Washington tentang penempatan pasukan AS di Filipina sebagai protes terhadap penolakan AS terhadap visa yang diajukan pemerintahannya.(PH) 

Tags