Apr 13, 2021 10:16 Asia/Jakarta
  • Peta Ukraina dan Rusia.
    Peta Ukraina dan Rusia.

Negara-negara Barat mengadopsi pendekatan agresif dalam menyikapi krisis antara Rusia dan Ukraina yang semakin memanas dalam beberapa minggu terakhir.

Dalam hal ini, Wakil Tetap Rusia untuk Organisasi-organisasi Internasional di Wina, Mikhail Ulyanov menuding Barat mengambil pendekatan standar ganda dalam menanggapi perkembangan di kawasan dan secara khusus memperkeruh ketegangan antara Moskow dan Kiev.

"Barat memilih diam ketika Ukraina menumpuk pasukannya di Donbas. Sikap diam ini ditafsirkan oleh Kiev sebagai taktik dukungan dan mendorongnya untuk meningkatkan ketegangan, tetapi Barat menuding Rusia sebagai pemicu ketegangan ini. Situasi ini muncul karena standar ganda Barat," kata Ulyanov dalam sebuah tweet, Senin (12/4/2021).

Konflik di wilayah Donbas yang mencakup kota Donetsk dan Luhansk di timur Ukraina terjadi setelah pemerintahan pro-Barat berkuasa di Kiev. Perang saudara di Donbas telah menewaskan 14.000 orang dan konflik ini kembali membara dalam beberapa minggu terakhir, di mana militer Ukraina dan pasukan pemberontak pro-Rusia terlibat bentrokan bersenjata.

Para pejabat Ukraina menuding Rusia mengerahkan pasukan dan membantu pemberontak di Donbas, tetapi Moskow selalu membantah terlibat dalam konflik di Ukraina.

Sebelum ini, para pejabat Moskow juga mengatakan tidak terlibat dalam konflik Ukraina dan akan berusaha untuk membantu menyelesaikan konflik tersebut. Di lain pihak, Ukraina sedang berusaha memperoleh dukungan dari Barat dan Amerika Serikat dengan cara menuding Rusia sebagai pemicu krisis.

Pasukan Rusia dikerahkan di dekat perbatasan Ukraina.

Juru bicara Kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov menyamakan Ukraina seperti anak kecil yang merepotkan, yang mencoba mengesankan Rusia sebagai pihak yang terlibat dalam konflik.

Pengerahan pasukan di perbatasan Rusia dan Ukraina serta intervensi Barat telah memperburuk ketegangan di Donbas dalam beberapa minggu terakhir. Sebagian pakar bahkan memperingatkan potensi pecahnya perang di wilayah itu.

AS telah mengirimkan bantuan militer ke Ukraina dan nilai bantuan ini mencapai ratusan juta dolar, yang mencakup kendaraan lapis baja, drone, dan rudal anti-tank. Para pemimpin Eropa juga mendukung Ukraina dan bahkan mendorong kehadiran pasukan NATO untuk membantu negara itu.

Ketua Komisi Urusan Internasional Duma Rusia, Leonid Slutsky mengatakan Barat memprovokasi Rusia agar memulai perang dengan Ukraina dan kami tidak akan membiarkan Barat menyeret Moskow ke dalam perang atau konfrontasi berbahaya lainnya.

Perkembangan saat ini tampaknya menjadi peluang yang baik bagi para pejabat Barat dan AS untuk memanfaatkan konflik Ukraina dengan tujuan menemukan cara baru untuk menekan Rusia.

Negara-negara Barat dengan menerapkan sanksi dan tekanan, telah lama berusaha memaksa Rusia untuk mengikuti dikte mereka, dan Barat sekarang memanfaatkan konflik Ukraina untuk meningkatkan tekanan terhadap Kremlin.

Namun, pemerintah Rusia bersikeras untuk menghindari perang atau konflik apapun di wilayah tersebut. (RM)

Tags