Apr 13, 2021 20:20 Asia/Jakarta
  • Sergei Ryabkov
    Sergei Ryabkov

Deputi menteri luar negeri Rusia menekankan dilanjutkannya aktivitas instalasi nuklir Bushehr di selatan Iran meski ada sanksi dari Amerika Serikat.

Menurut laporan Klub Jurnalis Muda Iran (YJC) mengutip Sputnik, Sergei Ryabkov Selasa (13/4/2021) yakin bahwa instalasi nuklir Bushehr tidak akan berhenti karena sanksi Amerika.

Ia menyebut tidak mungkin instalasi nuklir Bushehr berhenti karena sanksi Amerika terhadap Iran, dan mengingatkan, Rusia akan tetap mempertahankan kerja samanya dengan  Iran di bidang pembangunan unit kedua dan ketiga Reaktor Bushehr.

"Berita media terkait potensi dihentikannya aktivitas instalasi nuklir Bushehr tidak benar dan sekedar rumor," tambah Ryabkov.

Unit pertama instalasi nuklir Bushehr dengan kemampuan produksi 1000 megawatt listrik resmi beroperasi tahun 2011 dan mensuplai listrik ke berbagai wilayah negara ini.

Sementara acara peletakan batu pertama pembangunan unit 2 instalasi nuklir Bushehr digelar 10 November 2019.

Setelah pengopersian unit kedua dan ketiga instalasi nuklir Bushehr, kapasitas listrik tenaga nuklir Iran akan meningkat menjadi 3.144 megawatt.

Interaksi dan kerja sama nuklir Iran dan rusia, meski ada kondisi sulit dan pembatasan akibat pandemi Corona, tengah dijalankan dengan menjaga protokol kesehatan dan sesuai dengan program yang disusun.

Berlanjutnya aktivitas nuklir di instalasi nuklir Bushehr mencapi produksi listrik permanen bertenaga atom dan pembangunan instalasi nuklir baru menunjukkan resistensi Iran melawan sanksi zalim Barat, kerja sama berkesinambungan dan status sipil program nuklir ini serta kemampuan para teknisi industri nuklir Iran. (MF)

 

Tags