Apr 15, 2021 10:52 Asia/Jakarta
  • Antony Blinken.
    Antony Blinken.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, menyebut keputusan Iran memperkaya uranium ke tingkat 60 persen sebagai provokatif, tanpa menyinggung aktor yang harus bertanggung jawab atas serangan teroris di situs nuklir Natanz.

Hal itu disampaikan Blinken dalam konferensi pers bersama dengan Sekjen NATO Jens Stoltenberg dan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin di Brussels, Rabu (14/4/2021) malam, seperti dilansir IRNA.

Menurut Blinken, langkah tersebut mengundang pertanyaan tentang keseriusan Iran dalam pembicaraan nuklir di Wina, dan penting untuk melihat bagaimana Iran akan kembali memenuhi kewajiban kesepakatan nuklir JCPOA.

"Saya pikir AS telah menunjukkan keseriusannya, dan sekarang giliran Iran untuk membuktikannya," tambahnya.

Namun, Blinken lupa bahwa pemerintah AS secara sepihak telah keluar dari JCPOA dan sekutu utama mereka di Asia Barat juga bertanggung jawab atas serangan teroris di situs nuklir Natanz, Iran.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengumumkan pada Rabu malam bahwa Iran hampir merampungkan persiapan untuk memulai pengayaan 60 persen di Natanz.

"Iran berniat menambahkan 1.024 sentrifugal IR-1 di situs nuklir Natanz," kata IAEA. (RM)

Tags