Apr 24, 2021 19:13 Asia/Jakarta
  • Kapal Selam KRI Nanggala-402.
    Kapal Selam KRI Nanggala-402.

Perkembangan di negara-negara Asia Tenggara selama sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting termasuk hilangnya kapal selam Indonesia ketika akan melakukan latihan militer di perairan Bali.

KRI Nanggala-402 mengalami hilang kontak di perairan utara Bali, Rabu (21/4/2021), sekitar pukul 04.25 WIB. Kapal selam mengalami kontak hilang ketika akan menerima otoritasi peluncuran torpedo nomor 8

Peluncuran torpedo ini merupakan rangkaian kegiatan latihan yang tergabung dalam Gugus Tugas Penembakan Senjata Strategis TNI AL. Latihan ini sedianya digelar Kamis (22/4/2021). Akan tetapi, akibat peristiwa ini latihan tersebut dibatalkan.

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menyebut petugas telah bekerja keras dalam upaya mencari KRI Nanggala-402 yang hilang kontak di perairan utara Bali, Rabu (21/4/2021), sekitar pukul 04.25 WIB. Hal itu disampaikan Prabowo dalam konferensi pers di Bali, Kamis (22/4/2021).

"Usaha pencarian sudah dilakukan intensif. Nanti Panglima yang akan berikan penjelasn detail," ujar Prabowo dikutip dari Kompas TV, Kamis siang

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyebutkan ada tiga negara yang akan membantu operasi pencarian dan penyelamatan kapal selam KRI Nanggala 402 yang lost contacts di Perairan Bali pada Rabu (21/4/2021) kemarin.

"Di lapangan akan dibantu instansi pemerintah lainnya. Seperti Polri, KNKT, BPPT, dan Basarnas. Termasuk bantuan datang dari Singapura, Malaysia, dan Australia. Kita semua berharap upaya pencarian akan membuahkan hasil dan menumbuhkan harapan menyelamatkan seluruh personel KRI Nanggala 402," ujar Hadi Tjahjanto di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Bali pada Kamis (22/4/2021) seperti dilansir Sindonews.

Ia menyebutkan prihatin atas kejadian nahas hilang kontaknya kapal selam KRI Nanggala 402 tersebut dan telah memerintahkan seluruh jajaran prajurit TNI untuk membantu dan mendukung operasi pencarian kapal selam.

"Kita prihatin dengan kejadian yang dialami prajurit KRI Nanggala 402. Personel yang on board di dalamnya. Rabu 21 April 2021, KRI Nanggala hilang kontak saat melakukan penembakan torpedo di Utara Laut Bali. Pencarian masih dilakukan oleh prajurit TNI AL. Seluruh prajurit sedang melakukan upaya pertolongan dan pencarian," jelas Hadi.

Sebelumnya, Kapuspen TNI, Mayjen TNI Achmad Riad menegaskan kapal selam KRI Nanggala 402 sampai Kamis (22/4/2021) belum ditemukan.

Hal tersebut disampaikan Achmad Riad saat memberikan keterangan pers kepada awak media di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Bali pada Kamis (22/4/2021) pagi.

"Jadi saya sampaikan sampai saat ini belum ditemukan, memang ada sejumlah temuan visual tapi itu bukan menjadi dasar identifikasi," ujar Achmad Riad.

Ia menyebutkan terdapat temuan tumpahan minyak dan bau solar di beberapa lokasi berbeda. Temuan tersebut terlihat secara visual oleh sejumlah alutsista TNI yang dikerahkan untuk melakukan pencarian.

Achmad Riad melanjutkan penjelasannya. Di samping laporan temuan minyak, KRI RE Martadinata 331 menyampaikan laporan lisan terdeteksi pergerakan di bawah air dengan kecepatan 2,5 knots kemudian kontak tersebut menghilang. Sehingga dari hal tersebut tidak cukup data untuk mengidentifikasi kontak dimaksud sebagai kapal selam.

"Jadi saya tegaskan berbagai berita bahwa 21 jam sudah ditemukan itu tidak bisa menjadi dasar. Rekan-rekan media tidak membuat analisis data, ataupun memberitakan data yang belum pasti diketahui kebenarannya. Sampai saat ini kami masih dilakukan pencarian. Selain KRI Rigel 933. 5 KRI dan 1 helikopter dengan kekuatan 400 orang," pungkasnya.

Kapal MV Swift Rescue.

Malaysia-Singapura Kirim Kapal Canggih Cari KRI Nanggala

Kapal penyelamat dari Malaysia dan Singapura dikerahkan untuk membantu pencarian kapal selam TNI AL yang hilang.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Achmad Riad mengatakan pada Kamis (22/4), Singapura mengirimkan kapal MV Swift Rescue.

"Kapal MV Swift Rescue diperkirakan tiba di lokasi pada 24 April," katanya dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Channel News Asia.

Menteri Pertahanan Singapura Ng Eng Hen menyatakan, kapal penyelamat kapal selam Singapura dikirim secepatnya setelah Kepala Staf AL Singapura menerima permintaan bantuan dari Indonesia.

"Tim medis juga ditambahkan ke kru reguler jika perawatan hiperbarik diperlukan," ungkap Ng Eng Hen, seperti dilansir Channel News Asia.

"Hubungan militer kami dengan Indonesia sangat erat, dibangun selama bertahun-tahun lewat latihan bilateral dan keterlibatan di semua tingkatan. Wajar jika kami melakukan apa pun yang kami bisa untuk membantu di saat-saat seperti ini," ujarnya.

Kapal penyelamat MV Mega Bakti dari Malaysia, sementara itu, kemungkinan tiba pada pukul 16.00 waktu setempat pada Minggu (25/4).

Kapal yang membawa personel Angkatan Laut Malaysia telah meninggalkan kota Kinabalu untuk bergabung dalam misi pencarian hilangnya KRI Nanggala-402 pada hari Kamis.

Panglima Junta Militer Myanmar Hadiri KTT ASEAN di Jakarta

Panglima Junta Militer Myanmar, Min Aung Hlaing hari ini tiba di Jakarta, ibu kota Indonesia untuk menghadiri KTT ASEAN yang akan membahas krisis yang menimpa negaranya.

Kunjungan Jenderal Min Aung Hlaing ke Jakarta hari Sabtu (24/4/2021) menjadi perjalanan luar negeri pertamanya yang dilakukan sejak junta militer mengambilalih kekuasaan dari tangan sipil yang dipimpin Aung San Suu Kyi.

Malaysia dan Indonesia telah menyerukan digelarnya KTT ASEAN untuk membahas krisis di Myanmar, dengan dukungan Brunei dan Singapura.

Sebelumnya, sejumlah organisasi masyarakat Indonesia menyuarakan penolakan atas rencana kehadiran panglima junta militer Myanmar, Min Aung Hlaing dalam KTT ASEAN.

Penolakan itu disampaikan dalam pernyataan bersama sejumlah ormas, di antaranya KontraS, FORUM-ASIA, Amnesty International Indonesia, AJAR, Milk Tea Alliance Indonesia, Serikat Pengajar HAM, Human Rights Working Group, Migrant CARE, Asia Democracy Network, Kurawal Foundation, hingga SAFEnet.

Lembaga Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) mencatat sebanyak 738 orang tewas sejak kudeta berlangsung, dan 3.261 ditangkap.

Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin

PM Malaysia Hadiri KTT ASEAN di Jakarta

Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin akan menghadiri KTT ASEAN yang membahas krisis Myanmar.

Kehadiran Perdana Menteri Malaysia disampaikan Menteri Luar Negeri Malaysia, Hishammuddin Hussein melalui akun Twitter resminya pada Rabu (21/4/2021).

"Sulten Brunei selaku Ketua ASEAN mengundang PM Muhyiddin Yassin untuk menghadiri KTT di Sekretariat ASEAN di Jakarta Sabtu ini," tulis Hishamuddin.

Ia juga memastikan akan hadir mendampingi PM Malaysia pada KTT ASEAN Jakarta.

KTT ASEAN yang akan membahas krisis Myanmar setelah kudeta militer akan digelar di Jakarta, Indonesia pada Sabtu, 24 April 2021.

Para pemimpin negara Asia tenggara berupaya menemukan solusi untuk penyelesaian krisis Myanmar pascakudeta yang dilancarkan junta militer.

PM Thailand Tidak akan Hadiri KTT ASEAN Bahas Krisis Myanmar

Perdana Menteri Thailand Prayut Chan o-Cha menyatakan tidak akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Jakarta yang akan membahas krisis Myanmar.

Bangkok Post Senin (19/4/2021) melaporkan, Prayut Chan o-Cha mengirimkan Menteri Luar Negeri Thailand, Don Pramudwinai sebagai perwakilan negaranya untuk menghadiri KTT ASEAN.

KTT ASEAN yang akan membahas krisis Myanmar setelah kudeta militer akan digelar di Jakarta, Indonesia pada Sabtu, 24 April 2021.

Para pemimpin negara Asia tenggara berupaya menemukan solusi untuk penyelesaian krisis Myanmar pascakudeta yang dilancarkan junta militer.

Pemimpin kudeta Myanmar Myanmar, Panglima Militer Jenderal Min Aung Hlaing dikabarkan akan diundang menghadiri konferensi tingkat tinggi (KTT) ASEAN di Jakarta.

Militer Myanmar

Junta Militer Myanmar Akui Terima Senjata dari Negara Lain

Junta militer Myanmar mengonfirmasi bahwa pihaknya masih melakukan kerja sama militer dan menerima senjata dari negara lain.

“Tidak ada negara yang menghentikan pengiriman senjata ke negara ini,” kata juru bicara militer Myanmar, Jenderal Zaw Min Tun, seperti dikutip kantor berita Sputnik, Jumat (23/4/2021).

“Myanmar dan Rusia terus bekerja untuk melaksanakan kontrak-kontrak pertahanan,” tambahnya.

Jenderal Zaw menuturkan bahwa pada Januari lalu, kami menjamu Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu dan rombongan, dan ada beberapa perjanjian yang ditandatangani.

Beberapa anggota Dewan Keamanan PBB, termasuk Amerika Serikat, Estonia dan Norwegia, menyerukan embargo senjata terhadap junta militer Myanmar.

Militer Myanmar melakukan kudeta terhadap pemerintahan sipil pada 1 Februari 2021 dengan alasan kecurangan pemilu. Namun, rakyat Myanmar menyerukan demokrasi dan menolak junta militer. Ratusan orang tewas selama aksi penumpasan yang dilakukan militer.

Malaysia akan Tekan Myanmar agar Menerima Tim Pemantau

Pemerintah Malaysia akan berusaha memperoleh izin agar para pemantau dapat masuk ke Myanmar pada KTT Luar Biasa ASEAN di Jakarta.

Seperti dilaporkan Radio Free Asia, Menteri Luar Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein pada Rabu (21/4/2021) mengatakan, "Kami berharap dengan KTT ASEAN di Jakarta, junta militer Myanmar akan menyetujui kedatangan perwakilan ASEAN di negara itu untuk memantau dan membantu menormalkan situasi."

"Perdana Menteri Muhyiddin Yassin akan menghadiri KTT ASEAN di Jakarta pada hari Sabtu (24/4/2021)," tambahnya.

Penguasa militer Myanmar Min Aung Hlaing juga dikabarkan akan menghadiri pertemuan tersebut.

Malaysia dan Indonesia menyerukan pertemuan puncak para pemimpin ASEAN untuk membahas krisis di Myanmar, sebuah langkah yang sangat didukung oleh Singapura.

Hishammuddin mengatakan bahwa ia menegaskan kembali sikap Malaysia tentang situasi di Myanmar kepada sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa malam.

"Baru saja menerima panggilan telepon dari Sekjen PBB Antanio Guterres. Berbicara tentang Myanmar dan mengulangi sikap Malaysia bahwa kekerasan harus dihentikan, tahanan politik harus dibebaskan, dan perwakilan ASEAN harus diizinkan untuk bertemu dengan semua pihak yang terlibat,” tegasnya.

Militer Myanmar melakukan kudeta terhadap pemerintahan sipil pada 1 Februari 2021 dengan alasan kecurangan pemilu. Namun, rakyat Myanmar menyerukan demokrasi dan menolak junta militer. Ratusan warga tewas selama aksi penumpasan yang dilakukan militer.

Bendera negara-negara anggota ASEAN

Upaya Menyelesaikan Konflik di Myanmar

KTT ASEAN atau ASEAN Leaders Meeting (ALM) akan digelar di Gedung Sekretariat ASEAN Jakarta Selatan, Sabtu (24/4/2021), pukul 14.00 WIB.

Para pemimpin negara ASEAN termasuk Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan fokus pada KTT ASEAN ini membahas soal kondisi di Myanmar.

"(KTT ASEAN) akan dimulai jam 14.00 WIB," kata Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono seperti dikutip Liputan6.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyebut KTT ini merupakan pertemuan tatap muka pertama para pemimpin negara ASEAN di tengah pandemi Covid-19. Sejumlah pemimpin negara ASEAN telah hadir, mamun ada tiga pemimpin yang absen kali ini.

"Per saat ini, 3 pemimpin menyatakan tidak dapat hadir yaitu Thailand, Laos dan Filipina. PM Thailand menyampaikan permintaan maaf tidak dapat hadir karena situasi Covid di dalam negeri Thailand," kata Retno.

Sementara Perdana Menteri Vietnam telah tiba di Indonesia sejak Jumat (23/04/2021) dan melakukan pertemuan dengan Presiden RI Joko Widodo.

Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh dalam pembicaraannya dengan Presiden Joko Widodo mengapresiasi Indonesia yang telah menginisiasi pertemuan para pemimpin ASEAN pada Sabtu (24/4/2021) guna menentukan solusi menyelesaikan krisis politik di Myanmar.

Perdana Menteri (PM) Malaysia, Muhyiddin Yassin, tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, untuk menghadiri ASEAN Leaders’ Meeting. Ia tiba di Provinsi Banten pada Sabtu, 24 April 2021, sekira pukul 07.43 WIB.

PM Malaysia disambut oleh Kepala Protokol Negara (KPN) Andy Rachmianto dan Perwakilan Tetap Malaysia untuk ASEAN Kamsiah Kamaruddin.

Kunjungan PM Malaysia di Indonesia dilakukan dalam rangka menghadiri ASEAN Leaders' Meeting (ALM) yang diselenggarakan pada Sabtu (24/4) di Gedung Sekretariat ASEAN, Jakarta.

Selanjutnya, PM Malaysia bersama rombongan terbatas yang menyertainya langsung bergerak menuju rangkaian kendaraan yang telah disediakan untuk menuju ruang tunggu VVIP Bandara Soekarno-Hatta Terminal 3 VIP.

Perdana Menteri (PM) Singapura, Lee Hsien Loong, juga terbang ke Jakarta pada Sabtu (24/4) untuk menghadiri pertemuan para pemimpin Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) yang secara khusus akan membahas krisis di Myanmar usai kudeta militer

Seperti dilansir Channel News Asia, Sabtu (24/4/2021), kantor PM Singapura dalam pernyataannya menyebut para pemimpin ASEAN akan membahas situasi terkini di Myanmar 'yang memiliki dampak serius terhadap perdamaian dan stabilitas ASEAN dan kawasan'.

Dalam pertemuan ini, PM Lee didampingi oleh Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balaskrishnan, dan jajaran pejabat Kementerian Luar Negeri Singapura.

Dialog Tidak Cukup Selesaikan Konflik

Para pemimpin negara-negara Asia Tenggara akan bertemu dalam KTT ASEAN pada Sabtu (24/04) di Sekretariat ASEAN di Jakarta untuk membahas dan merumuskan solusi bersama penyelesaian konflik di Myanmar.

"Dari sisi penyelenggaraan KTT itu sendiri memang atas prakarsa dari bapak presiden (Joko Widodo), agar negara ASEAN dapat melakukan suatu pertemuan tingkat tinggi yang dalam hal ini disebut high level meeting," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Teuku Faizasyah.

Faizasyah tidak dapat menyampaikan poin-poin pembahasan dalam KTT ASEAN besok (24/04), tetapi pihaknya berharap pertemuan itu mampu menghasilkan solusi terbaik bagi masyarakat Myanmar.

KTT ASEAN di Jakarta merupakan upaya internasional bersama pertama untuk meredakan krisis politik Myanmar. Namun, pertemuan tersebut juga akan menjadi ujian bagi ASEAN atas langkah kontroversinya dengan menghadirkan pemimpin junta militer Jenderal Min Aung Hlaing.

Dengan berbicara kepada Jenderal Min Aung Hlaing, ASEAN berharap dapat memulai proses kerangka kerja jangka panjang, dimulai dengan mengakhiri kekerasan, yang "diharapkan akan membantu memfasilitasi dialog di antara semua pemangku kepentingan di Myanmar, tidak hanya (dengan) rezim militer."

Prinsip-prinsip konsensus dan non-campur tangan membatasi kemampuan ASEAN dalam menanggapi pembunuhan ratusan warga sipil oleh tentara junta. Banyak pihak juga menilai pemberian undangan kepada pemimpin junta militer di pertemuan tersebut bukan langkah yang tepat karena menghalangi hubungan ASEAN dengan rakyat Myanmar. RA)

Tags