Apr 27, 2021 10:38 Asia/Jakarta
  • fasilitas nuklir Natanz, Iran
    fasilitas nuklir Natanz, Iran

Asisten khusus mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan aksi sabotase rezim Zionis Israel di situs nuklir Iran di Natanz, menguntungkan Washington.

Dalam artikel yang dimuat situs The Washington Post, Senin (26/4/2021), Dennis Ross menulis, “Sepertinya orang Iran percaya bahwa pemerintah Presiden Joe Biden takut jika tak bisa kembali ke JCPOA, dan jika program nuklir Tehran mengalami kemajuan, perang menjadi satu-satunya opsi untuk mencegah kemajuan program nuklir ini, atau Israel harus melakukan aksi militer, dan AS harus melakukan tindakan semacam ini untuk mencegah Iran dari senjata nuklir.”
 
Dennis Ross menyarankan supaya pemerintah Biden menunjukkan kesiapan menggunakan opsi lain untuk menghadapi Iran bersamaan dengan dukungan pada diplomasi.
 
“Dari sudut pandang ini, apa yang dilakukan Israel di Natanz, bukan sesuatu yang buruk. Aksi ini, pertama, memberi waktu kepada pemerintah Biden agar tidak tergesa-gesa mencapai kesepahaman dengan Iran. Kedua, jika Iran percaya bahwa AS mengetahui sabotase ini, dan tidak mencegahnya, maka itu berarti AS akan menambah biaya untuk langkah-langkah Iran, dan secara langsung maupun tidak, akan mencegah langkah-langkah Tehran,” pungkasnya. (HS) 

Tags