Apr 29, 2021 17:45 Asia/Jakarta

India telah dihantam tsunami Virus Corona dengan melonjaknya jumlah kasus harian, meroketnya jumlah kematian, dan menipisnya pasokan medis. India menjadi negara kedua setelah Amerika Serikat dalam hal jumlah kasus Covid-19.

Sebenarnya, para ahli telah memperingatkan sebelumnya bahwa India bisa menjadi ancaman yang semakin besar bagi perang global melawan Virus Corona.

Gelombang kasus Covid-19 di India mengalami lonjakan dalam tujuh hari terakhir dibandingkan negara-negara lain. Orang-orang meninggal dunia ketika mengantre mendapatkan tempat tidur di rumah sakit.

Selain itu, ketersediaan oksigen terus menurun dan rumah sakit berada di bawah tekanan yang tak kunjung reda.

Hingga hari Kamis (29/4/2021), 18.376.524 warga India terinfeksi Covid-19, dan dari jumlah ini, 204.832 orang meninggal dunia, dan 15.086.878 lainnya sembuh.

Pada hari Rabu, 3.647 orang meninggal dunia akibat terpapar Virus Corona selama 24 jam terakhir, sementa itu 379.459 orang juga terinfeksi virus berbahaya ini.

Proses kremasi jenazah juga dilakukan di luar tempat krematorium dan beroperasi selama 24 jam tanpa henti. Para pekerja kremasi bahkan mengatakan mereka tak punya waktu senggang sejak upacara pemakaman terakhir.

Para pekerja kremasi di New Delhi terpaksa membangun tumpukan kayu untuk pembakaran darurat, dengan ruang-ruang parkir dan ruang terbuka lainnya dijadikan tempat untuk kremasi.

Pihak berwenang telah menebang pohon di taman kota untuk digunakan sebagai kayu bakar. Pihak keluarga harus menunggu berjam-jam untuk menunggu giliran anggota keluarga mereka dikremasi.

Pihak keluarga juga dimintai bantuan untuk menumpuk kayu dan membantu ritual lainnya. Berdasarkan data yang dikutip dari laman India Today, jumlah jasad yang dikremasi meningkat 15 hingga 20 persen.

Menurut media-media lokal India, situasi Covid-19 di India semakin parah. Antrean pasien yang mengular di rumah sakit, kehabisan oksigen, dan penumpukan jenazah di krematorium menjadi berita sehari-hari.

Para ahli berpendapat, situasi mungkin tidak seburuk itu jika India lebih cepat mendistribusikan vaksin lokalnya dan tidak melonggarkan pembatasan jarak sosial. Namun, pemerintah India lengah setelah melihat merasa mampu mengendalikan Covid-19 pada akhir tahun lalu hingga awal tahun ini. (SL/RA)

Tags