May 01, 2021 07:34 Asia/Jakarta

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis (29/04/2021) bahwa dunia unipolar yang dipimpin AS akan segera berakhir dan bahwa dunia sedang bergerak menuju tatanan multipolar.

Menurutnya, klaim AS tentang keinginannya memimpin negara lain hanyalah kesia-siaan masa lalu.

"Pernyataan bahwa Amerika Serikat siap untuk memimpin seluruh dunia kemungkinan besar adalah sisa-sisa dekade terakhir dan warisan dunia unipolar," kata Peskov.

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov

Kremlin telah membuat sikap yang jelas dan tegas atas klaim AS yang tidak berdasar bahwa mereka sedang mempersiapkan kepemimpinan dunia, mengingat pandangan Presiden AS Joe Biden.

Biden sejauh ini telah menekankan klaim ini dalam beberapa kesempatan. Misalnya, saat memperkenalkan anggota kabinetnya pada 24 November 2020, mengacu pada kebijakan Presiden Donald Trump saat itu, Biden mengatakan, "Ini adalah tim yang akan mencerminkan fakta bahwa alih-alih untuk minggris, Amerika Serikat telah kembali dan siap untuk memimpin dunia."

Biden merujuk pada kebijakan unilateralisme Trump, yang menyebabkan perbedaan yang tumbuh antara Eropa dan Amerika Serikat, serta penurunan kredibilitas dan peran AS di dunia serta isolasi yang tumbuh selama pemerintahan empat tahun Trump.

Masalah ini tercermin dari perbedaan antara sikap global dan posisi AS dalam banyak kasus, seperti kesepakatan nuklir JCPOA, perjanjian iklim Paris, penarikan AS dari perjanjian kontrol senjata, dan lembaga-lembaga internasional. Kondisi sedemikian rupa sehingga Amerika Serikat bahkan tidak bisa mendapatkan kerja sama sekutunya di Dewan Keamanan di banyak bidang, termasuk perpanjangan embargo senjata Iran.

Sebagai presiden baru Amerika Serikat, Biden sekarang percaya bahwa dia harus menghidupkan kembali peran global Amerika selama masa kepresidenannya. Ia menegaskan dalam pidato pertamanya di depan Kongres AS, Rabu (28/04/2021), bahwa AS berniat mempertahankan kehadiran militernya di kawasan Indo-Pasifik serta di Eropa. Artinya, Washington berniat untuk terus memainkan peran polisi global.

"Bagaimanapun, dunia ini multipolar dan Presiden Putin mendukung kerja sama yang setara daripada mengikuti kepemimpinan orang lain," kata juru bicara Kremlin, mencatat bahwa Biden tidak menyebutkan hubungan yang setara dan kebutuhan untuk menghormati kepentingan negara lain di pidatonya di depan Kongres.

Moskow berulang kali menyatakan bahwa meskipun Amerika Serikat masih menjadi kekuatan dunia, tatanan internasional baru sedang bergerak ke arah polarisasi. Munculnya kekuatan-kekuatan baru, terutama Cina, di kancah ekonomi dapat bersaing dengan Amerika Serikat dalam banyak hal, termasuk PDB berdasarkan "paritas daya beli". Cina bahkan sedang melewati Amerika Serikat yang menjadi sanggahan klaim Washington atas sistem unipolar.

Rusia, sebagai rival kekuatan internasional Amerika Serikat, selalu menekankan penentangan terhadap sistem unipolar dan unilateralisme, serta penggunaan sanksi sebagai alat tekanan terhadap negara lain, yang menjadi pendekatan AS, terutama pada era Trump.

Dari sudut pandang Moskow, realitas sistem internasional saat ini menunjukkan munculnya kekuatan-kekuatan baru seperti Cina, India, Rusia dan kekuatan ekonomi baru lainnya yang memiliki kapabilitas signifikan, dan pada saat yang sama terbentuknya institusi dan kelompok seperti BRICS merepresentasikan perpindahan kekuasaan dari barat ke timur.

BRICS

Jadi, terlepas dari klaim AS dan desakannya untuk memainkan peran sebagai pemimpin global, perkembangan ekonomi, politik, militer, dan keamanan bertentangan dengan Washington.

"Amerika Serikat harus menerima bahwa dunia periode pengecualian historis pada dekade 1990-an tidak sama dengan dekade pertama abad ini. Era pemerintahan unipolar telah berakhir dan tidak akan kembali," kata Daniel Nexon, akademisi di Universitas Georgetown. (SL)

Tags