May 15, 2021 08:02 Asia/Jakarta

Menyusul eskalasi konflik Zionis Israel-Palestina dalam beberapa hari terakhir, negara-negara Barat hanya mengutuk tindakan kelompok-kelompok Perlawanan Palestina karena menghujani wilayah Palestina Pendudukan dengan roket dan rudal. Mereka tidak mengomentari tindakan kriminal rezim Zionis, terutama serangan udara dan pemboman ekstensif terhadap Jalur Gaza.

Sekarang, dalam langkah baru, beberapa pemerintah Eropa, bersama dengan Tel Aviv, telah secara resmi melarang demonstrasi anti-Zionis di negara-negara ini.

Juru Bicara Kanselir Jerman Angela Merkel, Steffen Seibert telah memperingatkan bahwa pemerintah Jerman tidak akan mentolerir protes anti-Zionis di tanah Jerman, meskipun rezim Israel melakukan serangan brutal di Jalur Gaza dalam beberapa hari terakhir. Seibert menyebut tindakan kriminal rezim Zionis sebagai pembelaan diri dan mengklaim bahwa "Israel memiliki hak untuk mempertahankan diri dari serangan".

Kanselir Jerman Angela Merkel

Pada hari Rabu (12/05/2021), pemerintah Jerman juga mengutuk serangan roket oleh perlawanan Palestina dari Jalur Gaza sebagai tanggapan atas agresi Israel, dan mengklaim bahwa serangan itu tidak dapat dibenarkan.

Sebelumnya, pemerintah Prancis melarang demonstrasi rakyat untuk mendukung warga Palestina, yang dijadwalkan pada Sabtu, 15 Mei. Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin menulis di akun Twitter-nya sebagai tanggapan atas seruan untuk demonstrasi mendukung Palestina pada hari Sabtu, "Saya meminta kepala polisi untuk melarang demonstrasi hari Sabtu terkait ketegangan terbaru di Asia Barat (konflik rezim Zionis dan Palestina)." Polisi daerah Paris akhirnya mengeluarkan pernyataan yang melarang protes pada hari Sabtu (15/05/2021).

Menanggapi dukungan pemerintah Prancis untuk Zionis Israel, banyak pengguna Twitter Prancis telah menyatakan bahwa mereka akan berdemonstrasi pada hari Sabtu sebagai protes terhadap kolonialisme dan apartheid Israel, yang mereka anggap sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.

Aksi demo di Eropa sangat penting mengingat serangan udara Zionis Israel yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap orang-orang Palestina yang tertindas dan peningkatan signifikan jumlah warga Palestina yang gugur syahid dan luka-luka. Menanggapi ancaman Perdana Menteri Zionis Israel Benjamin Netanyahu untuk melakukan lebih banyak serangan di Gaza, Sekretaris Jenderal Amnesti Internasional Agnes Callamard mengatakan, "Warga sipil yang pertama membayar serangan militer."

Uni Eropa (UE) telah mengeluarkan pernyataan di awal bentrokan Israel-Palestina baru-baru ini di Baitul Maqdis Timur, khususnya di Masjid al-Aqsa dan menyerukan pengurangan ketegangan serta menolak pengusiran warga Palestian dari lingkungan Sheikh Jarrah. Namun sekarang UE telah mengungkapkan sifat sebenarnya dari sikap pro-Tel Aviv dan secara eksplisit mengutuk serangan roket oleh kelompok Perlawanan Palestina, yang dilakukan semata-mata untuk membela Palestina dalam perang yang tidak setara melawan rezim Israel yang bersenjata.

Dalam panggilan kontak telepon dengan Menteri Luar Negeri Zionis Israel Gabi Ashkenazi, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Joseph Borrell menekankan dukungannya untuk rezim kriminal ini. "Saya menekankan dukungan Uni Eropa untuk keamanan Zionis Israel dan mengutuk serangan buta roket Hamas," cuit Borrell Kamis (13/05/2021) malam, mengacu pada seruan itu.

Kepala Kebijakan LuarNnegeri Uni Eropa Joseph Borrell

Dengan demikian, pemerintah Eropa dan Uni Eropa telah menunjukkan bahwa, seperti Amerika Serikat, yang selalu dan secara terbuka mengambil posisi dukungan tanpa syarat untuk Zionis Israel, dalam kasus di mana konfrontasi antara rezim Zionis dan Palestina memasuki tahap kritis dan krusial. Dengan meninggalkan sikap mereka sebelumnya, mereka telah mendukung sepenuhnya Tel Aviv dan, seperti yang telah dilakukan oleh pemerintah Prancis dan Jerman, bahkan telah melarang protes terhadap Zionis Israel di negara-negara tersebut.

Negara-negara Eropa kesal dengan balasan mengejutkan Perlawanan Palestina terhadap serangan rezim Zionis. Padahal selama puluhan tahun kejahatan rezim Zionis terhadap Palestina tidak pernah membuat Barat bersikap serius terkait hak asasi manusia. Kini, setelah keamanan dan perdamaian Zionis telah diganggu oleh roket Palestina, kenyataan ini telah mendorong Uni Eropa dan beberapa negara Eropa untuk bereaksi.

Tags