Jun 15, 2021 13:30 Asia/Jakarta
  • Presiden Joe Biden (paling depan) dan para pemimpin negara-negara anggota NATO.
    Presiden Joe Biden (paling depan) dan para pemimpin negara-negara anggota NATO.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan sekutu NATO memperingatkan tentang pengaruh global Cina dan menyebut Rusia sebagai ancaman bagi keamanan Eropa dan Atlantik.

“Rusia dan Cina sama-sama berusaha untuk mengganjal solidaritas transatlantik kita,” kata Biden dalam konferensi pers seusai menghadiri KTT NATO di Brussels, Senin (14/6/2021).

Dia menambahkan Washington tidak mencari konfrontasi dengan Moskow, tetapi juga akan menanggapi kegiatannya yang berbahaya.

Biden juga berjanji akan mendukung Ukraina dalam konfliknya dengan Rusia, meskipun ia tidak berkomitmen apakah Kiev suatu hari nanti bisa bergabung dengan NATO.

Dia menuturkan NATO bersatu di bawah kepemimpinan AS. “Amerika telah kembali,” tegasnya seperti dikutip laman Farsnews.

“Agenda 2030 NATO harus memenuhi kebutuhan masa depan Aliansi ini, termasuk Cina yang memiliki tantangan sistemik jangka panjang bagi kita,” jelasnya.

Mengenai agenda pertemuannya dengan presiden Rusia, Biden mengatakan, “Saya sudah memberitahu sekutu kami (NATO) tentang apa yang akan saya sampaikan kepada Presiden Putin, yaitu bahwa kami tidak mencari konfrontasi dengan Rusia, tetapi jika mereka melanjutkan kegiatan yang berbahaya, kami juga akan menanggapi.”

Presiden AS menjelaskan bahwa para pemimpin NATO untuk pertama kalinya telah mensahkan kebijakan pertahanan siber. Jika Presiden Putin memilih tidak bekerja sama dalam keamanan siber, kami akan merespons dengan tepat.

Dia menggambarkan Putin sebagai sosok yang tangguh dan cerdik, dan ia adalah musuh yang layak.

Joe Biden dan Vladimir Putin dijadwalkan bertemu pada 16 Juni di Jenewa, Swiss.

Para pemimpin NATO telah mengeluarkan komunike bersama pada hari Senin, di mana berbagai paragrafnya memuat ancaman terhadap Rusia dan Cina. (RM)

Tags