Jun 22, 2021 14:28 Asia/Jakarta
  • pasukan AS dan Saudi
    pasukan AS dan Saudi

Amerika Serikat dalam perundingan terbaru terkait Yaman, terang-terangan menggunakan ancaman terhadap militer dan komite rakyat Yaman terkait pembebasan Provinsi Marib.

Surat kabar Al Akhbar, Selasa (22/6/2021) melaporkan, dalam perundingan terbaru tentang Yaman, AS bersikeras untuk menciptakan gencatan senjata di Provinsi Marib.
 
Pada saat yang sama Arab Saudi tidak menepati janji lisannya yang disampaikan kepada Oaman untuk memisahkan masalah kemanusiaan dari perang. Masalah kemanusiaan yang dimaksud adalah pembukaan kembali bandara Sanaa, dan mengizinkan masuknya barang serta produk minyak ke Pelabuhan Al Hudaydah.
 
Menurut Al Akhbar, AS percaya jika Marib lepas dari tangan Saudi, maka Yaman akan menggunakan posisi strategisnya di level yang lebih luas, dan setelah Marib, target berikutnya adalah merebut wilayah-wilayah Barat yang berhadapan dengan Bab El Mandeb.
 
Koran Lebanon ini menambahkan, AS tidak menutup-nutupi upayanya untuk menjaga sejumlah kepentingan di kawasan, yaitu kepentingan rezim Zionis Israel di Laut Merah dan Bab El Mandeb, kepentingan AS di Laut Makran, dan Samudra Hindia, dalam hal ini Washington bersaing dengan Cina. (HS)

Tags