Okt 25, 2021 17:07 Asia/Jakarta

Ketua Umum Ahlul Bait Indonesia, Ust. Zahir Yahya, MA. menilai persatuan Islam sebagai masalah penting yang harus terus diperjuangkan dalam makna yang sebenarnya.

"Dewasa ini umat Islam di dunia hidup dalam ironi yang sangat besar. Di saat mereka dipersatukan dengan berbagai macam keyakinan; Tuhan mereka sama, Nabi mereka sama, dan Kitab mereka sama, … tapi kita menyaksikan umat Islam di berbagai negara hidup dalam konflik yang tiada henti dengan berbagai latar belakangnya masing-masing," ujar Ketua Umum DPP Ahlul Bait Indonesia.

"Menyaksikan kondisi seperti ini, maka deklarasi persatuan Islam oleh Almarhum mendiang Imam Khomeini di awal Revolusi Islam hari demi hari terasa makin relevan. Memang masih perlu ikhtiar yang banyak untuk menghadirkan spirit pekan persatuan yang dideklarasikan oleh Imam Khomeini di berbagai penjuru dunia," tegas tokoh penting Syiah Indonesia ini.

Menurut Ust Zahir, pekan persatuan Islam bukanlah sekedar slogan semata, maupun langkah taktis atau politis, tapi persatuan harus disuarakan secara berkelanjutan.

"Persatuan Islam bukan sikap pragmatis yang diambil oleh seseorang untuk meraih sesuatu untuk kepentingan sesaat, atau kepentingan bersama yang sifatnya sesaat. Artinya, pekan persatuan yang dideklarasikan oleh Imam Khomeini sebagai sebuah strategi bersama yang harus diikhtiarkan, sehingga menjadi sesuatu yang langgeng di tengah umat Islam," paparnya dalam wawancara dengan jurnalis IRIB Indonesia.  

Mengenai peran sentral Imam Khomeini sebagai deklarator Pekan Persatuan, Ketua DPP Ahlul Bait Indonesia menilai deklarasi ini sebagai sebuah keyakinan dan keimanan yang mendalam dari diri sang deklarator, Imam Khomeini.

"Sosok Imam Khomeini betul-betul menghendaki persatuan umat Islam. Persatuan umat Islam dalam pandangan beliau adalah faktor utama untuk meraih kembali kejayaan umat Islam dan kemuliaan kaum Muslimin, sebagaimana yang pernah mereka miliki pada masa-masa lalu," tegasnya.

 

Konferensi Internasional Pekan Persatuan Islam ke-35

 

Ketua Umum DPP Ahlul Bait Indonesia juga menilai saat ini masih ada pihak-pihak yang bekerja untuk kepentingan musuh-musuh Islam melalui berbagai cara dengan menyulut perselisihan di tengah umat Islam dan mengeksploitasi perbedaan-perbedaan antara Ahlu Sunnah dan Syiah.

"Mereka gemar memperuncing perbedaan-perbedaan yang sudah menahun, bahkan sudah berabad-abad lamanya, yang ujung-ujungnya menguntungkan musuh Islam," paparnya.

Oleh sebab itu, tuturnya, momentum pekan persatuan Islam harus menjadikan setiap Muslim terpanggil untuk terus membawa spirit pekan persatuan ini dalam setiap perilakunya, apakah perilaku individual, maupun sosial dan aktivitas keagamaannya dengan menjadikan pekan persatuan ini tidak hanya slogan dan wacana kosong, tapi kita tampilkan di seluruh perilaku sosial dan keagamaan, sebagaimana dicontohkan oleh Imam Khomeini dan Republik Islam Iran.

Tokoh penting Syiah Indonesia ini menilai salah satu langkah Republik Islam Iran mendukung Palestina sebagai manifestasi dari persatuan Islam yang melampaui perbedaan mazhab pihak yang didukung, sebagai bagian dari upaya mensinergikan kekuatan umat Islam yang sebenarnya.

"Kita hadirkan spirit ini untuk memperjuangkan kepentingan bersama… Kita satu kesatuan diikat oleh nilai-nilai universal dan nilai-nilai keagamaan yang sama dan memiliki kepentingan bersama yang harus diperjuangkan bersama-sama," pungkasnya.(PH)

  

 

Tags