Apr 29, 2018 14:33 Asia/Jakarta

Festival film Fajr merupakan salah satu even budaya dan sinema Iran terpenting yang saat ini tengah berlangsung. Festival film Fajr ke-36 yang diketuai Sayid Reza Mir Karimi dimulai pada tanggal 19 April 2018 di Tehran dan berakhir pada 27 April 2018.  

Iran mulai terjun ke dunia perfilman sejak lebih dari dari seabad lalu. Sebagaimana di negara-negara lain, industri perfilman di Iran juga mengalami pertumbuhan dan berhasil meraih sejumlah prestasi membanggakan pasca kemenangan Revolusi Islam di negara ini.

Festival film Fajr ke-36 digelar di Tehran. Acara pembukaan diawali dengan pemotongan kue perayaan 120 tahun industri sinema Iran, disusul dengan penayangan film "An Su-ye Abr-ha", Beyond the Clouds besutan sutradara kawakan Iran, Majid Majidi. Film yang proses pembuatannya dilakukan di India ini, langsung ditayangkan di 34 negara dunia selepas diputar di festival film Fajr, dengan subtitle Inggris dan Perancis.

Bagian-bagian terpenting festival film Fajr di antaranya adalah Sinema Kebahagiaan (perlombaan internasional), Panorama Timur (sinema negara-negara Asia dan Muslim) dan festival-festival.

Festival Film Fajr ke-36

Sementara bagian-bagian cabang dari festival film Fajr ke-36 sangat beragam yang beberapa di antaranya adalah, penayangan film-film klasik yang sudah diperbaharui, Lentera Fantasi (penayangan film-film inovatif dalam berbagai bentuk teknik sinematografi), Zaitun-zaitun yang Terluka (jendela perubahan Dunia Islam), gambaran sekilas tentang pengaruh sinema Italia dan Georgia dibarengi festival film pendek Jerman.

Festival film Fajr ke-36 dihadiri oleh sekitar 300 tamu dari sejumlah negara yang berprofesi sebagai sutradara, produser, pengamat dan kritikus film. Tamu-tamu festival film Fajr tahun ini mewakili hampir seluruh benua, namun sebagian besar berasal dari Eropa seperti Jerman, Perancis, Swedia, Swiss dan Italia. Beberapa media terkemuka dunia juga ikut meliput.

Tahun ini 45 negara dunia berpartisipasi dalam festival film Fajr dalam kategori film panjang dan pendek. Di bagian Sinema Kebahagiaan (perlombaan internasional) 12 film panjang asing dan tiga film panjang Iran saling bertanding.

Salah satu bagian penting festival film ini adalah Zaitun-zaitun yang Terluka, yang menampilkan karya-karya film seputar perkembangan di Dunia Islam. 12 film berlomba di bagian ini dan salah satunya adalah film Writing On Snow karya sutradara asal Palestina, Rashid Masharawi.

Terkait film besutannya, Masharawi menuturkan, film ini bercerita tentang lima warga Palestina yang tinggal di sebuah rumah di wilayah yang diblokade di Gaza, namun bangkit melawan rezim Israel yang menjajahnya.

Film ini menceritakan tentang perbedaan pandangan dari kelima orang itu, akan tetapi meski berbeda pandangan, mereka sepakat pada satu hal, yaitu bersatu melawan Israel, karena mereka sadar sedang berhadapan dengan musuh bengis dan yakin bisa memenangkan pertempuran dengan musuh tersebut.

Dengan memperhatikan kesuksesan film-film Iran dalam berbagai ajang internasional, pasar film internasional Iran pertama, IFM mulai dibuka pada Februari 1998. Majalah Times bahkan pernah menyebut industri sinema Iran sebagai "rumah yang paling bisa menaungi industri perfilman dunia". Pasar film Iran mulai beroperasi dengan dihadiri oleh para peserta dalam negeri, para pegiat budaya dan konsumen asing.

Sejak tahun 2015, festival film dan pasar film Fajr, terpisah dari sektor nasional, mulai berdiri sendiri pada bulan April 2015. Tahun ini, pasar film Iran ke-21 dihadiri oleh 17 perusahaan asing dan 26 perusahaan dalam negeri, dan diupayakan agar stan-stan perusahaan Iran bisa lebih berpartisipasi aktif.

Festival Film Fajr ke-36

Pembahasan tentang produksi bersama, merupakan salah satu tujuan penting penyelenggaran pasar film Iran, meskipun sampai saat ini di Iran masih belum terkoordinasi dengan baik, namun tahun ini pasar film Iran bergerak ke arah itu secara serius.

Sebagai contoh, perusahaan-perusahaan Eropa mulai menanamkan investasinya di bidang ini dan ikut serta dalam festival. Isfahan Nesfe Jahan dan Aroos Eel Torkamen adalah dua produk hasil kerja sama sebuah perusahaan Eropa dengan lembaga penyiaran Iran, IRIB. 31 film panjang Iran ditayangkan di bagian pasar, festival film Fajr ke-36.

Oliver Stone, sutradara dan penulis film terkemuka Amerika turut menghadiri festival film Fajr di Iran. Sampai saat ini, ia tercatat telah mensutradarai lebih dari 20 film panjang dan di antara yang terpenting adalah, Platoon, Snowden, Born on the Fourth of July, JFK dan Nixon.

Dalam pertemuan bersama dengan para mahasiswa jurusan perfilman Iran, Stone menyebut era bisnis Hollywood telah berakhir dan ia mendorong sutradara-sutradara muda untuk menciptakan karya-karya seputar peristiwa cyber dunia.

Ia mengatakan, hari ini, di tengah berkembang pesatnya cyber, tidak ada seorangpun yang memahami apa yang dipahami oleh para pejabat pemerintah. Kita tidak tahu, namun harus mempertimbangkan kemungkinan terburuk.

Di Amerika, katanya, masyarakat tidak percaya pada pengawas mereka sendiri, padahal ini keliru. Dunia cyber telah menciptakan kekuatan tak terbatas bagi pemerintah, tanpa disertai kontrol. Anggaran militer tumbuh pesat secara mengerikan dan memangkas anggaran sosial.

Ia menambahkan, dewasa ini, kita tengah menyaksikan sebuah perang cyber yang menghabiskan banyak uang. Di Amerika, ada komandan-komandan perang cyber yang pada kenyataannya adalah pilar kelima militer negara ini. Perusahaan-perusahaan swasta membeli informasi, bahkan terkadang pemerintah bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan ini.

Saat ditanya tentang film-film anti-kebijakan Amerika, Stone mengatakan, beberapa kalangan di Amerika bahkan di Iran berpikir bahwa karena sampai sekarang saya belum mati, maka pasti saya adalah petugas CIA.

Padahal saya sendiri belum pernah bertemu dengan satupun petugas CIA. Tapi agen mata-mata Amerika ini berusaha mempengaruhi proyek-proyek yang saya kerjakan, karena dianggap punya pengaruh besar di Hollywood.

Stone melanjutkan, anda pasti ingat, karena memberikan penghargaan pada film saya, Gedung Putih langsung menghubungi panitia penghargaan film Oscar. Ini membuktikan bahwa Hollywood dan Washington menjalin hubungan yang sangat erat.

Festival film Fajr ke-36 dihadiri sejumlah tokoh sinema dunia terkenal di antaranya, Thomas Kroll yang menjadi salah satu tim juri dalam kategori lintas agama, di festival ini.

Festival Film Fajr ke-36

Ia adalah salah seorang anggota Komite Katolik Film Jerman dan ketua tim juri gereja di festival dilm Berlin, Locarno dan Montreal. Kroll juga adalah seorang kritikus film Jerman.

Selain Thomas Kroll, tamu asing festival film Fajr ke-36 adalah Gonul Donmez Colin, peneliti dunia perfilman dan penulis beberapa makalah ilmiah terkait dunia sinema seperti "Women, Islam and Cinema" (2004), "Cinemas of the other: A Personal Journey with Filmmakers from the Middle East and Central Asia" (2006), "The Cinema of North Africa and the Middle East" (ed.) (2007) dan "Turkish Cinema: Distance, Belonging and Identity" (2008).  

Setelah itu ada Valeriy D'Marcak, juri dalam kategori lintas agama, sebagai kritikus film di situs SIGNIS.net. Lalu ada Deborah Yang, kritikus film Amerika yang sudah 12 kali berkunjung ke Iran dan mengaku selalu mengikuti perkembangan sinema di negara ini.

Menurutnya, sutradara-sutradara film Iran memiliki pemikiran independen dan tidak mengekor pada Hollywood, pada saat yang sama suara lain juga ada dan terdengar di dunia perfilman Iran.

Tags