Apr 18, 2019 13:56 Asia/Jakarta
  • Museum Nasional Iran
    Museum Nasional Iran

Arkeologi menumbuhkan keingintahuan terhadap budaya, dan peradaban yang berkembang selama bertahun-tahun di masa silam. Para arkeolog memiliki peran sangat penting di negara seperti Iran yang memiliki sejarah peradaban panjang. Museum Iran memamerkan jerih payah penemuan para arkeolog mengenai jejak gemilang masa lalu.

Pada akhir tahun penanggalan Persia, kami mendapatkan berita mengenai pameran internasional "Seni dan Peradaban Iran" yang memenangkan penghargaan pertama museum-museum top dunia yang dilakukan di Belanda. Penghargaan ini adalah salah satu penghargaan musem internasional bergengsi dan paling penting dalam budaya dan peradaban dunia. Pameran yang telah lama diadakan di Belanda adalah yang pertama di dunia. Saking pentingnya penghargaan ini disetarakan sebagai Oscar Museum Dunia.

Dalam hal ini, Harry Tupan, Kepala Museum Drents di Assen, Belanda, berbicara tentang perincian penghargaan internasional yang kredibel ini, dengan mengatakan, pemberian penghargaan kepada Museum Seni dan Peradaban Iran di Belanda, setelah menyisihkan sebanyak 94 museum di dunia. Ditegaskannya, setelah pameran Museum Seni dan Peradaban Iran di Belanda, akan dilanjutkan dengan sebuah pameran museum Belanda bekerja bersama di Museum Nasional Iran.

Pemberian penghargaan museum bergengsi ini terhadap Iran terjadi di tengah gencarnya tekanan dari beberapa negara terhadap Iran. Penghargaan tersebut disumbangkan ke perwakilan Iran di New York.

Iran meraih penghargaan oscar museum dunia

Dalam rangka kerja sama antara museum Iran dan museum di luar negeri, Museum Nasional Iran telah menyelenggarakan sejumlah pameran monumen budaya museum negara lain. Salah satunya adalah pameran "Arkeologi dan Seni Tanah Belanda", dengan menggandeng museum Drents yang diadakan di Museum Nasional Iran di Teheran. Pameran ini telah menarik ribuan pengunjung, mencakup lebih dari 420 monumen budaya dari Belanda, di tiga bagian artefak kuno, keramik, dan lukisan, yang mewakili  peradaban brilian dan kuno negara tersebut.

Kepala Museum Drents Belanda yang melakukan perjalanan ke Iran beberapa hari yang lalu, mengunjungi museum di Museum Nasional Iran, dan menekankan penguatan kerja sama budaya antara Iran dan Belanda. Ia menyinggung kekayaan sejarah dan budaya Museum Nasional Iran ketika mengunjungi langsung Museum Nasional Iran, dengan mengatakan, "Saya sangat senang bisa mengunjungi museum ini hari ini, dan saya senang melihat seni Iran yang menakjubkan dan bersejarah".

"Iran dan Belanda sudah mulai menjalin kerja sama yang baik di bidang budaya, termasuk kerja sama dibidang museum, dan hubungan budaya antara Tehran dan Assen sedang ditingkatkan melalui penyelenggaraan "Pameran Arkeologi dan Seni Tanah Belanda berdasarkan narasi Museum Drents". Dia menambahkan, "Kerja sama ini dapat berlanjut dan kami mendukung kerja sama semacam ini, karena keberlanjutan kerja sama museum dapat membantu memperkuat hubungan budaya antara kedua negara,".

Tupan menunjukkan bahwa penghargaan Oscar Museum Dunia, yang diraih Drents dan Museum Nasional Iran sebagai kehormatan bagi keduanya yang memenangkan penghargaan tersebut.

Pameran "Arkeologi dan Seni Belanda dalam Narasi Museum Drents" diadakan di Museum Nasional Iran selama enam bulan lalu dan akan berlanjut hingga pertengahan musim panas.

 

 

Museum arkeologi adalah ekspresi dari dokumen peradaban manusia, dan pertukaran khazanah peradaban di kancah internasional memungkinkan untuk memahami akar budaya negara masing-masing. Selain Belanda, Iran juga miliki hubungan baik dengan Spanyol yang berlangsung lama. Pameran "Iran, Cradle of Civilisation" melanjutkan perjalanannya dari Belanda ke titik Eropa ini yang dimulai dengan 196 karya dari lebih dari 60 situs arkeologi Iran, di Alicante, Spanyol. 

Pameran ini berupaya menyajikan jumlah karya yang menampilkan khazanah budaya dan peradaban Iran dengan mengekspos situs budaya di Sush, Persepolis, Shahr- Sokhteh, Takht-e-Solomon dan tempat-tempat lain yang telah terdaftar dalam daftar warisan budaya dunia UNESCO. Selain itu, pameran "Iran, Cradle of Civilization" juga memamerkan foto geopark tua di sebuah gua di Gilan hingga era Safawi dari 31 provinsi di Iran.

Pameran budaya dan pedaban Iran di Spanyol

Wakil Gubernur Urusan Budaya Alicante dalam pidato pembukaan pameran ini, menyatakan kepuasannya atas berdirinya pameran monumen bersejarah Iran dan berterima kasih kepada pejabat Museum Nasional Iran dan Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Madrid yang telah membantu merealisasikan terselenggaranya pameran tersebut.

Ia juga menegaskan pentingnya kerja sama budaya antara Iran dan Spanyol dan perannya dalam memperkuat hubungan kedua negara. Pejabat pemda Alicante ini menambahkan bahwa September mendatang, pameran karya-karya budaya dan peradaban Spanyol akan diadakan di Museum Nasional Iran.

 

salah satu dari artefak yang dipamerkan di Spanyol

Acara yang berlangsung di Museum Arkeologi Iran ini telah memberikan peluang besar bagi para wisatawan Norouz tahun 1398 Hs untuk melihat dari dekat warisan sejarah dan budaya Iran dari berbagai titik geografis negara ini, dan bahkan turis asing pun bisa meninjau kembali artiefak budaya, etnis, dan leluhur bangsa Iran.

Analisis dan perspektif arkeologis selalu dinamis dan berkembang, Setiap temuan baru, akan memberikan dimensi lain dari masalah budaya dan mengungkap kekuatann pembentukannya.

penyelenggaraan pameran ini penting dilakukan dalam beberapa hal. Pertama, untuk pertama kalinya dikumpulkan semua artefak budaya dari berbagai periode di wilayah Iran. Kedua, bagian utama dari pameran ini adalah penggalian arkeologis baru yang sebelumnya tidak ditampilkan kepada publik. Ketiga, pengunjung pameran adalah orang-orang biasa dan pakar di bidang tersebut. Dengan cara ini, empat dekade kegiatan arkeologi Iran dikategorikan dan ditampilkan secara nyata kepada publik.

Artefak lain yang ditampikan dalam pameran

Para pengunjung museum di Iran tahun ini mengunjungi banyak karya bersejarah di Tehran. Misalnya, di suatu tempat seperti Istana Saadabad, sebelum terjadi peristiwa banjir di sejumlah wilayah di Iran, telah dikunjungi oleh sekitar 16.000 pengunjung setiap hari, dan Istana Golestan setiap hari menarik sekitar 12.000 pengunjung. Museum Nasional Iran menarik lebih dari 4.000 pengunjung per hari, sedangkan Istana Niavaran didatangi sekitar delapan ribu orang per hari.

Selama liburan tahun baru, istana eksklusif Niavaran telah dikunjungi 77.829 pengunjung dan Kushk Ahmad Shahi dengan 53.550 pengunjung menjadi tuan favorit kompleks museum Niavaran.

Kompleks bersejarah Niavaran adalah salah satu istana museum di wilayah utara Tehran, yang dibangun di tanah seluas 11 hektar. Kompleks ini memiliki banyak pesona alam dan sejarah, serta monumennya dibangun pada periode Qajar dan Pahlavi. Kompleks museum Istana Niavaran terdiri dari istana Sahebqaranieh, istana Ahmadshahi, perpustakaan khusus, museum mobil eksklusif Istana Niavaran dan taman prasasti.

Data statistik pariwisata menunjukkan 80 persen pengunjung museum di Teheran adalah wisatawan dari kota lain, dan interaksi budaya antarlapisan masyarakat Iran yang mengunjungi  museum sebagai salah satu tujuan penyelenggaraan pameran dan berbagai program budaya museum Iran.(PH)

 

Tags