Jul 08, 2019 13:33 Asia/Jakarta
  • Hutan Hirkani
    Hutan Hirkani

Pada pertemuan Komite Warisan Dunia ke-43 yang berakhir hari Jumat, 5 Juli 2019, dengan partisipasi dari 180 negara di Baku, ibukota Azerbaijan, hutan Hirkani Iran, dengan mayoritas suara, dimasukkan dalam Daftar Warisan Dunia sebagai warisan alam Iran terbesar kedua. Sekretaris Komisi Nasional UNESCO di Iran setelah pendaftaran hutan Hirkani mengatakan bahwa UNESCO menghormati warisan sejarah dan alam Iran untuk ke-24 kali.

Hutan ini dicatat sebagai warisan alam dunia berdasarkan kriteria "9", "Proses ekologis dalam urutan dan evolusi", yang merupakan kriteria warisan alam UNESCO. Pada kesempatan ini, kami akan mengajak Anda lebih akrab dengan ekosistem Iran yang berharga ini.

Hutan Hirkani Iran (Caspian Hyrcanian mixed forest) telah berusia 40 juta tahun dan dianggap sebagai salah satu hutan paling berharga di dunia, yang disebut sebagai museum alami dunia. Hutan itu mencakup lereng utara Pegunungan Alborz dari permukaan laut hingga garis hutan dalam panjang 800 kilometer dan sekitar 110 kilometer. Total luas area hutan ini adalah sekitar dua juta hektar, terhitung 1,1 persen dari tanah Iran.

Hutan ini terletak di bagian dari lima provinsi utara Iran, yaitu provinsi Golestan, Gilan, Mazandaran, Semnan, dan Khorasan Utara, dengan wilayah yang jauh lebih sedikit di Republik Azerbaijan. Bagian Republik Azerbaijan adalah 20.000 hektar bila dibandingkan dengan 2 juta hektar di Iran.

Hutan Hirkani di utara Iran

Hutan Hirkani adalah yang selamat dari era ketiga geologi dan zaman es. Pada waktu itu, hutan-hutan ini ditemukan di sebagian besar Eropa dan Siberia, tetapi musnah karena dingin dan beku, dan saat ini hanya fosil-fosil hutan itu yang tersisa. Sementara hutan Hirkani Iran mampu bertahan karena iklim yang lebih moderat di tepian Laut Kaspia. Sisa-sisa periode Achaemenid (lebih dari 2500 tahun yang lalu) dari hutan-hutan ini disebut "Varkan", yang merupakan bukti umurnya. Kata Hirkan sebenarnya adalah bentuk bahasa Yunani dari nama Gorgan.

Orang Eropa di masa lalu menyebut nama lama Gorgan ke pusat kubah, Hirkan. Hirkan termasuk bagian dari Semnan, Mazandaran, dan daerah sekitarnya, dan disebut Hirkania. Istilah ini kemudian menjadi Gorgan, yang meliputi dataran Gorgan, Teluk Gorgan, dan sekitar timur laut Iran. Bahkan, dapat dikatakan bahwa hutan Hirkani adalah nama lama dari wilayah yang sama dan Gorgan

Hutan Hirkani

Lima titik dari hutan-hutan ini, termasuk Taman Nasional Golestan, Hutan Awan (Cloud Forest) Shahroud, Kawasan Lindung Jahan Nama, dan Kawasan Lindung Boola telah menjadi tempat pilihan untuk dimasukkan dalam Daftar Warisan Dunia selama bertahun-tahun dan telah dilindungi di Republik Islam Iran. Situs yang diperkenalkan oleh Iran dapat dibagi menjadi dua bagian utama dan penyangga. Pada bagian utama, tidak boleh ada kegiatan yang dilakukan, tetapi di bagian penyangga, ada sedikit sensitivitas dan larangan. Salah satu pemandangan paling indah di daerah ini adalah "Hutan Awan", karena lokasinya di pegunungan yang ketebalannya berkurang, awan melewatinya menuju hutan di antara pegunungan tersebut dan karena perbedaan tekanan ada fenomena yang dirasakan manusia seakan tengah berjalan di atas awan.

(Hutan Awan atau Cloud Forest)

Dalam hal spesies biologis, hutan Hirkani Iran adalah tempat hidup spesies hutan yang paling langka di dunia. Ada 150 spesies bentik (endemik) pohon dan tunas, 98 spesies mamalia, 298 spesies burung, 67 spesies ikan, 29 spesies reptil dan sembilan spesies amfibi. Keragaman hutan Hirkani telah menjadikannya tujuan internasional penting bagi burung (IBA). Burung Passerine, Starling, Pelatuk, bebek paruh lebar yang datang di musim gugur di hutan Hirkani, spesies burung Caspian-pheasant yang hampir punah, Partridge, Puyuh, Merpati Hutan, Eurasian sparrowhawk, Elang, Vulture, Rajawali, Burung Hantu, Bebek gergaji atau bebek abu-abu atau Marmari di antara burung-burung yang hidup di hutan-hutan ini.

Dalam hal spesies tanaman, hutan Hirkani di Iran memiliki variasi yang beragam. Daerah dataran rendah sebagian besar adalah hutan Oak, Shamshad, Alnus, dan Anjili. Di lereng tengah, biasanya dipenuhi Anjili dan Oak, dan di lereng tinggi pohon Beech. Pohon-pohon lain dari hutan ini termasuk Hornbeam, Maple, Elm, Ash, Cherry liar, Sorbus torminalis dan Yew. Semak-semak hutan ini juga ditumbuhi Medlar, Hawthorn, Ceri cornelian, Ceri Plum liar, Delima dan Apel liar. Wajah berbeda dari hutan-hutan ini ditemukan di Azarbaijan Timur dan di wilayah Arasbaran Iran barat, yang oleh beberapa pakar kehutanan disebutkan secara independen atas nama hutan Arasbaran dalam klasifikasi hutan Iran.

Salah satu spesies yang khas dari tumbuh-tumbuhan di hutan-hutan ini adalah pohon Yew. Hutan Yew di dunia memiliki wilayah kecil, tetapi di daerah Aliabad di Provinsi Golestan, di wilayah 400 hektar, pohon-pohon ini ditemukan di satu tempat. Pohon Yew digunakan untuk mengobati beberapa jenis kanker, yang menurut para ilmuwan, area ini harus memiliki kegunaan ilmiah. Meskipun ada kemungkinan bahwa negara-negara lain akan memiliki lebih banyak area daripada pohon Yew, tetapi poin utamanya adalah mungkin kurang dari satu titik di dunia, area pohon Yew seperti ini dapat ditemukan di satu tempat. Di beberapa daerah, seperti "Siyah Rudbar", masyarakat biasa dilarang untuk memasuki hutan Yew demi melindungi hutan ini.

Hutan Hirkani

Hutan Hirkani juga merupakan salah satu dari 200 wilayah yang diakui secara ekologis di dunia, yang diakui oleh World Wildlife Fund. Hutan ini adalah habitat salah satu spesies hewan langka di Iran - macan tutul Iran. Harimau Mazandarani, yang pernah menjadi karnivora terbesar di Iran, hidup di hutan ini, yang sayangnya telah punah 20 tahun lalu. Spesies lain termasuk macan tutul, Caracal, beruang coklat, serigala, Jackal, Kucing hutan dan Rusa. Selain itu Rubah ekor hitam, Musang, Landak mini, Landak, Kelinci, Tikus hutan, Luwak dan Kucing liar juga termasuk spesies lain dari hutan Hirkani. Hutan Hirkani Amol juga merupakan habitat dan lokasi ditemukannya kuda Kaspia.

Hutan Hirkani didaftarkan pada daftar sementara UNESCO sekitar 12 tahun yang lalu, dan setelah tindak lanjut yang diperlukan dan kunjungan tim penilai UNESCO ke Iran, masalah tersebut dijadwalkan untuk ditinjau pada pertemuan tahun 2019. Demikian pula, pada musim gugur tahun lalu, tim penilai UNESCO datang ke Iran untuk mengunjungi hutan Hirkani. Hasil kunjungan ini menghasilkan hutan Hirkani, setelah gurun Lut, sebagai warisan alam kedua Iran dalam Daftar Warisan Dunia pada Juli 2019, dan nama-nama hutan ini telah disajikan ke semua bahasa di dunia di kancah internasional dan di semua situs di dunia.

Hutan-hutan ini juga merupakan "induk dari hutan-hutan Eropa", dan beberapa spesies dari hutan-hutan ini juga terbentang ke Eropa. Karena alasan ini, hutan Hirkani Iran juga penting dalam ekosistem global. Dengan cara ini, harus dikatakan bahwa dampak hutan-hutan ini terhadap pelestarian ekosistem dan masa depan Iran dan dunia tidak dapat disangkal. Di sisi lain, ketika sebuah daerah telah tercatat dalam Daftar Warisan Dunia itu adalah tugas seluruh dunia, menurut Protokol 1972, untuk melindunginya dan ini merupakan nilai global khusus untuk hutan-hutan ini.

Tags