Mar 16, 2020 19:32 Asia/Jakarta
  • Kilas Balik 1398 Hs, Prestasi Sains dan Olahraga Iran

Dinamika Iran selama setahun terakhir Iran berhasil meraih kemajuan di berbagai bidang, termasuk sains dan olahraga di ajang kompetisi internasional.

Situs SJR merilis peringkat terbaru negara-negara Asia Barat di bidang pengaruh ilmiahnya di tahun 1398 Hs dengan mengumumkan posisi Iran berada di puncak negara-negara Asia Barat dengan menghasilkan 54.388 paper ilmiah dengan sitasi terhadap 28.813 artikel para peneliti Iran.

Menurut Database Sitasi Sains Dunia Islam (ISC) mengumumkan jumlah artikel ilmiah di Iran di tahun 2019 meningkat menjadi 60.000 buah. Basis Data Ilmiah Scopus, yang menerbitkan informasi global paling mutakhir di bidang biosains, fisika, kimia, dan ilmu sosial mengumumkan untuk pertama kalinya di tahun 1398 Hs, posisi Iran dalam basis data sitasi Scopus meningkat dari 16 menjadi menjadi 15.

Meskipun menghadapi sanksi, Iran terus menggenjot pertumbuhan produksi ilmu pengetahuannya. Negara ini berhasil mengejar kemajuan sains seperti produksi sel induk, nano teknologi dan kloning. Selain itu, para ilmuwan Iran juga berhasil mencapai kemajuan di bidang nuklir, termasuk radiofarmaka yang menggunakan sains nuklir, serta produksi bahan bakar nuklir. 

Selama 20 tahun terakhir, pertumbuh rata-rata produksi papaer ilmiah di Iran sebesar 20 persen, dan pada 2019 telah menghasilkan paper ilmiah tiga puluh lima kali lebih banyak dari  tahun 2.000.

Prestasi ini dicapai Iran di tengah gencarnya tekanan sanksi. fakta ini menunjukkan kemampuan Iran menangkal berbagai tekanan, sekaligus membuktikan tidak ada faktor yang bisa mencegah Iran mencapai puncak kemajuan ilmu pengetahuan. Indikator statistik produksi sains di dunia menunjukkan kontribusi para peneliti Iran menyumbang 1,58 persen dari produksi sains  dunia.

Nama cendekiawan Iran yang bersinar di arena internasional pada tahun 1398 Hs di antaranya: Hamid Reza Pour Ghassemi, dosen departemen sumber daya alam dan teknik lingkungan fakultas pertanian Universitas Shiraz, Iran, sebagai salah satu dari lima ilmuwan teratas di dunia di bawah usia 40 tahun yang diberikan Akademi Ilmu Pengetahuan Dunia TWAS-CASAREP di tahun 2019.

 

 

Selain itu, Pusat Penelitian Mikrobiologi Klinis Profesor Alborz Shirazi yang didirikan pada tahun 1992 oleh Universitas Ilmu Kedokteran Shiraz sebagai lembaga penelitian terbaik di bidang pengetahuan mikrobiologi klinis dan pemecahan masalah penyakit menular ditetapkan oleh WHO sebagai pusat riset terbaik dan paling aktif di Asia Barat. Hasil penelitian pusat riset ini telah mampu menjawab sejumlah masalah klinis penting di bidang penyakit menular dan mengusulkan solusi ilmiah di bidang tersebut.

Republik Islam Iran menempati urutan pertama di bidang sel induk baik di sektor ilmiah maupun komersial di kawasan Asia Barat. Saat ini, hampir 100 pusat penelitian di Iran yang aktif di bidang sel punca, sel hati, produksi tulang rawan, pengobatan kanker, dan perawatan kelainan tulang.

Pusat Sel Punca dan Medis Iran adalah salah satu pusat riset paling penting dari universitas generasi ketiga yang aktif dalam tiga bidang pendidikan, penelitian dan pengembangan sumber daya manusia. Pengembangan teknologi dan komersialisasi serta pengembangan layanan klinis klinis. Iran menempati peringkat 15 di dunia di bidang sel punca.

Selain itu, Iran juga meraih kemajuan di bidang kedirgantaraan bersamaan dengan proses akses yang terus berkembang ke ruang angkasa dan pentingnya hal ini, perusahaan berbasis pengetahuan telah memasuki arena.

Di tahun 1398 Hs, tim mahasiswa Universitas Teknologi Sharif berhasil mempresentasikan proyeknya  di bidang desain mesin turbin gas dalam kompetisi Internasional Masyarakat Dirgantara AS meskipun hanya dengan konferensi video karena boikot AS terhadap Iran. tapi mereka berhasil meraih posisi teratas dan memenangkan posisi pertama pada kompetisi tersebut.

Meskipun tim mahasiswa Universitas Teknologi Sharif tidak diizinkan untuk menggunakan analisis mesin dan perangkat lunak desainmua karena sanksi AS yang kejam terhadap rakyat Iran, tetapi mereka berhasil membuktikan kemampuannya kepada masyarakat dunia.

Menjelang ulang tahun keempat puluh sati kemenangan revolusi Islam, Iran meluncurkan rudal Raad 500 dengan mesin komposit generasi baru Zahir. Iran adalah negara kesembilan di dunia yang berhasil meluncurkan satelitnya. Pada saat yang sama, beberapa peluncuran, termasuk satelit Zafar yang diluncurkan pada Februari 1998, tapi tidak berhasil mencapai ketinggian yang telah ditetapkan. 

 

Satelit Zafar

 

Satelit riset Omid adalah satelit buatan Iran pertama yang mendarat di orbit pada bulan Februari 2009, yang bertepatan dengan ulang tahun ketiga puluh kemenangan Revolusi Islam.

Di bidang ilmu nuklir damai, Iran saat ini termasuk 13 negara dunia yang telah mencapai kemampuan siklus produksi bahan bakar nuklir lengkap.

Berkaitan dengan kemajuan sains dan teknologi Iran, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei  mengatakan, "Kita berada di antara negara-negara top dunia dalam beberapa disiplin ilmu baru, tetapi itu tidak meyakinkan kita dan itu tidak cukup. Gerakan ilmiah di dunia bergerak cepat dan kita tertinggal sejak masa lalu. Oleh karena itu, gerakan dalam kemajuan ilmiah yang sudah ada sekarang harus terus dipacu,". Menurut Rahbar, berbagai kemajuan yang telah dicapai saat ini berkat kejeniusan, kecerdasan, dan kegigihan bangsa Iran.

Selain sains dan teknologi, Iran juga meraih berbagai prestasi olahraga di tingkat dunia. Republik Islam Iran memenangkan dua kejuaraan individu untuk gelar tim Greco-Roman di World Cadet Championships di Bulgaria.

Pada cabang olahraga karete, tim nasional remaja karate Iran meraih juara pertama dalam kompetisi karate internasional "Arpachay Open 2019" di Azerbaijan. Tim karate remaja Iran meraih lima medali dengan perolehan dua emas, dua perak dan satu perunggu.

 

Farzaneh Tavasoli

 

Dalam cabang olahraga sepak bola, kiper Farzaneh Tavasoli untuk tim futsal wanita Iran berada di antara kiper futsal wanita top di 2019. Situs Futsal Planet hari Rabu, 11 Maret, dalam laporannya menempatkan seorang penjaga gawang tim futsal wanita Iran sebagai 10 kiper futsal wanita top 2019.

Daftar ini juga termasuk penjaga gawang dari negara-negara seperti Brasil, Italia, Uruguay, Rusia, Portugal, Spanyol dan Jepang. Sebelumnya, menurut pengumuman Futsal Planet, wasit Iran Gelareh Nazemi masuk dalam daftar wasit futsal terbaik untuk 2019.

Berbagai prestasi ini sebagaimana ditekankan oleh Rahbar bahwa Republik Islam Iran harus maju, kuat, mulia, berdaulat, bermartabat, bersemangat dan beriman, serta mengorbarkan panji-panji peradaban Islam modern.(PH)

 

 

Tags

Komentar