Mar 24, 2020 21:20 Asia/Jakarta
  • Ayatullah Khamenei
    Ayatullah Khamenei

Di awal tahun baru 1399 Hs, Rahbar menyampaikan dua pidato penting. Pertama, hari Jumat, 1 Farvardin yang bertepatan dengan 20 Maret 2020. Kemudian, pidato kedua hari Minggu, 3 Farvardin atau 22 Maret 2020.

Berbagai peristiwa besar dan kesulitan yang terjadi di tahun 1398 Hs menjadi perhatian Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Khamenei dalam pidato tahun barunya. Rahbar mengatakan bahwa kesulitan yang dihadapi bangsa Iran di tahun lalu bisa menjadi pemacu untuk meraih keberhasilan ke depan. Sebab, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Quran, "Inna ma al-usri yusra,', Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,".

Beliau mengungkapkan bahwa manusia terkadang mengalami ujian yang sulit, tetapi yang lebih penting bagaimana mengatasi kesulitan tersebut dengan spirit tinggi, sehingga selanjutnya suatu bangsa bisa lebih kuat, mandiri dan berdaulat di kancah dunia.

Rahbar mengatakan bahwa tahun 1398 Hs adalah tahun yang penuh gejolak bagi Iran. Awal tahun dimulai dengan banjir, dan berakhir dengan virus corona. Selama setahun itu, terjadi berbagai peristiwa di dalam negeri seperti: gempa bumi, sanksi dan sejenisnya. Puncak dari peristiwa tersebut adalah kejahatan terorisme yang dilakukan oleh Amerika  Serikat, yang meneror Syahid Letjen Qassem Soleimani. Namun, lanjut Ayatullah Khamenei, poin pentingnya, selain kesulitan seperti itu, ada sejumlah prestasi yang beberapa di antaranya belum pernah terjadi sebelumnya. Bangsa Iran bersinar terang dalam arti sebenarnya.

"Ketika banjir terjadi pada awal tahun, orang-orang yang saleh dan gigih bergegas menuju provinsi-provinsi, kota-kota, dan desa-desa yang dilanda banjir dan tertutup lumpur untuk membantu orang-orang di sana. Mereka melakukan sesuatu untuk mengurangi kesulitan akibat banjir yang menimpa masyarakat di sana," papar Ayatullah Khamenei.

Di bagian lain pidatonya, Rahbar menyinggung tahun 1398 Hs sebagai tahun perkembangan produksi nasional. Pada awalnya, para ahli menyambutnya, dan mengatakan bahwa produksi adalah kriteria utama, tetapi slogan menerima sambutan hangat dalam praktiknya juga.

"Menurut laporan yang dapat dipercaya yang saya terima, produksi negara bergerak maju. Beberapa pabrik yang telah berhenti bekerja dan ditutup telah kembali bekerja, dan dalam kasus yang bekerja di bawah kapasitas mereka, mereka telah meningkatkan kapasitasnya. Perusahaan-perusahaan berbasis ilmu pengetahuan memasuki arena dan berbagai organisasi melakukan upaya yang baik, di mana sebagai akibatnya, produksi telah ditingkatkan,"  jelas Ayatullah Khamenei.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran mencanangkan tahun "Lonjakan Produksi" untuk tahun ini. Rahbar mengatakan, "Pada tahun 1398 HS, produksi bangkit dan bergerak maju, tetapi efeknya dalam kehidupan masyarakat belum terasa nyata. Kita harus membuat produksi mencapai titik di mana ia dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat. Tentu saja, banyak masalah ekonomi negara. Ada masalah seperti reformasi sistem perbankan, peraturan bea cukai, sistem perpajakan dan peningkatan atmostif bisnis serta masalah-masalah lain seperti itu, tetapi peran produksi menjadi perhatian khusus melebihi yang lainnya".

"Mengingat pasar besar yang ada di dalam negeri, jika kita berhasil meningkatkan produksi, kegiatan utama akan berada di pasar domestik kita dengan 80 juta populasi penduduk, terlepas dari kenyataan bahwa produksi membutuhkan pasar luar negeri. Tentu saja, kita juga dapat berinteraksi dengan pasar luar negeri. Jika kita dapat memajukan produksi, insya Allah, masalah ekonomi pasti akan teratasi dan sanksi yang mereka jatuhkan akan menguntungkan kita," tegasnya.

Selain itu, Ayatullah Khamenei menyinggung masalah sanksi yang telah menimbulkan berbagai kerusakan sampai sekarang, tetapi juga telah menghasilkan keuntungan karena membuat kita berpikir tentang sumber daya domestik, tentang produk manufaktur dan tentang pemenuhan kebutuhan negara dengan mengandalkan sumber daya lokal. 

 

Ayatullah Khamenei

 

Dua hari setelah menyampaikan pidatonya di awal tahun baru 1399 Hs, Ayatullah Khamenei kembali menyampaikan pidatonya memperingati hari raya Bi'tsah Nabi Muhammad Saw pada 3 Farvardin 1399 Hs yang bertepatan dengan 22 Maret 2020.

Ayatullah Khamenei mengatakan, "Beberapa orang mengira konsep kebebasan dan keadilan sosial berasal dari Barat, padahal Barat baru mengenali konsep-konsep ini sekitar tiga atau empat abad lalu. Sementara Islam telah menghadiahkan konsep-konsep ini kepada umat manusia 1400 tahun lalu dan telah mempraktikkan di awal kedatangan Islam,".

"Prinsip Bi'tsah semua Nabi dan Rasul adalah menegakkan keadilan yaitu: keadilan sosial, keadilan ekonomi  di tengah masyarakat. Masalah lain seperti kebebasan telah dikemukakan oleh Sayidina Ali bin Abi Thalib dalam Nahjul Balaghah sekitar seribu tahun sebelum masalah ini diusung sejumlah negara Narat seperti Perancis dan lainnya," papar Rahbar.

Di bagian lain statemennya, Rahbar mengatakan pemerintah AS berulangkali menyampaikan kalau mereka siap membantu Iran memerangi wabah virus Corona, namun pengalaman menunjukkan bahwa AS tidak dapat dipercaya.

"Pertama, mereka sendiri menghadapi kekurangan parah obat-obatan dan peralatan untuk merawat pasien Corona. Kedua, AS sendiri dituduh memproduksi virus Corona, ketika ada tuduhan seperti ini, bisakah orang bijak memercayai mereka?", ungkap Ayatullah Khamenei.

Rahbar memandang para pejabat Amerika sebagai pendusta dan teroris. AS sama sekali tidak dapat dipercaya, karena mungkin saja obat yang mereka kirimkan justru akan memperparah penyebaran virus ini di Iran atau membuatnya kebal. Ada banyak informasi yang menyebutkan bahwa AS terlibat dalam memproduksi virus Corona, setelah wabah ini menyebar luas di Cina dan kemudian Iran. Para pejabat Cina menuding AS telah memproduksi dan menyebarkan virus mematikan ini.(PH)

 

 

 

Tags

Komentar