Okt 19, 2021 13:40 Asia/Jakarta
  • Milad Nabi Mulia dan Pekan Persatuan Islam (3)

Persatuan, ibarat darah dalam tubuh umat Islam, merupakan pemberi nafas kehidupan yang menuntut kesadaran dan kewaspadaan. Kaum Muslim yang menyadari akan konspirasi jahat musuh dan mengetahui sejauh mana penekanan Islam pada masalah persatuan, mereka pasti akan bersatu dan berusaha untuk mewujudkannya.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah dan media Barat berusaha untuk menghancurkan citra al-Quran dan Nabi Muhammad Saw sebagai dua fondasi kuat dari agama langit ini. Di antara kegiatan mereka untuk melawan penyebaran Islam di Barat adalah menghina sosok Rasulullah Saw dan mendistorsi kebenaran al-Quran.

Di sisi lain, dunia Barat telah membuat sebagian negara Islam bergantung kepada mereka dan membentuk pemerintah boneka di negara-negara tersebut agar tunduk pada kebijakan Barat.

Di era modern, kemajuan sarana sering digunakan oleh Barat untuk melakukan serangan budaya atau militer, dan secara serius menargetkan banyak orang Muslim. Di sini, musuh berusaha menggoyahkan fondasi masyarakat Islam. Mereka bahkan menyebarkan Islamofobia dan membentuk kelompok teroris yang mengatasnamakan Islam, padahal sama sekali tidak ada hubungannya dengan agama ini.

 

Dalam situasi seperti itu, muncul dua arus yang saling bertentangan dengan tujuan yang berbeda pula di dunia Islam. Salah satunya adalah arus perpecahan yang berpijak pada beberapa perselisihan dan perbedaan agama, etnis, dan ras. Gerakan ini mendorong umat Islam saling curiga dan menjauhkan diri satu sama lain. Arus lain adalah gerakan yang menyerukan dunia Islam untuk bersatu dan membangun solidaritas.

Peran kekuatan-kekuatan besar terlihat jelas dalam mendukung kelompok pertama. Mereka berperan secara langsung dan tidak langsung untuk menciptakan perselisihan di tengah kaum Muslim.

Secara langsung, para penguasa dan media milik kekuatan hegemoni menghasut perpecahan dan konflik di dunia Islam serta menentang upaya membangun persatuan. Namun dalam metode tidak langsung, mereka menggunakan cara yang lebih rumit dan tipu daya.

Pemerintah Barat mengeksploitasi orang-orang ekstremis dan bodoh, memaksa mereka untuk mengobarkan perpecahan dan memancing emosi orang Muslim lainnya. Pada dasarnya, Barat berusaha memperkenalkan pemikiran ekstrem Wahabi dan Salafi kepada masyarakatnya sebagai pemikiran Islam.

Di sisi lain, arus pendukung persatuan di negara-negara Muslim terus berkembang dan menjadi semakin penting seiring dengan munculnya kebangkitan Islam. Semangat untuk bersatu berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir setelah kemenangan Revolusi Islam di Iran yang dipimpin oleh Imam Khomeini ra.

Misalnya, ketika Rasulullah Saw dihina oleh media-media Barat, jutaan Muslim di seluruh dunia berdemonstrasi membela sosok panutan mereka. Reaksi luas ini telah mengejutkan pemerintah dan media Barat. Hal ini membuktikan bahwa meskipun ada propaganda miring Barat, dunia Islam tetap hidup dan waspada dalam mempertahankan persatuan umatnya.

Gerakan-gerakan spontan umat Islam menunjukkan bahwa Rasulullah Saw adalah kunci persatuan dunia Islam. Tentu saja, ketika kita berbicara tentang persatuan dunia Islam, persatuan ini tidak bertujuan untuk melawan pemeluk agama lain, tetapi ini merupakan sebuah persatuan yang cerdas untuk melawan para konspirator dan penjajah.

Dengan mengangkat isu Islamofobia, Barat berusaha memisahkan antara dunia Barat dan Islam karena mereka tahu bahwa Islam terus berkembang, sehingga mereka bertindak untuk menghalangi pertumbuhan Islam.

Media-media Barat mencegah sampainya kebenaran Islam kepada masyarakat non-Muslim dan berusaha membuat mereka tidak menyadari kepribadian luhur Nabi Muhammad Saw. Senjata yang digunakan oleh media Barat untuk melawan sosok Rasulullah adalah penghinaan dan ejekan. Cara ini menunjukkan kelemahan dan ketidakmampuan mereka menghadapi sosok insan kamil dan teladan akhlak yang paling luhur seperti Nabi Muhammad Saw.

Islam sangat menekankan masalah persatuan di antara pengikutnya. Di satu sisi, al-Quran menyeru mereka untuk berpegang teguh pada tali petunjuk dan keselamatan, yaitu tali Allah Swt yang kuat. Di sisi lain, melarang umat Islam dari memutuskan tali silaturahim dan mengingatkan mereka agar tidak bercerai-berai.

Pesan dari firman Tuhan ini adalah bahwa kekokohan agama mustahil dicapai dengan perpecahan dan konflik. Persatuan dan konvergensi-lah yang akan membawa umat Islam ke titik tujuan mereka.

Para perawi dan sejarawan meyakini bahwa Nabi Muhammad Saw dilahirkan pada bulan Rabiul Awal, tetapi mereka berselisih tentang tanggal kelahirannya. Menurut para perawi Syiah, beliau dilahirkan pada 17 Rabiul Awal tahun gajah dan setelah fajar. Ahlu Sunnah berpendapat bahwa kelahiran baginda terjadi pada tanggal 12 di bulan yang sama.

Imam Khomeini ra kemudian menetapkan rentang waktu enam hari itu sebagai Pekan Persatuan. Pekan ini diisi dengan berbagai kegiatan termasuk pelaksanaan Konferensi Internasional tentang Persatuan Islam, yang digelar setiap tahun di Tehran.

Menurut sumber-sumber sejarah, biasanya peristiwa penting dan menakjubkan akan muncul untuk menyambut kelahiran pada nabi Ilahi. Peristiwa ini mengabarkan akan kedatangan para nabi dan mempersiapkan masyarakat untuk kedatangan mereka.

 

Pada malam kelahiran Rasulullah Saw, terjadi peristiwa-peristiwa aneh dan di luar nalar manusia yang diriwayatkan dalam berbagai sumber sejarah. Ibnu Hisham menukil dari Hasan ibn Tsabit yang berkata, “Demi Tuhan, aku berusia tujuh atau delapan tahun dan aku memahami betul apa yang aku dengar ketika aku melihat seorang pria Yahudi berdiri di atas sebuah kastil di Madinah. Dia berteriak, “Wahai kaum Yahudi! Ketahuilah bahwa malam ini, telah terbit bintang Ahmad yang ia lahir dengannya.”

Sejarah juga mencatat bahwa singgasana Raja Kisra ikut bergoyang-goyang hingga menimbulkan bunyi dan 14 balkon di istananya juga runtuh.

Pada malam kelahiran Nabi Saw, Iblis meminta bantuan kepada setan dan para sahabatnya. Setelah berkumpul di sekelilingnya, mereka bertanya, “Wahai tuan kami, mengapa engkau ketakutan?” Ia berkata, “Celakalah kalian! Dari awal malam sampai sekarang, aku melihat keadaan langit dan bumi berubah, aku yakin telah terjadi peristiwa baru dan besar di bumi yang belum pernah terlihat sejak kelahiran Isa binti Maryam, kita tidak bisa lagi mengetahui kabar dari langit, karena Muhammad telah lahir.”

Sheikh Saduq menukil sebuah hadis yang panjang dari Imam Jakfar Shadiq as dalam bukunya al-Amali, yang menjelaskan sebagian besar peristiwa yang terjadi pada malam kelahiran Nabi Saw.

Dalam riwayat itu, Imam Shadiq as berkata, “Iblis bolak-balik naik ke langit dan ketika Nabi Isa as lahir, mereka dilarang menyentuh tiga langit dan hanya bisa naik hingga langit keempat, tetapi ketika Rasulullah lahir, mereka dilarang dari ketujuh langit, dan dengan lemparan bintang-bintang, iblis dicegah naik ke langit.”

Diriwayatkan bahwa pada malam kelahiran Nabi Muhammad Saw, sebuah cahaya datang dari Hijaz dan terus bergerak ke arah ke timur dan ketika sampai di sana, takhta setiap kerajaan terguling, pengetahuan para peramal lenyap, dan sihir para penyihir tidak berfungsi lagi.

Dalam sebuah hadis qudsi disebutkan bahwa Allah Swt berfirman kepada Rasulullah, “Wahai Ahmad! Jika bukan karena kamu, aku tidak akan menciptakan dunia ini.”

Allah Swt berfirman dalam ayat 170 surat al-Anbiya, “Dan tidaklah Aku mengutusmu kecuali sebagai rahmat/kasih sayang bagi semesta alam.” Dari ayat ini dapat dipahami bahwa baginda adalah manifestasi dari semua rahmat Ilahi. Ia tidak hanya rahmat bagi manusia, tetapi juga rahmat bagi jin dan bahkan makhluk lainnya. (RM)

Tags