Mar 31, 2020 20:53 Asia/Jakarta
  • Ilustrasi perayaan Hari Alam di Iran.
    Ilustrasi perayaan Hari Alam di Iran.

Tanggal 13 Farvardin diperingati sebagai Hari Alam di Iran yang merupakan bagian dari rangkaian penutup perayaan tahun baru Nowruz. Hari ini masyarakat Iran memperingati tradisi "Sizdah Bedar" yang telah diperingati secara turun-temurun selama ribuan tahun.

Tradisi ini dirayakan secara meriah oleh masyarakat Iran di berbagai penjuru negeri. Mereka meninggalkan rumah-rumahnya untuk menyapa alam terutama taman-taman kota dan padang rumput yang hijau di awal musim semi.

Sizdah berarti tiga belas, dan Bedar berarti keluar ruangan/rumah. Ini adalah tradisi masyarakat Iran untuk menikmati udara musim semi yang segar sebelum mengakhiri liburan Tahun Baru Persia, untuk memulai rutinitas dengan lebih banyak energi dan mood yang baik.

Sizdah Bedar adalah hari untuk berekreasi bersama keluarga sebagai penutup liburan tahun baru. Dalam tradisi Nowruz, 13 Farvardin adalah hari menghormati alam dan nikmat yang tersimpan di baliknya dan ia juga hari persahabatan dengan alam.

Alam kembali menampakkan kesegaran dan wajah hijaunya, dan ia mengundang masyarakat untuk menikmati keindahan alam. Kajian tentang sejarah Sizdah Bedar akan mengantarkan kita pada pengaruh hubungan dengan alam dan pentingnya melestarikan alam sebagai warisan untuk generasi mendatang. Masyarakat Iran selalu merasakan dampak positif dari berinteraksi dengan alam serta memanfaatkan keindahan alam untuk melepaskan lelah dan memperbaiki semangat.

Sizdah Bedar dengan beragam tradisinya sangat membantu dalam memperbarui semangat dan keceriaan masyarakat. Sizdah Bedar diperingati dengan tradisi unik dan menarik di seluruh pelosok Iran. Pada hari itu, suhu udara cukup segar dan sangat tepat digunakan untuk berekreasi di alam terbuka. Keindahan musim semi dan kesegaran alam mengundang rasa takjub semua orang. Bunga-bunga yang indah dan dedaunan yang hijau mengabarkan tahun yang penuh dengan berkah dan keceriaan.

Kuntum bunga akan menghiasi setiap tumbuhan yang muncul dari tanah dan menghembuskan kesegaran musim semi. Selain menikmati alam terbuka, banyak juga dari masyarakat Iran yang mendatangi taman-taman kota dan kebun raya untuk memperingati Sizdah Bedar secara berkelompok. Mereka menikmati keindahan taman kota dan mengisi hari itu dengan berbagai kegiatan positif.

Ketika musim semi tiba, dataran tinggi Tehran, ibukota Iran tampak begitu indah dengan padang rumput yang hijau dan penuh bunga serta mata air yang mengalirkan air yang jernih dan segar. Dataran tinggi Tehran adalah lokasi favorit bagi para wisatawan, pendaki gunung dan olahragawan. Pada hari Sizdah Bedar, lokasi bungalow di pinggiran Tehran seperti Lavasan, Ushan, Kan dan Sulqan, Fasham, Darband, dan Farahzad disesaki oleh warga yang ingin menikmati Hari Alam. Lokasi favorit lain untuk warga Tehran adalah daerah Shemiranat atau Roodbar Qasran dengan alam yang asri dan hutan yang hijau.

Tradisi keluar rumah pada tanggal 13 Farvardin diperingati di seluruh penjuru Iran. Ini adalah hari yang dihabiskan dengan sukacita, tawa, dan penuh canda. Pada hari Sizdah Bedar, penduduk di daerah-daerah pegunungan pergi ke kawasan pegunungan dan menikmati kesegaran cuaca di musim semi. Menyaksikan pegunungan tinggi dengan puncak bersalju, lembah yang curam, mata air yang jernih, air terjun yang mempesona, dan hutan yang masih perawan adalah salah satu dari keajaiban alam di daerah pegunungan Zagros di Iran Barat.

Salah satu destinasi wisata yang dikunjungi oleh banyak pecinta alam setiap tahun di musim semi dan musim panas adalah air terjun Aab-e-Sefid di Provinsi Lorestan. Air terjun ini berada di 90 kilometer dari kota Aligudarz di wilayah pedesaan dengan pegunungan tinggi serta dipenuhi dengan pohon oak dan kebun kenari. Menghabiskan beberapa saat di samping air terjun dan mendengarkan suara air yang jatuh, membuat manusia semakin menyadari kekuasaan dan keagungan Sang Pencipta Semesta.

Orang-orang Sanandaj di wilayah pengunungan Zagros di Iran Barat akan mendatangi kaki Gunung Abidar dan hutan lindung di kawasan itu. Gunung Abidar adalah tempat yang diminati untuk daki gunung dan menyedot banyak wisatawan setiap tahunnya.

Daerah lain yang diserbu oleh warga pada peringataan Sizdah Bedar adalah padang rumput indah, Golestan Kouh. Dengan diselimuti banyak bunga unik dan indah, daerah ini terletak di sekitar kota Khansar di Provinsi Isfahan. Pada musim semi, bunga tulip terbalik dengan warna merah dan kuning serta banyak tanaman lainnya menghiasi tempat tersebut. Mata air yang tersebar di sejumlah titik di Golestan Kouh telah menambah keindahan dan keasrian daerah itu.

Di musim semi, wilayah utara dan selatan Iran juga sangat menyenangkan karena daerahnya yang bersebelahan dengan laut. Pada Hari Alam, hutan hijau di Iran Utara – yang menerima jutaan wisatawan sepanjang tahun – diserbu oleh wisatawan untuk menghabiskan liburan Nowruz bersama penduduk lokal. Panorama pesisir Laut Kaspia, hutan dan taman-taman di Iran Utara serta rumah-rumah kayu telah menghadirkan kesan yang unik. Oleh karena itu, banyak warga Iran memilih Iran Utara untuk menghabiskan liburan tahun baru dan menikmati awal musim semi.

Di Iran Selatan, masyarakat kota Abadan, Khorramshahr, dan kota-kota lain di Provinsi Khuzestan juga memilih keluar rumah untuk memperingati Hari Alam. Mereka mendatangi tempat-tempat yang asri dan kebun kurma. Pesisir Teluk Persia yang diliputi oleh sinar matahari dan udara segar, menghadirkan keindahan alam yang indah bagi kota-kota pelabuhan di Teluk Persia.

Tradisi umum pada perayaan Sizdah Bedar adalah bahwa warga Iran sebelum meninggalkan rumah menuju alam, tidak lupa membawa Sabzeh (tunas gandum) untuk dibuang ke aliran air dan kemudian pulang ke rumah masing-masing.

Tradisi lain Sizdah Bedar adalah menyiapkan makanan khusus yang dibawa untuk disantap di alam terbuka. Banyak keluarga Iran membawa hidangan makan siang untuk dinikmati bersama. Mereka juga membawa makanan ringan seperti kacang-kacangan dan kue. Pada umumnya, sajian makanan disiapkan dengan dua cara penyajian. Pertama disiapkan sebelumnya di rumah masing-masing. Dan kedua, mereka menyiapkan peralatan masak dan bahan bakunya, kemudian memasak di alam terbuka dan disantap di sana.

Makanan dan hidangan favorit pada hari itu adalah teh, sari kurma, puding, buah-buahan, roti, keju, lalapan segar, sup yang disebut Ash-e Reshteh, dan nasi rempah-rempah dengan daging domba atau Baghali Polo.

Sebagian warga Iran yang berada di wilayah barat memiliki tradisi menyantap Kufteh untuk makan siang di hari Sezdah Bedar. Kufteh adalah makanan berbentuk bola dengan kuah kare yang lezat. Bulatan bola ini terdiri dari campuran nasi dan daging yang diracik dengan bumbu khusus. Sebagian daerah lain menyajikan menu vegetarian khusus. Sementara masyarakat Tehran lebih memilih membakar kebab di taman-taman kota.

Berbagai instansi pemerintah di belbagai kota, setiap tahun, berusaha menjadikan Hari Alam ini sebagai momentum untuk menghormati dan melindungi alam. Oleh karena itu, disiapkan berbagai acara untuk warga yang dipusatkan di taman-taman padat pengunjung. Di Tehran, tiap tahun digelar Festival Keluarga di taman-taman ibukota seperti di Park Mellat, Laleh, Niyavaran, dan lain-lain.

Semua itu dilakukan supaya warga setempat dapat menikmati Hari Alam yang sekaligus penutup liburan tahun baru Iran, dengan penuh rasa kasih dan persahabatan, serta dapat memulai aktivitas di tahun baru dengan energi dan semangat baru. (RM)

Tags

Komentar