Nov 18, 2020 19:19 Asia/Jakarta
  • Sabar dan Harapan, Kunci Hadapi Pandemi

Kesabaran dan harapan akan memudahkan kita menjalani kesulitan dalam hidup di tengah kepungan pandemi global dewasa ini.

Berbagai musibah yang menerpa kita dan orang-orang di sekitar kita, seperti kematian orang yang dicintai, kehilangan pekerjaan dan modal, penyakit berbahaya, dan penderitaan lain menjadi masalah yang dihadapi banyak orang di seluruh penjuru dunia. Salah satu masalah global saat ini dalah penyebaran pandemi Covid-19.

Wabah virus Corona yang menyebar dari kota hingga desa di berbagai negara dunia telah menciptakan pengalaman hidup yang berbeda dari sebelumnya. Kecepatan penyebaran dan penularan virus telah menyebabkan kebutuhan baru seperti karantina rumah, penggunaan masker,  dan desinfektan  alkohol dalam gaya hidup masyarakat dunia.

Statistik global menunjukkan bahwa penyakit ini telah menyebar setiap hari sejak awal, dan sayangnya, jutaan orang di seluruh dunia terinfeksi Covid-19, dengan jumlah kematian meningkat di berbagai negara. Dalam situasi kritis ini, sikap setiap manusia menyikapi penyakit ini sangat penting.

 

 

Tinggal di rumah, tidak pergi ke tempat umum seperti pusat perbelanjaan, taman, pusat rekreasi, gym, kolam renang, dan lainnya, serta membatasi perjalanan luar kota dan luar negeri, juga di sisi lain bekerja dan mendidik anak-anak di rumah bersama keluarga menjadi tren baru di sebagian besar negara di dunia.

Setiap musibah menyebabkan ketidaknyamanan yang menempatkan jiwa manusia pada posisi yang sempit dan menyebabkan tekanan psikologis. Di sisi lain, karena belum diketahui perilaku  virus ini, para ilmuwan belum memberikan jawaban pasti untuk pertanyaan penting berapa lama penyakit ini menjadi tamu tak diundang di bumi ini?

Kapan vaksin penyakit ini ditemukan dan tersedia, dan kapan bisa diadakan perayaan selamatnya umat manusia dari virus corona ? Banyak juga yang khawatir apakah mereka akan terkena virus corona, ataukah virus jahat ini akan membunuh mereka maupun orang yang mereka cintai. Pertanyaan dan kekhawatiran ini ada di benak semua orang yang menyebabkan depresi dan kecemasan.

 

 

Ketidaksabaran dalam menjalani rutinitas normal baru memunculkan banyak masalah psikologis bagi banyak orang. Para psikolog percaya bahwa ketidaksabaran dan kegelisahan bukan hanya tidak berpengaruh terhadap pengurangan penderitaan, tetapi justru sebaliknya meningkatkan jumlahnya. Mereka memperkenalkan cara terbaik untuk menghadapi masalah dan penderitaan dengan kesabaran dan harapan untuk fajar hari yang cerah.

Kesabaran adalah kekuatan dinamis yang memberdayakan manusia melawan apa yang tidak disukainya. Dengan bersabar, masalah bisa dikurangi dan kebahagiaan bisa dipertahankan.

Ajaran luhur Al-Quran dan petuah bijak Nabi Muhammad Saw, juga Ahlul Baitnya menekankan kesabaran dan harapan. Imam Baqir berkata, "Kesempurnaan manusia ada dalam tiga hal: mempelajari ilmu agama, sabar dalam menghadapi musibah, dan menjaga ukuran dalam hidupnya."

Dalam pandangan agama, kesulitan menjadi tempat tumbuh berkembangnya manusia. Ibarat membuat berlian, perlu untuk menerapkan tekanan dan panas paling banyak di atasnya supaya membentuk kaca berkilau dan berharga yang disebut berlian. Manusia juga perlu mengembangkan jiwanya dengan menanggung kesulitan dan melewati tikungan dan belokan curam. Kesulitan mencapai kesempurnaan manusia dan spiritual.

Nabi Muhammad Saw menyebutkan tanda-tanda orang yang bersabar, “Tanda orang sabar ada tiga hal. Pertama, ia tidak malas, kedua, tidak gelisah, dan ketiga, tidak menggugat Tuhan Yang Maha Esa. Ketika kemalasan menimpanya, dia tidak merusak kebenaran, dan ketika ditimpa kegelisahan, dia tetap bersyukur. Setiap mengadu kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, segera menyadari dosa-doasanya. Kesabaran dan harapan bagaikan dua sayap yang terbang dan saling melengkapi,".

 

 

Al-Quran memuji orang-orang yang sabar dalam berbagai ayat, dan menempatkan mereka di tempat khusus di hadapan Allah swt. Dalam surat Al-Insyirah ayat 5 Tuhan memberi kabar baik kepada manusia bahwa ada mudah bersama kesulitan.

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ یُسْرًا 

إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ یُسْرًا 

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,  

sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

Ayat-ayat ini memberitahu manusia bahwa buah kesabaran dan harapan adalah terbukanya jalan penyesaian yang dianugerahkan Tuhan Yang Maha Esa. Berapa banyak pasien penyakit parah seperti kanker bisa sembuh, demikian juga berapa banyak orang yang telah gagal dalam kehidupan pribadi dan profesionalnya tetapi bisa mencapai tujuan mereka dengan usaha dan harapan untuk masa depan.

Sebagian besar psikolog juga percaya bahwa pandangan penuh harapan tidak hanya memengaruhi emosi seseorang, tetapi hampir semua aspek kehidupannya. Harapan dan pandangan optimis tentang masa depan menghilangkan stres dan kecemasan dalam jiwa.

Saat ini umat ​​manusia menghadapi pandemi Covid-19. Di tengah berbagai upaya manusia untuk menemukan obat dan vaksin virus Corona, sabar dan harapan menjadi kekuatan batin yang akan menjaga ritme optimisme dalam kehidupan terus menyala. 

Hassan Balkhari, penulis, peneliti, dan profesor filsafat seni, estetika, dan filsafat Timur dari universitas Tehran, menulis dalam catatannya yang indah, "Tidak ada keraguan bahwa kehidupan manusia dan dunia ini penuh dengan rasa sakit. Tetapi yang penting adalah manusia harus berusaha mengatasi rasa sakit dan penderitaan ini dengan kesabaran, kepercayaan, harapan, dan kegembiraan. Hal yang paling penting adalah harapan dan kepercayaan kita dengan keyakinan yang besar bahwa kita akan melewati hari-hari yang menyakitkan ini, Insya Allah, dengan kesehatan dan kesuksesan." (PH)

Tags