Jul 19, 2021 16:31 Asia/Jakarta
  • Pesan Haji Rahbar 2021

Teks pesan Pemimpin Besar Revolusi Islam, Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei pada momentum ibadah Haji tahun ini.

بسم‌اللّه‌الرّحمن‌الرّحیم

و الحمد للّه ربّ العالمین و صلّی اللّه علی محمّد و آله الطّاهرین و صحبه المنتجبین و مَن تَبِعهم بِاحسان الی یوم الدّین.

 

Saudara-saudari Muslim di seluruh dunia!

Tahun ini, umat Muslim kehilangan berkah haji yang besar, dan hati yang dipenuhi kerinduan merasa kehilangan dari jamuan spiritual di Rumah Agung yang dianugerahkan Tuhan Yang Maha Bijaksana dan Maha Penyayang, untuk umat manusia.

Ini adalah tahun kedua ketika musim sukacita dan kebahagiaan spiritual haji menjadi musim perpisahan dan penyesalan, karena penyebaran wabah penyakit epidemi, dan mungkin juga akibat kebijakan pengelola Haram Syarif, yang membuat mata orang-orang beriman tidak dapat melihat dengan jelas simbol persatuan dan kebesaran serta spiritualitas umat Islam,  yang saat ini tertutup awan dan debu.

Ujian ini sebagaimana batu ujian lainnya dalam sejarah umat Islam dapat membawa menuju masa depan yang cerah. Masalah yang terpenting bahwa haji dalam bentuk aslinya, bertahan di hati dan jiwa umat Islam, dan kini setelah tubuh ritualnya sementara tidak ada, pesan agungnya tidak berkurang.

Haji adalah ibadah yang misterius dan penuh teka-teki. Konstruksi indah dan kombinasi gerakan dan keheningan di dalamnya, membangun identitas pribadi Muslim dan komunitas Muslim, sekaligus menunjukkan keindahannya di mata dunia.

Di satu sisi, membawa hati para hamba-Nya secara spiritual dengan zikir, kerendahan hati dan munajat yang membawa mereka lebih dekat kepada Allah swt. Di sisi lain, dengan kostum dan gerakan yang sama dan harmonis, menyatukan saudara-saudara yang datang dari seluruh penjuru dunia.

Selain itu, ibadah Haji menjadi simbol tertinggi umat Islam di depan mata dunia dengan segala ritualnya yang bermakna dan misterius, sekaligus menunjukkan itikad tulus dan kebesaran umat Islam kepada pihak-pihak yang mungkin tidak menyukainya.

Tahun ini, ibadah Haji tidak terselenggara sebagaimana biasanya, tetapi perhatian kepada Rabbul Bait, zikir, kerendahan hati, munajat dan istighfar tetap ada. Kehadiran di Arafah tidak bisa kita lakukan, tetapi doa dan munajat di hari Arafah tetap bisa dilakukan. Melempari Iblis dengan batu di Mina tidak bisa kita lakukan, tetapi melawan setan haus kekuasaan bisa dilakukan di mana-mana. Kehadiran tubuh yang bersatu di sekitar Kabah tidak bisa dilakukan, tetapi kehadiran hati yang bersatu dalam naungan ayat-ayat yang terang dari Al-Qur'an, dan berpegang teguh pada tali Allah tetap menjadi tugas bersama kita semua.

Kita, umat Islam saat ini memiliki populasi besar, tanah yang luas, sumber daya alam yang tak terhitung banyaknya, dan negara-negara yang hidup dan terjaga, harus membentuk masa depan dengan sumber dayanya sendiri.

Selama150   tahun terakhir, bangsa-bangsa Muslim tidak memainkan peran signifikan dalam negara dan pemerintah mereka, kecuali beberapa saja yang telah mengatur sepenuhnya. Kebanyakan masih mengamini kebijakan agresor pemerintah Barat, sehingga menjadi sasaran keserakahan, campur tangan, dan kejahatan mereka.

Keterbelakangan ilmu pengetahuan dan afiliasi politik banyak negara saat ini adalah produk dari kepasifan dan ketidakmampuannya. Bangsa kita, pemuda kita, ilmuwan kita, ulama dan intelektual kita, politisi kita serta partai-partai dan komunitas kita kini harus menebus masa lalu yang memalukan dan tidak membanggakan. Mereka harus berdiri melawan aksi pemaksaan, campur tangan dan kejahatan kekuatan Barat.

Semua pandangan Republik Islam Iran yang menimbulkan kekhawatiran dan membuat marah kubu arogan, karena seruan perlawanan ini. Perlawanan terhadap intervensi dan kejahatan Amerika Serikat, maupun kekuatan agresor lainnya, dan mengambil kendali masa depan dunia Islam dengan berpijak pada ajaran Islam.

Tentu saja, Amerika Serikat dan sekutunya sangat sensitif terhadap slogan "perlawanan" dan menempatkan "Front Perlawanan Islam" sebagai musuhnya. Keseiringan beberapa negara di kawasan dengan Barat juga menjadi kenyataan getir bagi kelanjutan kejahatan mereka.

Jalan lurus yang ditunjukkan oleh ritual haji seperti: Sai, Tawaf, Arafah dan Jumrah, menunjukkan kepada kita mengenai kemuliaan dan kesatuan dalam Ibadah Haji. Tawakal kepada Allah dan perhatian pada kekuatan abadi ilahi, serta keyakinan pada kekuatan bangsa, dan keyakinan terhadap perjuangan, bersama itikad baja untuk terus bergerak dengan harapan besar demi meraih kemenangan.

Realitas di dunia Islam menambah harapan ini, sekaligus memperkuat tekad kita semua. Di sisi lain, kondisi getir dunia Islam, keterbelakangan ilmu pengetahuan dan afiliasi politik, serta instabilitas ekonomi dan sosial, menempatkan kita di depan tugas besar dan perjuangan yang tak kenal lelah.

Bangsa Palestina meminta bantuan kita, demikian juga Yaman yang tertindas dan berdarah membuat hati kita teriris luka. Penderitaan di Afghanistan mengkhawatirkan semua orang. Peristiwa tragis di Irak, Suriah, Lebanon, dan beberapa negara Muslim lainnya yang menjadi arena kejahatan dan intervensi Amerika Serikat dan sekutunya yang terlihat begitu jelas, membangkitkan semangat dan harapan para pemuda.

Di sisi lain, bangkitnya front-front perlawanan di seluruh kawasan sensitif ini, dan kebangkitan bangsa-bangsa mendorong generasi muda yang penuh semangat untuk  mewujudkan harapan mulianya. Palestina menghunus "Pedang Quds" dari semua sisi. Quds, Gaza, Tepi Barat, dan wilayah tahun 1948, serta kamp-kampnya, semua bangkit melawan para agresor dalam perang  selama dua belas hari.

Yaman yang terkepung menanggung tujuh tahun perang, kejahatan, dan penindasan yang dilancarkan musuh. Meskipun menghadapi kelaparan kekurangan makanan, obat-obatan, dan fasilitas hidup; tapi mereka tidak menyerah kepada penindas dan melawannya dengan kemuliaan.

Di Irak, elemen-elemen perlawanan dengan bahasa yang jelas dan tegas memaksa Amerika Serikat dan anteknya Daesh mundur. Dengan itikad bajanya mereka melawan segala jenis campur tangan dan kejahatan Amerika Serikat dan sekutunya di Irak.

Aksi propaganda Amerika Serikat untuk melemahkan tekad dan aksi para pemuda yang bersemangat bersama elemen-elemen perlawanan di Irak, Suriah, Lebanon, dan negara-negara lain, yang dihubungkan dengan Iran atau otoritas lainnya; jelas merupakan penghinaan terhadap para pemuda pemberani dan sadar itu. Hal ini  lahir dari kurangnya pemahaman yang baik dari orang-orang Amerika terhadap bangsa-bangsa di kawasan.

Kesalahpahaman ini menyebabkan Amerika Serikat dipermalukan di Afghanistan. Tapi kemudian pasukan dan kekuatan militernya ditarik keluar, setelah kedatangannya yang penuh gejolak selama dua puluh tahun lalu dengan penggunaan senjata, bom, dan tembakan terhadap warga sipil yang tidak berdaya dan sipil. Tentu saja, bangsa Afghanistan yang sadar harus tetap waspada terhadap alat-alat intelijen AS dan senjata lunak di negaranya.

Negara-negara di kawasan telah menunjukkan bahwa mereka terjaga dan waspada dengan mengambil pendekatan berbeda dari beberapa pemerintah yang masih berusaha menjaga supaya Amerika Serikat tetap puas dengannya, bahkan dengan tuntutan terhadap masalah penting Palestina. Pemerintah yang secara terbuka dan diam-diam menjalin persahabatan dengan  rezim Zionis bermakna mengingkari hak rakyat Palestina atas tanah air bersejarahnya. Ini adalah pengerukan sumber daya Palestina. Mereka tidak cukup hanya dengan memanfaatkan sumber daya alam negaranya saja, karena kini mereka menjarah sumber daya bangsa Palestina.

 

Saudara dan saudariku!

Kawasan kita dan peristiwanya yang cepat dan beragam adalah pameran pelajaran dan pengajaran untuk kita semua. Di satu sisi, kekuatan yang dihasilkan dari perjuangan melawan agresor, dan di sisi lain, penghinaan yang dihasilkan dari ketundukan dan ekspresi kelemahan menghadapi pemaksaan.

Janji ilahi adalah kemenangan para pejuang Islam di jalan Tuhan. Jika kita menolong [agama] Allah, maka Allah akan meolong kita semua. Buktinya adalah para pejuang Islam. Dampak pertama dari perjuangan ini adalah penghentian Amerika Serikat dan penindas internasional lain dari kejahatannya dan campur tangan di negara-negara Muslim, Insya Allah.

Saya memohon kepada Allah swt untuk kemenangan bangsa-bangsa Muslim. Saya mengirimkan salam kepada Imam Mahdi, dan memohon kepada Allah swt supaya menempatkan Imam Khomeini dalam kedudukan yang tinggi bersama syuhada yang agung.

 

Wassalam ala ibadillah Shalihin

Sayid Ali Khamenei

6 Zulhijah 1442 Hq

 

Tags