Jul 25, 2021 10:09 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 25 Juli 2021
    Lintasan Sejarah 25 Juli 2021

Mukjizat Terbelahnya Bulan

1447 tahun yang lalu, tanggal 14 Dzulhijjah 5 Sebelum Hijrah, Nabi Muhammad Saw mengeluarkan mukjizat terbelahnya bulan.
 
Berdasarkan sejumlah riwayat masyhur, orang-orang Musyrik mendatangani Rasulullah Saw dan berkata, "Bila engkau benar seorang nabi, maka belahlah bulan menjadi dua!" Nabi menjawab, "Apakah bila ini aku lakukan kalian akan beriman?" Mereka serentak menjawab, "Iya."
 
Malam tanggal 14 Dzulhijjah 5 tahun sebelum hijrah, Nabi Muhammad Saw meminta kepada Allah Swt agar mengabulkan apa yang mereka inginkan darinya. Tiba-tiba bulan terbelah dua. Nabi kemudian berkata kepada mereka, "Allah Swt dalam al-Quran berfirman, "Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan.Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: "(Ini adalah) sihir yang terus menerus"." (al-Qamar ayat 1-2)
 
Parlemen Iran di masa Dinasti Pahlavi

 

Pembahasan RUU Kapitulasi di Parlemen Iran
 
57 tahun yang lalu, tanggal 3 Mordad 1343 HS, Parlemen Iran melakukan sidang luar biasa membahas RUU Kapitulasi.
 
Dalam sejarah Iran, hak kekebalan hukum atau kapitulasi telah diberikan beberapa kali kepada negara-negara asing. Shah Soltan Hossein Safavi dan Fath Ali Shah (pasca kekalahan dalam perang Torkmandhi) memanfaatkan hak istimewa ini untuk mempertahankan kekuasaannya, sehingga dapat mencegah pendudukan ibukota oleh pasukan asing. Sekalipun demikian, pemberian hak ini dinilai buruk oleh rakyat, sehingga mereka melihat para raja sebagai pengkhianat Iran.
 
Tapi harus dikatakan bahwa ratifikasi UU Kapitulasi terburuk terjadi di masa Mohammad Reza Shah. Ia ingin meratifikasi UU ini lewat parlemen, padahal rakyat telah semakin sadar. Mereka tahu betapa para pemimpin negara memberikan hak ini dengan imbalan utang senilai 200 juta dolar. Sejatinya, Shah sebagai kepala negara tidak boleh menghidupkan kembali hak kekebalan hukum kepada pihak asing, setelah beberapa waktu lalu sempat dibatalkan.
 
Bersamaan dengan lawatan Shah ke Amerika pada bulan Tir 1343 HS dan melakukan perundingan, Amerika berjanji akan memberikan bantuan militer, tapi dengan syarat warganya di Iran mendapat hak kekebalan hukum. Shah menerima syarat itu demi mendapatkan bantuan militer senilai 200 juta dolar. Setelah kembali ke Iran, Shah mulai mengusulkan draf UU Kapitulasi.
 
Pada tanggal 3 Mordad 1343 HS, parlemen membentuk sidang luar biasa untuk membahas sejumlah draf. Sidang dimulai sejak pagi dan berlanjut hingga tengah malam. Akhirnya, Hosseinali, Perdana Menteri Iran waktu itu meminta agar draf UU Kapitulasi dibahas dan sidang berakhir pukul 12 malam. Dalam sidang ini sebagian anggota parlemen tidak setuju dengan skenario ini, tapi tidak dapat menyampaikannya.
 
Setelah itu, draf UU Kapitulasi ini disidangkan lagi pada 21 Mehr 1343 dan dalam kondisi tidak hadirnya ketua dan 25 anggota parlemen, draf ini diratifikasi. Rancangan UU ini disetujui oleh 74 suara dan 61 suara menolaknya. UU Kapitulasi akhirnya dibatalkan tiga bulan pasca kemenangan Revolusi Islam Iran lewat ratifikasi Dewan Revolusi dan pemerintah sementara.
 
Zionis Serang Lebanon
 
28 tahun yang lalu, tanggal 25 Juli 1993, tentara rezim Zionis untuk kesekian kalinya melakukan serangan besar-besaran terhadap Lebanon selatan.
 
Serangan yang dilancarkan dari darat, laut, dan udara itu bertujuan untuk memperluas wilayah kekuasaan rezim Zionis secara ilegal.
 
Dalam serangan ini, 128 warga sipil gugur syahid, 500 orang luka-luka dan lebih dari 400 ribu orang menjadi pengungsi. Selain itu, ladang-ladang pertanian dan infrastrukutur perekonomian pun rusak berat. Namun demikian, pasukan Hizbullah Lebanon pada tahun 2000 berhasil mengusir keluar tentara Zionis dari wilayah Lebanon selatan.[]

Tags