Sep 03, 2021 14:47 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 3 September 2021

Hari ini Jumat, 3 September 2021 bertepatan dengan 25 Muharam 1443 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 12 Shahrivar 1400 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.

 

Imam Sajjad Gugur Syahid

 

1348 tahun yang lalu, tanggal 25 Muharam 95 HQ, menurut sebuah riwayat, Imam Ali Zainal Abidin as, imam keempat kaum Muslimin dan generasi kedua keturunan Rasulullah Saw, gugur syahid.

 

Imam Ali Zainal Abidin as adalah putra dari Imam Husein as, cucu Rasulullah. Beliau dikenal amat rajin beribadah dan bersujud di hadapan Allah, sehingga dijuluki as-Sajjad yang berarti banyak bersujud.

 

Imam Sajjad lahir tahun 38 Hijriah di Madinah. Pada tahun 61 Hijriah, Imam Sajjad turut menyertai ayah beliau yang berjuang melawan kezaliman pemerintahan Yazid, di Padang Karbala. Atas kehendak Allah, saat itu beliau jatuh sakit sehingga tidak bisa ikut bertempur. Setelah Imam Husain gugur syahid, tampuk imamah diemban oleh Imam Sajjad.

 

Italia Kalah dalam Perang Dunia II

 

78 tahun yang lalu, tanggal 3 September 1943, Italia menyerah kalah dalam Perang Dunia Kedua dengan ditandai oleh penandatanganan sebuah surat perjanjian antara pemerintah Italia dan Sekutu.

 

Menurut surat perjanjian tersebut, Perdana Menteri Italia menyatakan bahwa Italia menyerah tanpa syarat. Dengan demikian, salah satu aliansi utama Nazi Jerman yang terpenting, telah keluar dari medan pertempuran.

 

Paham Nazi dan paham fasisme Italia memiliki kesamaan dalam ambisi memperluas kekuasaan. Oleh karena itulah, Jerman dan Italia bersatu dalam Perang Dunia Kedua tersebut. Namun, setelah kekalahan susul-menyusul yang dialami Italia, Musolini terpaksa menyerah. Setelah ditandatanganinya surat perjanjian tersebut, Pasukan Sekutu menyerang dan mengusir pasukan Jerman yang ada di Italia.

 

Profesor Mahmoud Hesabi Meninggal Dunia

 

29 tahun yang lalu, tanggal 12 Shahrivar 1371 HS, Profesor Hesabi meninggal dunia di usia 90 tahun dan dikuburkan di kota Tafresh.

 

Dr Mahmoud Hesabi, putra Abbas Hesabi "Mo'ez al-Sultaneh", lahir di Teheran, 1281 Hs. Pendidikan dasarnya di sekolah Prancis di Beirut bernama "Ferrer", dan lulus sekolah menengah di American College of Beyrut, dan mengambil sarjana mudanya dari sana. Dr Hesabi dikenal sebagai listrik insinyur di Paris Electric High School dan mendapat gelar Ph.D. di bidang Fisika dari Universitas Sorbonne, Perancis. Ia beberapa kali melakukan perjalanan ke Perancis, Inggris dan Amerika.

 

Karya Dr Hesabi adalah: Sensitiveness of photoelectric cells (dalam bahasa Perancis), Our way (dalam bahasa Perancis), Iranian Names (dalam bahasa Persia), "Physical Eyes" untuk siswa fisika, dan beberapa esai tentang Inggris, Perancis dan Amerika di majalah fisika, tentang struktur elemen dasar dari atom.

 

Ia adalah anggota dari Dewan Lembaga Atom Chicago. Ia belajar Quran dari ibunya sebelum usia 7 dan kemudian buku puisi Hafez dan Gulistan dan Bustan milik Sa'di.

 

Dia adalah seorang mahasiswa yang sukses. Selama belajar nya di universitas ia mendapat 8 derajat (BA, MA, dan Ph.D.) literatur, insinyur sipil, kedokteran, matematika, astronomi, biologi, insinyur listrik, insinyur tambang dan fisika Ph.D. dengan tingkat pertama, hanya selama tujuh tahun.

 

Tags