Sep 24, 2021 15:29 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 24 September 2021
    Lintasan Sejarah 24 September 2021

Abu As-Suud Terlahir ke Dunia

547 tahun yang lalu, tanggal 17 Shafar 896 HQ, Muhamad Mushtafa Imadi, atau yang lebih dikenal dengan nama Abu as-Suud, ulama dan mufassir terkenal muslim terlahir ke dunia di kawasan pedesaan Mudarris, dekat kota Istanbul, Turki.
 
Karena kecemerlangannya di dunia ilmu, setelah menyelesaikan masa studinya, Abu as-Suud langsung diminta untuk mengajar di sejumlah pusat keilmuan di Turki. Pada saat yang bersamaan, ia juga diangkat sebagai hakim di Istanbul.
 
Abus-Suud juga memiliki perhatian yang sangat besar terhadap situasi sosial politik di zamannya. Ia sempat terlibat di pemerintahan Imperium Ottoman. Saat itu, ia melakukan banyak pembenahan terhadap hukum negara dan berupaya menjadikan syariat Islam sebagai dasar seluruh hukum negara. Di antara karya tulis Abus-Suud adalah kitab berjudul "Irsyadul ‘Aqlis Salim", "Du'a Nameh", "Qanun Nameh", dan "Mafrudhat".
 

 

Guinea Merdeka
 
47 tahun yang lalu, tanggal 24 September 1974, Guinea Bissau meraih kemerdekaannya dari Portugis.
 
Pangeran Henry dari Portugis mendarat di Guinea Bissau pada tahun 1446 dan sejak saat itu, Portugis menjajah negara ini hingga abad ke-20. Selama masa penjajahan Portugis, wilayah ini diberi nama Guinea Portugis.
 
Pada abad ke-17 dan ke-18, negara ini menjadi kawasan perdagangan budak oleh bangsa Eropa. Sejak pertengahan dekade ke 1960, kebangkitan rakyat negara ini dalam melawan penjajah semakin meningkat. Pada tahun 1970, pengontrolan dua pertiga wilayah Guinea Bissau berada di tangan para pejuang kemerdekaan. Akhirnya, Portugis pada tahun 1974 mengakui kemerdekaan Guinea Bissau.
 
Guinea Bissau memiliki luas wilayah lebih dari 36 ribu kilometer persegi dan berbatasan dengan Guinea dan Senegal.
 
Rumah Imam Khomeini di Najaf Dikepung
 
43 tahun yang lalu, tanggal 2 Mehr 1357 HS, pasukan keamanan rezim Baath Irak yang bekerjasama dengan Rezim Shah Pahlevi Iran, mengepung rumah Imam Khomeini di Najaf.
 
Rezim Baath memerintahkan kepada Imam Khomeini agar tidak melakukan wawancara dengan wartawan, mengeluarkan pernyataan, dan mengkritik pemerintahan Iran. Namun, Imam Khomeini dalam menjawab perintah ini menyatakan, "Di manapun saya berada, saya akan menjalankan kewajiban syariat."
 
Tak lama kemudian, pemerintah Irak memaksa Imam Khomeini meninggalkan negeri itu. Imam Khomeini kemudian pindah ke Paris dan sejak itulah gerakan Revolusi Islam semakin menggema ke seluruh dunia. Pada tahun 1979, revolusi Islam Iran mencapai kemenangannya.[]

Tags