Okt 13, 2021 10:16 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 13 Oktober 2021

Kelahiran Maulawi Jalaluddin Ar-Rumi

839 tahun yang lalu, tanggal 6 Rabiul Awal 604 HQ, Jalaluddin Mohammad bin Baha ad-Din yang dikenal dengan Jalaluddin Rumi lahir di kota Balkh.

 

Rumi pergi ke Turki bertepatan dengan serangan tentara Mongol dan tinggal di kota Konya. Rumi belajar kepada ayahnya dan untuk beberapa waktu ia sempat belajar di Syam.

 

Ketika kembali ke Konya, Jalaluddin Rumi menyibukkan dirinya mengajar ilmu-ilmu agama, sehingga suatu hari ia bertemu dengan seorang arif besar bernama Syamsuddin Mohammad bin Ali Tabrizi di kota itu juga. Pertemuan itu membuat hati Rumi membara hingga akhir hayatnya. Jalaluddin Rumi tidak pernah berhenti mencari hakikat ilahi.

Jalaluddin Rumi menghabiskan 30 tahun dari usianya untuk mencari hakikat di akhir umurnya. Di masa itu pula Rumi meninggal banyakkarya. Matsnawi Maulawi adalah karya monumentalnya yang ditulis dalam 26 ribu bait syair. Ia juga menulis Diwan Ghazal Syams, Rubaiyat yang terkenal, Majalis Sab'ah dan Fihi Ma Fihi.

 

Beograd Dibebaskan Jerman

 

77 tahun yang lalu, tanggal 13 Oktober tahun 1944, dalam Perang Dunia Kedua, kota Beograd berhasil dibebaskan dari pendudukan Jerman oleh tentara Yugoslavia dengan dibantu oleh Tentara Merah Soviet.

 

Pembebasan ibukota Yugoslavia ini dipimpin oleh pemimpin nasionalis negara ini, Joseph Tito. Kota Beograd diduduki Jerman pada tahun 1941.

 

UU Kapitulasi Disahkan Parlemen Iran

 

57 tahun yang lalu, tanggal 21 Mehr 1343 HS rancangan Undang-Undang Kapitulasi disahkan oleh Parlemen Iran yang berada di bawah pengaruh Shah Pahlevi.

 

Undang-undang ini memberikan kekebalan hukum kepada tentara Amerika di Iran. Materi Undang-Undang Kapitulasi ini menyebutkan, bila ada tentara AS yang berbuat kriminal di Iran, ia hanya bisa diadili oleh pengadilan AS. Undang-undang ini jelas menginjak-injak kedaulatan pengadilan dan bangsa Iran secara keseluruhan.

 

Oleh karena itu, beberapa hari kemudian, tepatnya 4 Aban 1343 HS Imam Khomeini menyampaikan sebuah pidato bersejarah yang isinya menolak undang-undang tersebut serta mengecam keras AS dan Shah Pahlevi. Pidato Imam ini membuat beliau diasingkan ke luar negeri oleh rezim Shah yang despotik, pada tanggal 13 Aban 1343 HS.

Tags