Okt 15, 2021 16:25 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 15 Oktober 2021

Hari ini Jumat, 15 Oktober 2021 bertepatan dengan 8 Rabiul Awal 1443 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 23 Mehr 1400 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.

Imam Hasan Askari as Gugur Syahid

1183 tahun yang lalu, tanggal 8 Rabiul Awal 260 HQ, Imam Hasan Askari as, cucu Raulullah Saw generasi ke-9, gugur syahid di kota Samara, Irak.

Imam Hasan Askari lahir di Madinah pada tahun 232 Hijriah. Ayah beliau adalah Imam Hadi, imam ke-9 kaum muslimin. Setelah Imam Hadi gugur syahid, Hasan Askari as mengemban tugas untuk melanjutkan tampuk keimamahan kaum muslimin.

Periode kepemimpinan Imam Askari merupakan periode yang sangat berat karena kelahiran putra beliau, Imam Mahdi as. Saat itu, kekhalifahan Islam berada di tangan Dinasti Abbasiah yang menunggu dan mengawasi lahirnya calon imam ke-12 kaum muslimin ini untuk dibunuh. Berkat perlindungan Allah Swt, imam terakhir itu hingga kini tetap hidup dan selamat. Namun, Imam Hasan Askari sendiri akhirnya dibunuh dengan menggunakan racun oleh pemerintahan Abbasiah. Imam Hasan Askari dikenal berilmu tinggi dan banyak melakukan langkah berpengaruh dalam pengembangan keilmuan Islam.

Di antara hadis beliau berbunyi, "Ada dua fitrah manusia yang terbaik , yaitu iman kepada Tuhan dan berbuat kebaikan kepada saudara. Aku mewasiatkan kepada kalian agar kalian bertakwa dalam beragama, jujur dalam berbicara, dan menunaikan amanah."

 

Pemimpin Soviet Khrushchev Mendadak Mundur

 

57 tahun yang lalu, tanggal 15 Oktober 1964, Nikita Khrushchev, mendadak mengundurkan diri sebagai pemimpin Uni Soviet. Kantor berita Soviet, Tass, melaporkan bahwa Komite Pusat Partai Komunis telah menerima pengunduran diri Khrushchev dengan mempertimbangkan usia dan kondisi kesehatannya.

Khrushchev, saat itu berusia 70 tahun, pertama kali memimpin Komisi Pusat setelah kematian diktator Joseph Stalin pada 1953. Dia memegang jabatan ganda, pemimpin partai sekaligus perdana menteri sejak 1958.

Setelah pengunduran dirinya ini, partai komunis dipimpin Leonid Brezhnev sementara Alexei Kosygin menduduki kursi perdana menteri.

Kabar ini mengejutkan banyak pihak yang kurang mengetahui kondisi kesehatan Khrushchev. Para pemerintah negara-negara Eropa Barat juga khawatir pemimpin baru Uni Soviet akan meninggalkan pola kebijakan Khrushchev yang menjunjung perdamaian dengan kubu Barat.

Khrushchev dikenal sebagai pemimpin komunis yang paling berwarna. Selera humornya membawa perubahan dari tipikal pemimpin Soviet yang kelam. Namun temperamennya juga kerap meledak, seperti saat dia menggebrak meja dengan sepatu dalam pertemuan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), 1960 silam.

 

Ayatullah Isfahani Dibunuh MKO

39 tahun yang lalu, tanggal 23 Mehr 1361 HS, Ayatullah Ataullah Ashrafi Isfahani, wakil Imam Khomeini dan Imam Jumat provinsi Kermanshah, gugur syahid akibat teror dari kelompok MKO.

Ayatullah Isfahani dalam perjuangan melawan rezim Shah Pahlevi. Aktivitasnya dalam memimpin rakyat Kermansyah membuatnya berkali-kali dipenjara oleh rezim Shah.

Setelah kemenangan revolusi Islam, Imam Khomeini menunjuknya sebagai Imam Jumat di Kermanshah. Pada tanggal 23 Mehr 1361 HS atau 15 Oktober 1983, di saat sedang mendirikan shalat Jumat, beliau dibunuh oleh teroris musuh Islam.

Mengenai beliau, Imam Khomeini berkata, "Saya mengenal almarhum Syahid Ataullah Ashrafi sebagai orang yang memiliki jiwa bersih dari hawa nafsu serta memiliki ilmu yang bermanfaat dan amal saleh."