Nov 04, 2021 08:42 Asia/Jakarta
  • 4 November 2021
    4 November 2021

Hari ini Kamis, 4 November 2021 bertepatan dengan 28 Rabiul Awal 1443 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 13 Aban 1400 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.

Pasukan Islam Mengalahkan Dinasti Sasanid

1412 tahun yang lalu, tanggal 28 Rabiul Awal 31 HQ, pasukan Islam mengalahkan Dinasti Sasanid.

Yazgerd III, Raja Sasanid pada tahun 31 HQ tiba di kota Marv untuk mengumpulkan pasukan dan meminta bantuan dari Khaqan Turki, gubernur Kashgar dan daerah-daerah lain yang berbatasan dengan kawasan timur Cina. Tapi Mahavieh, penjaga kota Marv yang dituduh menggunakan kekayaan kota mengutus beberapa orang ke tempat Yazgerd III. Beberapa orang yang diutus ini berhasil membunuh Yazgerd III dan dengan demikian berakhirlah silsilah dinasti Sasanid

Pada masa itu pula, pasukan Islam memasuki Iran untuk menyebarkan agama Islam dan tanggal 28 Rabiul Awal 31 HQ mereka berhasil mengalahkan dinasti Sasanid. Kekalahan itu kembali pada kondisi dalam negeri Iran yang tidak stabil dan kezaliman yang dilakukan terhadap warga. Di sisi lain, keistimewaan agama Islam mempercepat kehancuran dinasti Sasanid.

Imam Khomeini ra Diasingkan ke Turki

57 tahun yang lalu, tanggal 4 Aban 1343 HS, Imam Khomeini ra diasingkan oleh pemerintah Shah ke Turki.

Imam Khomeini ra ditahan

Perdana Menteri Asadollah Alam pada bulan Mehr1342 HS mendapat perintah dari Shah lewat usulan Amerika agar memberikan kekebalan hukum kepada warga Amerika. Shah meminta hak ini harus digodok oleh pemerintah dalam bentuk rancangan undang-undang. Setelah diratifikasi oleh kabinet, pada awal 1343 HS, draf ini disetujui oleh Majelis Dewan Nasional dan Senat.
 
Ketika berita yang berusaha disembunyikan ini sampai ke Imam Khomeini ra, beliau langsung memutuskan untuk menyampaikan hakikat yang sebenarnya kepada masyarakat. Menurut Imam Khomeini ra, rakyat harus mengetahui akan ada tragedi besar yang sedang digulirkan oleh rezim Shah.
 
Oleh karenanya, setelah membicarakan masalah ini dengan ulama besar di hauzah, pada tanggal 4 Aban 1343 HS, Imam Khomeini ra menyampaikan pidato bersejarahnya dan mengungkap apa yang sedang dilakukan secara rahasia oleh rezim Shah. Beliau membeberkan apa itu undang-undang Kapitulasi yang diratifikasi oleh pemerintah dan parlemen, sekaligus bahaya di balik UU ini.
 
Protes keras Imam Khomeini ra atas UU Kapitulasi ini membuat petugas keamanan Shah mengepung rumah Imam Khomeini ra di Qom pada tengah malam 13 Aban 1343 Hs. Setelah itu mereka memasuki rumah Imam dengan memanjat tembok. Mereka kemudian menahan Imam dan memindahkan beliau ke Tehran dan dari sana mereka langsung mengasingkan beliau ke Turki. Pengasingan ini membuat rakyat marah dan kemarahan itu disampaikan lewat aksi-aksi demonstrasi di pelbagai kota di Iran.

Demonstrasi Berdarah di Tehran

43 tahun yang lalu, tanggal 13 Aban 1357 HS (4 November 1978), terjadi demonstrasi berdarah yang dilakukan oleh para mahasiswa dan pelajar Iran, di kota Teheran.

Dalam demonstrasi yang mengenang hari diasingkannya Imam Khomeini ke Turki ini, para pelajar dan mahasiswa yang berkumpul di depan Universitas Teheran untuk mengecam rezim Shah. Para tentara rezim Shah menghadapi para demonstran dengan peluru, sehingga menimbulkan banyak korban jiwa di kalangan pelajar dan mahasiswa Iran. Oleh karena itulah, tanggal 4 November di Iran diperingati sebagai Hari Pelajar.

Pendudukan Kedubes Amerika oleh Mahasiswa Iran

42 tahun yang lalu, tanggal 13 Aban 1358 HS (4 November 1979), mahasiswa Iran menduduki Kedubes Amerika di Tehran.

Mahasiswa Iran menduduki Kedubes Amerika di Tehran

Dalam peringatan atas hari diasingkannya Imam Khomeini ke Turki dan peringatan atas terbunuhnya para mahasiswa dan pelajar Iran di tahun sebelumnya, para pelajar dan mahasiswa Iran melangsungkan demonstrasi besar-besaran di Teheran.

Pada kesempatan itu, sekelompok mahasiswa muslim yang menamakan diri sebagai "Mahasiswa Pengikut Imam" menduduki Kedubes AS dan menyandera para pegawainya. Sebelum kejadian ini, kementrian luar negeri Republik Islam Iran berkali-kali menyampaikan protes resmi kepada Washington atas campur tangan mereka terhadap urusan dalam negeri Iran.

Dalam penyanderaan Kedubes AS itu, ditemukan berbagai dokumen resmi yang membuktikan bahwa Kedubes AS untuk Iran telah berubah fungsi sebagai kantor agen mata-mata AS, CIA. Hari penyanderaan kedubes AS ini  hingga kini diperingati di Iran sebagai "Hari Perlawanan Terhadap Kaum Arogan Dunia".  Dalam mengomentari aksi para mahasiswa Iran ini, Imam Khomeini berkata, "Pembongkaran sarang mata-mata AS merupakan revolusi yang lebih besar daripada revolusi pertama."

Yitzhak Rabin Terbunuh
 
26 tahun yang lalu, tanggal 4 November 1995, Perdana Menteri Israel, Yitzak Rabin, tewas akibat dibunuh seorang Yahudi ekstrim.

Rabin yang berasal dari Partai Buruh ini, menjadi Perdana Menteri Israel sejak tahun 1974 hingga 1977, namun karena skandal keuangan, ia terpaksa mundur.  Pada tahun 1992, ia kembali terpilih sebagai Perdana Menteri dan aktif melakukan perundingan dengan pihak Palestina. Aktivitasnya inilah yang membuat kalangan Zionis fanatik membunuhnya.

Rabin adalah seorang komandan kelompok teror Israel dan bertanggung jawab atas berbagai aksi teroris terhadap rakyat Palestina.

Tags