Nov 24, 2021 11:17 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 24 November 2021

Hari ini Rabu, 24 November 2021 bertepatan dengan 18 Rabiul Tsani 1443 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 3 Azar 1400 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.

Muhaqiq Hilli Lahir

 

841 tahun yang lalu, tanggal 18 Rabiul Tsani 602 HQ, Muhaqiq Hilli, seorang ulama dan ahli fiqih Islam termasyhur, terlahir ke dunia di Irak.

 

Selain dikenal memiliki ilmu yang tinggi di bidang agama, Muhaqiq Hilli juga merupakan seorang penyair. Muhaqiq Hilli meninggalkan banyak karya-karya syair dan juga meninggalkan karya penulisan di bidang agama, antara lain berjudul Syara'iul Islam fi Masailul Halal wal Haram.

 

Ilmuwan Islam ini meninggal dunia tahun 676 Hijriah pada usia 74 tahun.

 

Michael Faraday Berhasil Menemukan Induksi Elektromagnetik

 

190 tahun yang lalu, tanggal 24 November 1831, Michael Faraday, seorang fisikawan Inggris, berhasil menemukan fenomena induksi elektromagnetik.

 

Penemuannya ini merupakan langkah besar dalam ilmu fisika. Faraday dilahirkan pada tahun 1791 dan awalnya ia bekerja di sebuah toko buku sambil melakukan penelaahan ilmiah.

 

Beberapa tahun kemudian, ia menjadi asisten pada laboratorium milik Humphrey, seorang fisikawan Inggris. Faraday kemudian melakukan berbagai eksperimen dan berhasil menemukan fenomena rotasi elektromagnetik, efek magneto-optikal, motor elektrik, dan menemukan sebuah hukum fisika yang diberi nama hukum Faraday. Ia juga orang pertama yang berhasil mencairkan gas chlor.

 

Rezim Pahlevi Menutup Masjid Javid Tehran

 

47 tahun yang lalu, tanggal 3 Azar 1353 HS, rezim Pahlevi menutup masjid Javid Tehran.

 

Hal itu dilakukan setelah Ayatullah Khamenei memberikan ceramah di sana pada 3 Azar 1353 HS. Para anasir rezim Shah Pahlevi menyerbu masjid dan atas perintah SAVAK masjid ini ditutup dan mereka menangkap Ayatullah Doktor Mohammad Mofatteh dan menjebloskannya ke penjara.

 

Ketika Imam Khomeini ra diasingkan ke Najaf, Irak, rezim Pahlevi tidak mengizinkan seorangpun melakukan aktivitas menentang rezim.

 

Ayatullah Doktor Mohammad Mofatteh, selain melakukan sejumlah aktivitas terpisah di forum-forum agama dan akademik, beliau juga menjadi imam masjid Javid Tehran. Ayatullah Mofatteh menggunakan masjid sebagai basis lokal untuk membentuk generasi muda Islam yang revolusioner. Beliau menjadikan masjid ini sebagai basis untuk membela nilai-nilai Islam.

 

Pada waktu itu, Syahid Mofatteh membentuk satu pusat muqawama dan mengundang para pejuang terkenal waktu itu seperti Syahid Muthahhari, Doktor Bahonar dan lain-lain untuk memberikan ceramah di sana. Di masjid ini, para pemuda agamis dan akademis, memanfaatkan pidato-pidato yang ada dan perpustakaan masjid yang cukup lengkap. Pengelola masjid juga menyelenggarakan kelas-kelas seperti tafsir, Nahjul Balaghah, akidah, ekonomi Islam, sejarah agama, sosiologi dan lain-lain.

 

Para pemuda hadir dengan penuh antusias mendengarkan ceramah-ceramah revolusioner dan masjid menjadi basis lain untuk melakukan aktivitas anti rezim Pahlevi. Dari masjid ini pengumuman dan pesan Imam Khomeini ra disebarkan dan ini dilihat oleh rezim Pahlevi sangat merugikan. Akhirnya mereka memutuskan untuk menutup masjid Javid.