Des 07, 2021 10:43 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 7 Desember 2021

Hari ini Selasa, 7 Desember 2021 bertepatan dengan 2 Jumadil Awal 1443 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 16 Azar 1400 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.

Abul Hasan Bagdadi Meninggal

 

1030 tahun yang lalu, tanggal 2 Jumadil Awal 413 HQ, Abul Hasan Ali bin Hilal Bagdadi, seorang sastrawan dan kaligrafer muslim terkenal, meninggal dunia.

 

Abul Hasan Ali bin Hilal Bagdadi yang dijuluki dengan nama Ibnu Bawwab ini dikenal memiliki tulisan tangan yang indah. Ia bahkan menciptakan kaidah kaligrafi baru yang merupakan pengembangan dari kaidah seni kaligrafi yang diciptakan oleh kaligrafer pendahulunya, Ibnu Muqlah.

 

Salah satu di antara karya Ibnu Bawwab adalah naskah al-Quran yang sangat indah dan bernilai tinggi yang sampai saat ini masih tersimpan di sebuah museum di Inggris.

 

Hari Mahasiswa Iran

68 tahun yang lalu, tanggal 16 Azar 1332 HS, tiga mahasiswa Universitas Teheran gugur syahid karena dibunuh oleh tentara Rezim Shah di Iran.

Para mahasiswa itu terbunuh dalam demonstrasi terhadap kunjungan Presiden AS, Richard Nixon, ke Teheran, Iran. Kunjungan Nixon ini dilakukan tiga setengah bulan setelah pemerintahan Mosaddegh yang mendapatkan dukungan rakyat Iran, digulingkan dalam sebuah kudeta yang didalangi oleh CIA.

Pada tanggal 16 Azar 1332 HS, tentara Rezim Shah mendatangi Universitas Teheran dan menyerang para mahasiswa yang tengah berdemonstrasi sehingga tiga orang di antara mereka tewas. Sehari kemudian, Nixon juga datang ke Universitas Teheran untuk dianugerahi gelar doktor kehormatan di bidang hukum. Kini, tanggal 16 Azar diperingati di Iran sebagai Hari Mahasiswa.

 

Rentetan Gempa Besar di Armenia

33 tahun yang lalu, tanggal 7 Desember 1988, dua gempa menghantam Armenia yang menewaskan 60 ribu orang dan menghancurkan hampir setengah juta bangunan.

Gempa pertama terjadi pada pukul 11.41 waktu setempat. Lokasi gempa 3 mil (4,8 km) dari kota Spitak, 20 mil (32,1 km) sebelah barat laut Kirovan. Empat menit kemudian, gempa kedua berkekuatan 5,8 pada skala Richter melanda dekat pusat gempa pertama. Retakan permukaan bumi sepanjang 8 mil (12,8 km) dengan lebar beberapa kaki ditemukan akibat gempa tersebut.

Kota Spitak mengalami kehancuran total. Sebagian besar bangunan di kota itu runtuh akibat guncangan gempa. Di Leninakan, kota kedua terbesar di Armenia dengan 300 ribu penduduk, sekitar 80 persen bangunan runtuh. Armenia kewalahan karena besarnya skala gempa yang terjadi.

Lebih buruk lagi, pejabat terlambat memberikan izin bagi tim penolong untuk masuk daerah bencara, bahkan 10 hari setelah gempa semua orang asing diperintahkan keluar. Tim penolong bekerja selama seminggu untuk menemukan orang yang selamat.