Des 09, 2021 11:44 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 9 Desember 2021

Ibnu Atsir Jazari Lahir

888 tahun yang lalu, tanggal 4 Jumadil Awal 555 HQ, Ibnu Atsir Jazari, sejarawan dan sastrawan terkemuka muslim, terlahir ke dunia di Irak.

 

Ibnu Atsir kemudian menuntut ilmu di kota Mosul, Bagdad, dan  Damaskus dari ulama-ulama terkemuka pada masa itu, di antaranya Khatib Thusi.

 

Ibnu Atsir sangat banyak melakukan penelitian dan menuliskan hasil penelitian itu di dalam buku-buku karyanya. Karya Ibnu Atsir yang terpenting berjudul al-Kamil fi at-Tarikh yang merupakan sumber sejarah penting mengenai zaman kekuasaan Mongol.

 

Ibnu Atsir meninggal dunia tahun 630 di Mosul.

 

Gerakan Intifada Pertama Dimulai

 

34 tahun yang lalu, tanggal 9 Desember 1987, dimulailah gerakan kebangkitan rakyat Palestina untuk melawan rezim Zionis yang telah menjajah tanah air mereka.

 

Kebangkitan rakyat Palestina yang dinamakan Intifada ini terjadi menyusul semakin kerasnya aksi teror dan represi dari kaum Zionis terhadap bangsa Palestina dan berlanjutnya pendudukan rezim tersebut atas tanah milik mereka. Di samping itu, bangsa Palestina juga telah putus harapan atas bantuan dari pemerintahan Barat dan organisasi-organisasi Plaestina yang ada.

 

Gerakan Intifada pertama setelah beberapa tahun terhenti, kembali dilanjutkan pada bulan September tahun 2000, yang diberi nama "Intifada Masjid Al-Aqsa". Di antara keistimewaan gerakan ini adalah adanya dukungan luas dari rakyat, kepercayaan bahwa Islam satu-satunya jalan keselamatan, dan ketiadaan ketergantungan pada negara-negara lain.

 

Oleh karena keistimewaan inilah, meskipun tidak berbekal senjata, namun gerakan ini tidak bisa dikalahkan oleh rezim penjajah Zionis.

 

PBB Umumkan Irak Sebagai Agresor dalam Perang Irak-Iran

 

30 tahun yang lalu, tanggal 18 Azar 1370 HS, Javier Peres De Cuellar, sekjen PBB waktu itu, secara jelas dalam laporannya, mengumumkan bahwa Irak pada tanggal 31 Shahrivar 1359 HS, melakukan agresi ke wilayah Iran.

 

Menurut Sekjen PBB tersebut, berdasarkan Piagam PBB, agresi Irak tersebut tidak bisa diterima oleh prinsip dan hukum internasional serta etika internasional. Pada tanggal 31 Shahrivar 1359 HS, tentara Irak secara resmi memulai perang dengan Iran dengan menyerang lewat udara dan darat.

 

Kota-kota dan desa-desa Iran dihancurkan serta jutaan anak-anak, pria, dan wanita menjadi korban. Irak bahkan juga menggunakan senjata pembunuh massal yang korbannya hingga kini masih hidup dengan menanggung penyakit akibat senjata kimia tersebut. Namun, setelah delapan tahun berlalu, Irak tetap tidak mampu menaklukkan Iran dan mereka mundur ke belakang garis perbatasan internasional.

Tags