Jan 03, 2022 14:30 Asia/Jakarta

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar menganggap sosok Syahid Qassem Soleimani, Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran, IRGC sebagai teladan bagi para pemuda kawasan Asia Barat. Menurutnya, Syahid Soleimani adalah tokoh paling nasionalis dan paling merakyat di Iran, dan Dunia Islam.

Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Sabtu (1/1/2022) dalam pertemuan dengan keluarga dan anggota Panitia Penyelenggara Haul Syahid Qassem Soleimani mengatakan, "Musuh mengira dengan membunuh Syahid Soleimani, Abu Mahdi, dan rekan-rekannya, semuanya akan selesai, tapi hari ini berkat darah Syahid mulia dan tertindas ini, Amerika Serikat keluar dari Afghanistan, di Irak mereka terpaksa berpura-pura keluar dan mengumumkan peran penasihat militer, tanpa kehadiran pasukan tempur, akan tetapi saudara-saudara di Irak harus mengamati masalah ini dengan waspada. Di Yaman, front perlawanan mengalami kemajuan, di Suriah musuh tersungkur, tanpa harapan dan masa depan, dan secara umum gerakan perlawanan dan anti-imperialis di kawasan, hari ini sedang bergerak dengan lebih marak, lebih meriah dan lebih prospektif, dibanding dua tahun lalu."

Rahbar juga menjelaskan tentang berubahnya figur Syahid Soleimani menjadi teladan dan pahlawan bagi para pemuda Dunia Islam dan kawasan.

Ia menuturkan, "Hari ini Soleimani di kawasan kita telah menjadi simbol harapan, kepercayaan diri, kedewasaan, rahasia perlawanan serta kemenangan, dan benar, sebagaimana disampaikan sejumlah orang, Soleimani sebagai syahid, bagi musuh lebih berbahaya daripada Soleimani sebagai jenderal."

Ayatullah Khamenei menyebut Syahid Soleimani sebagai sebuah realitas yang akan tetap hidup hingga akhir masa. Menurutnya, para pembunuh Syahid Soleimani seperti Donald Trump, dan semacamnya, akan dilupakan sejarah serta terkubur dalam tong sampah sejarah, tentunya setelah mendapat pembalasan atas kejahatannya di dunia.

Rahbar menilai penghapusan seluruh konten yang berbau Syahid Soleimani di media sosial oleh kubu imperialis, membuktikan ketakutan mereka bahkan atas nama Syahid Soleimani dan tersebarnya teladan berharganya.

Tags