Jun 09, 2022 13:49 Asia/Jakarta

Saya akan menyebutkan beberapa karakteristik dalam teladan perilaku Imam Khomeini:

Pertama, Imam Khomeini menghadapi semua permusuhan dan musuh-musuh, dengan menggunakan pendekatan yang berani dan aktif, tidak lemah atau pasif. Imam Khomeini tidak pernah pasif. Dia tidak merasa lemah atau menunjukkan kelemahan. Dia berdiri kuat, dan aktif dalam menghadapi musuh-musuh.

Kedua, Imam Khomeini menghindari sikap emosional. Imam Khomeini tidak mengedepankan emosi saat menyikapi berbagai peristiwa, tidak bersandar pada perasaan, dan mengabaikan rasionalitas. Keputusan-keputusan Imam Khomeini adalah keputusan yang berani dan dibarengi intuisi, akan tetapi bertumpu pada perhitungan rasional.

Ketiga, Imam Khomeini memperhatikan prioritas, dan memusatkan perhatian pada prioritas-prioritas. Misalnya, di masa perjuangan prioritas Imam Khomeini adalah melawan Rezim Monarki, oleh karena itu beliau tidak memasukan masalah-masalah sampingan ke dalam pekerjaannya.

Keempat, percaya pada kemampuan masyarakat. Imam Khomeini menganggap bangsa Iran sebagai bangsa yang besar, sadar dan mampu. Dia percaya dan optimis kepada mereka, terutama pada para pemuda.

Kelima, tidak mempercayai musuh. Selama sepuluh tahun kehadirannya di puncak kepemimpinan Republik Islam Iran, Imam Khomeini tidak pernah mempercayai musuh meski hanya sesaat.

Keenam, menaruh perhatian besar pada solidaritas dan persatuan bangsa. Inilah salah satu karakteristik teladan perilaku Imam Khomeini dalam menghadapi semua permusuhan.

Ketujuh, iman dan keyakinan yang teguh terhadap bantuan dan janji Ilahi. Ini adalah poin utama. Sandaran Imam Khomeini adalah bantuan Ilahi. Dia mengerahkan seluruh kemampuannya, dan terjun sepenuhnya ke medan laga, tetapi harapannya bergantung pada bantuan dan kekuatan Ilahi, dan tumpuannya adalah kekuatan Ilahi.

Tags