Jun 16, 2022 09:24 Asia/Jakarta
  • 16 Juni 2022
    16 Juni 2022

Hari ini Kamis, 16 Juni 2022 bertepatan dengan 16 Dzulqadah 1443 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 26 Khordad 1401 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.

Rashid Al-Din bin Muhammad Al-Watwat Meninggal Dunia
 
870 tahun yang lalu, tanggal 16 Dzulqadah 573 HQ, Rashid al-Din al-Watwat meninggal dunia pada usia 93 tahun.

Sejarah

Rashid al-Din bin Muhammad bin al Djalil al-Umari yang lebih dikenal dengan Rashid al-Din al-Watwat lahir pada tahun 480 Hq di kota Balkh. Rashid al-Din masih keturunan dari Khalifah Umar bin Khattab.
 
Ia memulai pendidikannya di Madrasah Nizhamiah, Balkh dam berguru kepada Abu Saad al-Harawi. Setelah menguasai bahasa Persia dan Arab, Rashid al-Din kemudian pindah ke kota Kharazm. Kharazm waktu itu dipimpin oleh Abu al-Muzhaffar Alaa al-Daulah. Di awal masa pemerintahannya, Rashid al-Din al-Watwat mengabdi padanya hingga akhir hayatnya.
 
Rashid al-Din al-Watwat menguasai dua bahasa Arab dan Persia dengan sangat baik yang membuat ia disebut sebagai Dzul Lisanain (yang menguasai dua bahasa). Al-Watwat diakui kemampuannya dalam memilih kata dan menyusunnya dengan indah baik dalam bahasa Persia maupun bahasa Arab. Karya-karyanya antara lain, "Diwan Asy'ar Parsi", "Rasail al-Arabi", "Hadaiq al-Sahar fi Daqaiq al-Syi'r", "Mansyaat Farsi" dan lain-lain.

Ayatullah Mirza Mostafa Mojtahed Tabrizi Wafat

103 tahun yang lalu, tanggal 26 Khordad 1298 HS Ayatullah Mirza Mostafa Mojtahed Tabrizi meninggal dunia di usia 40 tahun dan dimakamkan di kota Najaf.

Ayatullah Mirza Mostafa Mojtahed Tabrizi

Ayatullah Mirza Mostafa Mojtahed Tabrizi lahir dari keluarga ulama pada 1258 HS di kota Tabriz. Setelah belajar ilmu-ilmu dasar keagamaan di kota kelahirannya di bawah bimbingan ayah dan guru-guru di Tabriz, beliau kemudian pergi ke kota Najaf untuk menuntut ilmu yang lebih tinggi.

Ayatullah Mojtahed Tabrizi selama di Najaf belajar kepada ulama besar masa itu seperti Akhond Mulla Mulla Muhammad Kazem Khorasani, Syaikh al-Syari'ah Isfahani, Sayid Muhammad Kazem Yazdi, Mirza Abu al-Qasim Erdoubadi, Muhaqqiq Nahawandi dan lain-lainnya.

Bertahun-tahun belajar di Najaf mengantarkankan Ayatullah Mojtahed Tabrizi mencapai derajat keilmuan yang tinggi. Di antara ribuan murid fiqih dan ushul fiqih Akhond Khorasani, beliau termasuk yang mampu menarik perhatian gurunya. Selama belajar di Najaf, selain belajar fiqih, ushul fiqih, beliau juga menguasai perbintangan, matematika, puisi dan sastra.

Beberapa tahun berlalu, beliau pergi ke Mekah dan dalam perjalanan beliau terserang penyakit dan di akhir hidupnya beliau menderita lumpuh. Selama hidupnya beliau meninggalkan banyak karya ilmiah seperti Urjuzah dalam ilmu ‘Arudh dan Qafiyah, catatan pinggir Kifayah al-Ushul dan catatan pinggir Lisan al-Khawas.

Empat Anggota Motalefeh Islami Dihukum Mati
 
59 tahun yang lalu, tanggal 16 Juni 1963, Muhammad Bukharai, Shadiq Amani, Shaffar Harandi dan Morteza Niknejat, empat anggota kelompok Motalefeh Islami dihukum mati oleh rezim despotik Syah Iran.

Sejarah

Keempat pahlawan perjuangan Islam di Iran ini adalah anak-anak muda yang berani dan sangat patuh kepada agama. Dalam perjuangan mendirikan pemerintahan Islam di Iran mereka rela mengorbankan nyawa. Kelompok Motalefeh Islami terbentuk setelah rezim Shah melakukan pembunuhan massal tanggal 5 Juni tahun 1963 .
 
Kelompok ini memiliki misi suci yaitu menentang rezim Shah serta memperjuangkan kebebasan dan kemerdekaan bangsa Iran. setelah Imam Khomeini diasingkan ke luar negeri oleh Shah, Motalefeh Islami membentuk sayap militer yang bertugas membunuh para pemuka rezim Shah yang terbukti telah melakukan pengkhianatan terhadap bangsa dan agama. Sayap militer inilah yang membunuh perdana menteri Iran saat itu Hassan Ali Mansour yang merupakan pelaksana undang-undang kapitulasi yang memberikan kebebasan mutlak kepada warga AS di Iran untuk berbuat semau mereka.
 
Rezim despotik Shah telah menangkap dan memejahijaukan lebih dari seratus kader kelompok Motalefeh Islami melalui proses hukum yang tidak adil. Empat diantara kader utama kelompok ini dihukum mati sementara sebagian lainnya mendapat vonis penjara untuk masa yang panjang.

Tags