Aug 19, 2022 14:35 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 19 Agustus 2022

Hari ini Jumat, 19 Agustus 2022 bertepatan dengan 21 Muharam 1444 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 28 Mordad 1401 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.

Allamah Hilli Meninggal Dunia

718 tahun yang lalu, tanggal 21 Muharam 726 HQ, Allamah Hilli, faqih dan ulama besar Islam meninggal dunia.

Allamah Hilli lahir di kota Hillah Irak dari seorang ayah yang juga ulama besar Islam bernama Sadiduddin Ali. Allamah Hilli sejak masa kanak-kanak sudah menunjukkan bakat yang tinggi dalam bidang keilmuan, dengan menimba ilmu al-Quran dan ilmu-ilmu lainnya. Guru pertamanya adalah sang ayah sendiri. Setelah itu beliau berguru kepada ulama besar di zaman itu di antaranya Khajah Nasiruddin Thusi. Kecerdasan dan keuletan membuat beliau dengan cepat mencapai tingkat mujtahid.

Syahid Ayatullah Murtadha Muthahhari mengenai Allamah Hilli mengatakan, "Allamah Hilli adalah salah satu keajaiban sejarah. Dalam ilmu fiqh, teologi, logika, filsafat, bahkan ilmu rijal, beliau meninggalkan karya penulisan yang jumlah mencapai sekitar seratus karya. Masing-masing dari karya yang ia tulis cukup membuktikan kedalaman ilmunya."

Selain menulis, Allamah Hilli juga berhasil mencetak banyak ulama. Di antara buku karyanya yang terkenal adalah Tadzkirah al-Fuqaha yang  mengulas tentang berbagai pendapat mazhab-mazhab Islam, Nahjul Iman dalam berbagai tafsir al-Quran dan Muntahal Mathalib tentang tata cara  beribadah.

 

Kudeta Atas Pemerintahan Mosaddegh di Iran

69 tahun yang lalu, tanggal 28 Mordad 1332 HS, terjadi sebuah kudeta terhadap pemerintahan Dr. Mosaddegh di Iran.

Dengan digulingkannya Mosaddegh, Shah Muhammd Reza Pahlevi yang tiga hari sebelum kudeta melarikan diri ke Italia, kembali menduduki kekuasaannya di Iran. Kudeta ini didalangi oleh CIA dan bekerja sama dengan Inggris dan memanfaatkan perpecahan yang terjadi di antara para poltikus dan rakyat.

Sebelum terjadinya kudeta ini, rakyat muslim Iran berhasil menghentikan penguasaan Inggris atas industri minyak Iran dan menasionalisasi industri minyak tersebut. Namun, kebangkitan rakyat ini menjadi lemah karena terjadinya pertentangan antara para pemimpin politik dan ruhaniwan.

Dalam situasi seperti itu, komandan militer Tehran mengumumkan pelarangan segala bentuk demostrasi. Namun, sekelompok preman yang sebelumnya sudah diorganisasi bersama dengan pasukan Shah turun ke jalan dan menyerang pusat-pusat pemerintahan. Kemudian, Zahedi, seorang perwira pro-AS mengumumkan jatuhnya pemerintahan Mosaddegh dan mengangkat dirinya sebagai perdana menteri melalui radio.

Setelah kudeta, Shah Reza kembali berkuasa dan menerapkan politik yang amat menekan rakyat dan memberlakukan sensor yang sangat ketat. Hasil lain dari kudeta ini adalah meningkatnya pengaruh AS  di Iran dan mengurangi pengaruh Inggris.

 

Kudeta Terhadap Presiden Gorbachev

31 tahun yang lalu, tanggal 19 Agustus 1991, sekelompok militer Uni Soviet di bawah pimpinan Genadi Yanayev, melakukan kudeta terhadap Presiden Gorbachev.

Para pelaku kudeta ini berkeinginan untuk mengakhiri reformasi Gorbachev dan menghalangi terpecah-pecahnya Uni Soviet. Pada saat terjadinya kudeta, Gorbachev sedang berada di kepulauan Krim di tepi laut Hitam.

Boris Yeltsin yang saat itu menjadi presiden negara bagian Rusia dengan dukungan Barat dan rakyat membungkam kudeta tersebut. Digagalkannya kudeta ini membuat kekuasaan Yeltsin semakin besar dan keruntuhan Uni Soviet semakin cepat.