Aug 24, 2022 10:54 Asia/Jakarta

Mengapa Turki Mengubah Kebijakan terhadap Suriah ?

Menyusul pernyataan kontradiktif pejabat pemerintah Turki tentang normalisasi hubungan dengan Suriah, Recep Tayyip Erdogan mengklaim, Turki tidak berusaha untuk menghapus Presiden Suriah Bashar al-Assad dari struktur politik negara ini.

Terkait hal ini, Menteri Luar Negeri Turki telah mengumumkan dimulainya dialog antara badan intelijen Turki dan Suriah. Menteri Luar Negeri Turki mengatakan bahwa negaranya tidak memiliki prasyarat untuk dialog dengan Suriah dan dialog dengan pemerintah Suriah harus ditargetkan.

Menteri Luar Negeri Turki tidak menjelaskan lebih lanjut terkait hal ini. Namun tampaknya para pejabat tinggi pemerintah Ankara, dengan membuat pernyataan yang kontradiktif dan ambigu, bermaksud untuk berbicara dengan pemerintah Presiden Suriah Bashar Assad dari posisi lebih tinggi dan, jika mungkin, menerima konsesi dari pemerintah Damaskus sehingga dari dalam Turki mereka dapat pembenaran logis untuk invasi ke Suriah.

Padahal, setiap dialog antara pejabat pemerintah Ankara dan pemerintah Damaskus berarti bahwa pemerintah Erdogan akan mundur dari sikap sebelumnya.

Pada saat yang sama, kita tidak boleh mengabaikan fakta bahwa pemerintah Recep Tayyip Erdogan tidak dalam posisi untuk berbicara dengan pemerintah Suriah dari posisi lebih tinggi.

Militer Turki, dengan segala kekuatan dan fasilitas yang mereka miliki, telah mengirim pasukan ke dua negara tetangga mereka, yaitu Suriah dan Irak. Namun mereka tidak dapat merealisasikan tujuannya. More ...

Tags