Nov 04, 2019 10:30 Asia/Jakarta
  • 4 November 2019
    4 November 2019

Hari ini, Senin, 4 November 2019 bertepatan dengan 6 Rabiul Awwal 1441 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 13 Aban 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi.

Kelahiran Maulawi Jalaluddin Ar-Rumi

837 tahun yang lalu, tanggal 6 Rabiul Awal 604 HQ, Jalaluddin Mohammad bin Baha ad-Din yang dikenal dengan Jalaluddin Rumi lahir di kota Balkh.

Jalaluddin Mohammad bin Baha ad-Din

Rumi pergi ke Turki bertepatan dengan serangan tentara Mongol dan tinggal di kota Konya. Rumi belajar kepada ayahnya dan untuk beberapa waktu ia sempat belajar di Syam.

Ketika kembali ke Konya, Jalaluddin Rumi menyibukkan dirinya mengajar ilmu-ilmu agama, sehingga suatu hari ia bertemu dengan seorang arif besar bernama Syamsuddin Mohammad bin Ali Tabrizi di kota itu juga. Pertemuan itu membuat hati Rumi membara hingga akhir hayatnya. Jalaluddin Rumi tidak pernah berhenti mencari hakikat ilahi.

Jalaluddin Rumi menghabiskan 30 tahun dari usianya untuk mencari hakikat di akhir umurnya. Di masa itu pula Rumi meninggal banyakkarya. Matsnawi Maulawi adalah karya monumentalnya yang ditulis dalam 26 ribu bait syair. Ia juga menulis Diwan Ghazal Syams, Rubaiyat yang terkenal, Majalis Sab'ah dan Fihi Ma Fihi.

UNESCO Terbentuk

73 tahun yang lalu, tanggal 4 Nopember 1946, UNESCO dibentuk oleh 43 negara dunia. Lembaga ini bergerak di bidang ilmu, budaya, dan pendidikan.

UNESCO

Tujuan pendirian organisasi ini adalah untuk membangun hubungan ilmu dan kebudayaan di antara berbagai negara serta menyebarkan buku-buku dalam berbagai bahasa. Dengan cara ini, diharapkan ikatan kebudayaan dunia semakin meningkat.

Di antara poin penting yang tercantum dalam piagam pendirian UNESCO adalah penghormatan terhadap keadilan, pemerintahan hukum, perlindungan HAM, dan kebebasan asasi.

Badan utama dalam UNESCO adalah Sekjen, Badan Pelaksana, dan Sidang Umum. Markas UNESCO terletak di Paris.

Imam Khomeini ra Diasingkan ke Turki

55 tahun yang lalu, tanggal 4 Aban 1343 HS, Imam Khomeini ra diasingkan oleh pemerintah Shah ke Turki.

Perdana Menteri Asadollah Alam pada bulan Mehr1342 HS mendapat perintah dari Shah lewat usulan Amerika agar memberikan kekebalan hukum kepada warga Amerika. Shah meminta hak ini harus digodok oleh pemerintah dalam bentuk rancangan undang-undang. Setelah diratifikasi oleh kabinet, pada awal 1343 HS, draf ini disetujui oleh Majelis Dewan Nasional dan Senat.

Imam Khoemini ra bersama istri (Arsip)

Ketika berita yang berusaha disembunyikan ini sampai ke Imam Khomeini ra, beliau langsung memutuskan untuk menyampaikan hakikat yang sebenarnya kepada masyarakat. Menurut Imam Khomeini ra, rakyat harus mengetahui akan ada tragedi besar yang sedang digulirkan oleh rezim Shah.

Oleh karenanya, setelah membicarakan masalah ini dengan ulama besar di hauzah, pada tanggal 4 Aban 1343 HS, Imam Khomeini ra menyampaikan pidato bersejarahnya dan mengungkap apa yang sedang dilakukan secara rahasia oleh rezim Shah. Beliau membeberkan apa itu undang-undang Kapitulasi yang diratifikasi oleh pemerintah dan parlemen, sekaligus bahaya di balik UU ini.

Protes keras Imam Khomeini ra atas UU Kapitulasi ini membuat petugas keamanan Shah mengepung rumah Imam Khomeini ra di Qom pada tengah malam 13 Aban 1343 Hs. Setelah itu mereka memasuki rumah Imam dengan memanjat tembok. Mereka kemudian menahan Imam dan memindahkan beliau ke Tehran dan dari sana mereka langsung mengasingkan beliau ke Turki. Pengasingan ini membuat rakyat marah dan kemarahan itu disampaikan lewat aksi-aksi demonstrasi di pelbagai kota di Iran.

Demonstrasi Berdarah di Tehran

41 tahun yang lalu, tanggal 13 Aban 1357 HS (4 November 1978), terjadi demonstrasi berdarah yang dilakukan oleh para mahasiswa dan pelajar Iran, di kota Teheran.

Dalam demonstrasi yang mengenang hari diasingkannya Imam Khomeini ke Turki ini, para pelajar dan mahasiswa yang berkumpul di depan Universitas Teheran untuk mengecam rezim Shah. Para tentara rezim Shah menghadapi para demonstran dengan peluru, sehingga menimbulkan banyak korban jiwa di kalangan pelajar dan mahasiswa Iran. Oleh karena itulah, tanggal 4 November di Iran diperingati sebagai Hari Pelajar.

Pendudukan Kedubes Amerika oleh Mahasiswa Iran

40 tahun yang lalu, tanggal 13 Aban 1358 HS (4 November 1979), mahasiswa Iran menduduki Kedubes Amerika di Tehran.

Pendudukan Kedubes AS di Tehran

Dalam peringatan atas hari diasingkannya Imam Khomeini ke Turki dan peringatan atas terbunuhnya para mahasiswa dan pelajar Iran di tahun sebelumnya, para pelajar dan mahasiswa Iran melangsungkan demonstrasi besar-besaran di Teheran.

Pada kesempatan itu, sekelompok mahasiswa muslim yang menamakan diri sebagai "Mahasiswa Pengikut Imam" menduduki Kedubes AS dan menyandera para pegawainya. Sebelum kejadian ini, kementrian luar negeri Republik Islam Iran berkali-kali menyampaikan protes resmi kepada Washington atas campur tangan mereka terhadap urusan dalam negeri Iran.

Dalam penyanderaan Kedubes AS itu, ditemukan berbagai dokumen resmi yang membuktikan bahwa Kedubes AS untuk Iran telah berubah fungsi sebagai kantor agen mata-mata AS, CIA. Hari penyanderaan kedubes AS ini  hingga kini diperingati di Iran sebagai "Hari Perlawanan Terhadap Kaum Arogan Dunia".  Dalam mengomentari aksi para mahasiswa Iran ini, Imam Khomeini berkata, "Pembongkaran sarang mata-mata AS merupakan revolusi yang lebih besar daripada revolusi pertama."

Tags